The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 23



Aku memandangi om-om itu...


" Apa kita pernah bertemu ya om ", tanyaku ke om itu.


" Hah? heh tunggu... kau kan bocah yang waktu itu di Guild Petualang kan ? ", ucap Om itu dengan nada keras.


" Hehe iya ", ucapku sambil menggaruk kepala.


Karena aku orangnya tidak enakan, aku pun menyuruh om om itu untuk masuk ke rumahku sekalian memberikannya beberapa camilan.


Aku dan Om itu duduk di ruang tamu, sedangkan teman-temanku mereka berada didapur karena tidak ingin ada keributan.


" Oh iya... kalau tidak salah nama om itu Gardon kan? etoo... ", ucapku sambil memainkan jariku.


" Bagus juga daya ingatmu bocah tolol, oh iya tapi sebelumnya makasih ya atas camilannya ini, nyam... ini sangat enak ", ucap Om Gardon.


" Hehehe ", Aku kaku karena takut dicekik seperti kemarin lagi, rasanya sungguh tidak enak dicekik seperti itu.


" Oh santai saja bocah, hahaha... aku tidak akan mencekik kok ", ucap Om Gardon itu.


" (padahal dia sendiri pernah mencekiku) ", ucapku dalam hati.


Namun aku tetap takut, bagaimana bisa orang yang pernah melakukan hal itu langsung kupercayai bahwa dia tidak akan melakukan hal seperti itu.


" Oh iya bocah, aku tunggu loh 2 hari lagi... jangan mengecewakanku ya ", ucap Om Gardon.


" Ba-baik om, hehehe ", ucapku kaku.


" Dan satu hal lagi... gadis yang matanya berwarna ungu, dia sepertinya bukan manusia biasa ", ucap om Gardon.


" Hehe iyakah? ( iyalah, aslinya dia kan Raja Iblis, andai om itu tau... eh jangan nanti malah parah ) ", ucapku.


" Iya... berhati-hatilah bocah, dan ada lagi... ", ucap om Gardon.


(Hhhh... apalagi yang mau ditanyain, cepatlah keluar dasar om om, bau kecutmu sangat tidak enak disini)


" Jangan mati ya nanti saat event berlangsung, hehehe ", ucap om Gardon sambil tersenyum sinis.


" Hehe iya om ", ucapku kikuk.


Om Gardon pun segera keluar dari rumahku, dan sepertinya dia menjadi lebih baik daripada saat berada di Guild Petualang. Dia sampai perhatian kepadaku dan bilang "jangan sampai mati" emangnya disana boleh membunuhkah?


Aku dan teman-temanku yang lainnya segera pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.


Zzz... Zz... z...


Esok harinya....


Aku bangun, namun aku merasakan sesuatu yang ada diselimutku lagi.


" Ah... apasih ini yang ada di seli---", Aku pun membuka selimutku.


" Heh apa ini... Chu-Chuya??? ( humm kenapa dia lagi ) ", ucapku dengan nada pelan.


Tak lama kemudian, Chuya bangun.


" Oh... pagi Chi... Hoamm ", ucap Chuya.


" Etoo boleh nanya gk ? ", ucapku sambil tersenyum.


" Heh, apa ? ", ucap Chuya dengan raut muka bangun tidurnya.


" Kenapa kau menyelinap kesini lagi !!! duh... dasar ", ucapku kesal.


" Chi gk suka ? ", ucap Chuya dengan wajah polos.


" Yah suka sih karena dipe--- gak gitu!!!... kan dah bilang tidak boleh tidur bareng sebelum nikah ", ucapku dengan nada kesal.


" Oh... ya udah nikah... yuk ", ucap Chuya.


" Hmm... bukannya kamu lebih menyukai Rey ? ", tanyaku.


" Oh... saat itu, iya aku memang menyukai Rey, tetapi... ", ucap Chuya.


Sambil menunggu Chuya ngomong, aku pun bersiap-siap membawa beberapa barang dan kumasukkan ke tasku untuk latihan nanti.


" Kalau kelamaan kutinggal loh ", ucapku dengan nada dingin.


" Heh sebentar... huft ", ucap Chuya agak kesal.


" Soal yang tadi... memang sih, Chuya lebih menyukai Rey, tetapi Chuya lebih nyaman bersama Chi... ", ucap Chuya sambil memainkan jarinya dan melihat kebawah.


Aku terkejut, apa yang dimaksud dengan omongannya itu? aku tidak paham.


" Ehm nyaman maksudnya ? ", ucapku polos.


" Duh... sudah deh, dasar bodoh ", ucap Chuya dengan sedikit kesal.


Chuya langsung menggeretku ke ruang makan, dan tidak lupa juga mengajak yang lainnya.


Kami berlima pun makan bersama.


" Ah iya... Lili ikut latihan boleh gak ? ", ucap Lili dengan memasang muka imut.


" Ah... boleh sih tapi nanti siapa yang jaga rumah ini ? ", ucapku.


" Benar juga ya... siapa ya ", ucap Ilulu.


Sambil makan, kami memikirkan hal tersebut.


1 jam kemudian...


" Woeh cepatlah... ini sudah 1 jam loh dan masih memikirkan siapa yang jaga rumah kakau Lili ikut ", ucap Rey.


