
Keesokan harinya
"Umh... hwaaaa ", ucapku sambil setengah sadar.
"Pagi Chi... yuk kita sarapan dulu, sudah disediakan sama yang punya penginapan tuh, hihihi ", ucap Chuya dengan gembira
"Ahhh baik.. baik..", ucapku sambil menganggukkan kepala.
"Ngomong-ngomong Rey dimana? apa dia sudah kembali ? ", tanyaku.
"Ohh tadi dia tadi dia ada disini tapi langsung bilang mau melakukan sesuatu... Chuya tidak dikasih tahu ", ucap Chuya.
"Ya sudahlah... yuk makan dulu ", ucapku sembari bangun dari tempat tidur.
Setelah sarapan, kami pun pergi keluar dari penginapan itu dan mencari cari sesuatu untuk dilakukan.
Tap... Tap... Tap...
"Uhm Chuya... aku boleh nanya ? ", tanyaku sambil memasang muka malu-malu.
"Uhm? tanya aja...", jawab Chuya sambil memandangku.
"Apa kamu itu... sedang menyukai seseorang ? ", tanyaku dengan suara pelan.
"Ada kok... kamu orangnya hihihi ", jawab Chuya dengan nada menjahiliku.
Aku terkejut, karena selama ini aku juga menyukai dia namun takut untuk menyatakan perasaanku.
"Ahm... ehm anu...", ucapku.
"Iyahh ? ", jawab Chuya singkat.
Dorr...!!!
Tiba-tiba Rey pun datang dari belakang dan mengejutkanku dengan senapannya yang mengenai rambutku.
"Woehh apa apaan ini... oh kau Rey, untung hanya kena rambut loh, awas saja kalau kena kepalaku nanti ", teriakku ke Rey.
"Hahaha tenang saja, begini-begini aku pernah menjadi penembak jitu loh saat umur 5 tahun, jadi gk bakal meleset, aku sengaja menarget rambutmu ", ucap Rey dengan santai.
"Grrr.... sudahlah, darimana saja kamu ? ", ucapku.
"Iya darimana saja kamu Rey ? ", sambung Chuya.
Rey pun langsung mengeluarkan selembaran kertas dan menunjukkannya kepada kami berdua.
"Wah... ada event lagi dari guild besar... Chuya mau ikut...", teriak Chuya dengan semangat.
"Eh event guild? emang imbalannya apa ya? kalau bagus kita ambil saja hihihi ", tanyaku ke Rey dengan muka meringis.
"Iya, imbalannya berupa fasilitas rumah untuk guild yang baru mau dibuat, 300 keping koin emas, dan 3 set equipment petualang kelas Platinum ", ucap Rey.
"Wahh Chuya mau banget ituu... ayo kita terima quest nya, Hihihi ", teriak Chuya sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Anu... sepertinya bagus sih walau aku tidak terlalu tahu dengan imbalannya selain emas hehehe ", ucapku polos.
"Oh iya benar juga, kamu belum dapat lencana petualang ya Asaka... coba kamu nanti daftar dulu disana ", ucap Rey ke arahku.
Rey menunjukkan tempat pendaftaran petualang.
"Ohh itu ya, ngomong-ngomong... kalian petualang kelas apa ? ", ujarku.
"Chuya baru mencapai Gold sih, tapi Rey keren... dia sudah Platinum, dan bentar lagi dia akan mencapai kelas puncak, yaitu Diamond ", jelas Chuya dengan muka terkesan-kesan pada Rey.
"Oh begitu ya... ya sudah yuk anter aku untuk daftarnya ", ucapku sambil berbalik arah menuju tempat itu.
"Weh tunggu, kamu daftar sendiri aja, kami berdua akan tunggu di depan gerbang... nanti aku jelasin apa saja yang harus dilakukan ", ucap rey.
Tiba-tiba Rey mendekatiku dan berbisik.
"Tenang saja, dia akan aman kok bersamaku... oh tidak... mungkin dia akan jadi milikku, hihihi ", bisik Rey ke telingaku.
"Hah apa maksudnya woe ", jawabku dengan panik.
"Bercanda kok, hahaha lucu ya kamu kalau dijahilin ", ucap Rey dengan nada ngejek.