" Humm sebentar... ", Tiba-tiba aku memikirkan sesuatu, harusnya daritadi aku memikirkan hal ini sih.


Prok... Prok... Prok...


Semuanya serentak bertepuk tangan padaku, padahal hanya memikirkan hal itu, hadeh... setelah itu kami pun langsung menuju tempat latihan seperti kemarin, hanya saja Lili juga ikut latihan sebagai support agar tembakan kami dapat mengenai Ilulu.


Di tempat latihan...


" Yo semuanya... karena kemarin sudah latihan membidik dari jauh... sekarang kita latihan menyerangku dari jarak dekat tetapi jangan memanggil pet kalian, gimana ? ", ucap Ilulu.


Kami ber empat pun setuju, ini juga demi melatih bela diri kami dari jarak dekat apabila tidak bisa menggunakan sihir.


" Nah seperti kemarin... langsung saja serang aku sesuka kalian, kali ini aku kasih waktu 5 menit untuk menyerangku, aku hanya akan menghindar kok, hihihi ", ucap Ilulu.


" Iya iya dasar tukang pamer ", ucapku dengan nada sedikit kesal.


Ting...


Kami berempat pun memulai penyerangan dan formasi kami seperti saat melawan Naga Finstren dulu, hanya saja Chuya belajar menggunakan pisau untuk bela diri jarak dekat.


Tap... Tap... Tap...


" Rey... tangkap dia ", teriakku.


" Serahkan saja padaku, Dash... ", Rey pun melesat ke belakang Ilulu dan segera memukulnya, namun Ilulu dengan mudahnya menghindari serangan itu.


Sekarang giliranku, seperti perkiraanku, Ilulu akan menghindari serangan itu dan aku langsung berusaha menikamnya.


Sret...


" Eh... ", ucap Ilulu yang kaget melihatku yang berada disampingnya.


" Cross Knife ", ucapku dengan gesit menebas Ilulu memakai sepasang pisau.


(Note: Cross Knife adalah skill pisau tingkat 1)


Wushhhh...!!!


Ilulu berhasil menghindari seranganku.


" Haha segitu doang kah ? ", ucap Ilulu yang sedang melompat tinggi.


Sesuai dugaanku, aku langsung memanggil Chuya untuk menikamnya segera, karena Ilulu di posisi melambung, itu akan sangat susah untuk menghindari serangan.


" Chuya... sekarang !!! ",


" Hah... ", ucap Ilulu sambil melihat sekitarnya yang tidak melihat Chuya.


Chuya tiba-tiba muncul dibelakang Ilulu dan segera menikamnya menggunakan pisau.


Jleb...!!!


Akhirnya Ilulu terkena serangan dari kami.


" Wah.. boleh juga strategi kalian, pantes saja kecepatan kalian meningkat drastis, itu juga berkat Lili yang dari jauh memberikan skill Swift Boost 3x ", ucap Ilulu.


(Note: Swift Boost adalah skill sihir tingkat 10 yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan teman satu regu secara singkat)


" Ehehehe... ", ujar Lili.


" Oh, tadi Chuya tidak kelihatan, kau pakai skill itu kah ? ", ucap Ilulu.


" Iya benar... aku pakai skill Invisible untuk menyembunyikan diriku ", ucap Chuya.


(Note: Invisible adalah skill sihir tingkat 10)


" Nah... sudahi dulu latihan hari ini, aku sudah mengakui kecepatan kalian, mungkin kalian yang sekarang bisa memburu para Raja Iblis... Hahaha ", ucap Ilulu sambil tertawa terbahak-bahak.


Kami pun segera pulang ke rumah dengan berjalan kaki.


Tap... Tap... Tap...


1 jam kemudian...


Hari mulai gelap untungnya kami sampai duluan dirumah, setelah aku cek dahulu sebelum masuk rumah, barang-barangnya masih aman dan sepertinya tidak ada orang yang masuk ke rumah kami.


Kami berlima segera bersiap untuk makan malam dan seperti biasa, yang memasak adalah Rey.


" Oh iya Rey, kapan-kapan ajarin aku masak ya, aku juga ingin mempunyai pengalaman memasak ", ucapku.


" Baiklah ", ucap Rey.


Setelah berbicara sedikit, kami pun langsung menyantap makan malam kami. Kami kekenyangan, aku langsung pergi menuju kamar untuk tidur dan menunggu besok hari, hari terakhir latihan.


Ceklek...


Pintu kamarku terbuka...


" Hah... siapa itu... ", ucapku sambil menghidupkan lampu.


Ternyata orang itu adalah Chuya, apa malam ini dia ingin tidur bareng lagi? :v


" Ah anu... ehm... boleh gk Chuya tidur bareng lagi hehehe ", ucap Chuya sambil tersenyum kecil.


" Tidak Boleh !!! ", teriakku.


Aku langsung mengusir Chuya keluar dari kamarku dan mengunci pintu kamarku serta jendelanya.


" (Huft... horor sih, bukannya aku gak suka tidur bareng dia, hanya saja... kalau sampai dia hamil gimana...) ", ucapku dalam hati.


" Ah sudahlah, mending tidur dulu ", ucapku sambil membaringkan diri ke kasur.


Zzz... Zz... z...


...----------------...