"Sialan kau Rey... ya sudah aku duluan huft...", ucapku kesal sambil menuju ke tempat pendaftaran itu.
Tap... tap... tap...
"Eh tunggu chi...", ucap Chuya.
"Sudah Chuya, kita tunggu aja dulu di depan gerbang, nanti kita berangkat bersama-sama kok ", ujar Rey.
Mereka pun pergi menuju gerbang, dan aku pergi untuk mendaftarkan diriku sebagai petualang.
Kreeek...
Aku pun masuk ke tempat itu dan langsung menuju ke pengurusnya.
Tap... tap... tap...
"Ah ada pendatang baru ya... sebentar ya kak, aku ambil bolaku dulu ", ucap gadis di loket pendaftaran itu.
Gadis itu berparas cantik, imut, mungkin melebihi Chuya sih... sepertinya sangat susah untuk didapatkan hehehe, apalagi dengan wajah yang pas pas an hiks.
"Ini kak... silahkan kakak ulurkan kedua tangan ke depan bola itu ", perintah gadis itu.
"Ah baik..", jawabku singkat.
Aku pun langsung mengulurkan tanganku ke bola itu dan...
Wushhhh...
Grafik melayang di depan bola itu dan sebuah kartu serta lencana medal ada ditanganku.
(Isi kartu)
Nama: Asaka Chiro
Umur: 14
Lahir: 3 Maret
Ras: Manusia
Peringkat penyihir: Pemula
Energi Power: Unknown
Tingkat petualang: Bronze
Status: Jomblo
Kenapaaa ada jomblonya.... bikin malu ajaa hwaaaaa (pikirku).
"Wah kakak jomblo ya...", ucap genit gadis itu.
"Ah hehehe... iya, kenapa emang? kalau mau ngeledek silahkan ", jawabku.
"Kakak mau sama aku? kita sepantaran loh hihihi...", ucap gadis itu dengan muka sok imut.
"Heh jangan menggodaku... aku saja belum kenal kamu, yah kalau mau sih ", ucapku dengan tingkah yang kaku.
"Hahaha... bercanda kak, kenalan ya namaku Futaba Chalia, panggil saja aku Chalia kak ", ujar Chalia.
"Ah baiklah, aku duluan ya... bye bye ", ucapku dingin.
"Hehhh seriusan nih?? aku diabaikan.... hwee ", teriak Chalia sambil membuat tangisan palsu.
Tanpa basa basi aku pun langsung keluar setelah mendapatkan kartu dan lencana dari tempat itu.
Aku menyusul mereka berdua yang ada digerbang, namun saat aku dijalan...
Brugh...
"Ah maaf aku gk senga---", ucapku.
Aku terdiam karena terkejut, orang yang tidak sengaja kutabrak memiliki muka yang melas, kupingnya berbentuk seperti kucing, tetapi dia manusia, dia sangat cantik, aku merasa dia butuh pertolongan hanya saja...
Seet...
Gadis itu pun lanjut berlari
"WOEE berhenti kau gadis sialan ", suara cowo yang sedang mengejar.
Aku reflek menolongnya karena dia dikejar 3 cowo berwajah sangar.
"Slipt...", bisikku.
3 cowo itu langsung terpeleset dan tersungkur ke depan. Sebelum mereka sadar, aku pun langsung melesat pergi ke gerbang menyusul Chuya dan Rey.
Tap... tap... tap...
"Woee, aku datang... maaf lama ", ucapku sambil kesusahan untuk bernapas.
"Chi tidak apa-apa ? ", ucap Chuya.
"Kamu ini lama sekali, baiklah langsung saja... kita akan melawan 5 Naga Kegelapan Finstren yang ada di gunung itu ", ujar Rey
"Eh... Heeee??? BUKANKAH ITU MUSTAHILL??? ", teriakku dengan sangat keras.
"Ehehehe...", ucap Chuya sambil meringis.
"Coba dulu saja, kan belum tau sebelum dicoba hehe ", ujar Rey.
"Arghhh ya sudah, semoga saja kita bisa balik hidup-hidup ", ujarku dengan nada lemas.
"Woeee tungguuu ", ucap seseorang di belakang ku.
...----------------...