The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 10



"Sebelum pergi... Ryu, kamu bagaimana ? ", ujarku.


"Tenang saja bocah, aku akan kembali tidur di dalam dirimu ", ucap Ryu sambil berubah wujud menjadi cahaya terang.


Wusshhhh...


Ryu pun menghilang....


"Ah.. baiklah kita lanjut jalan...", ucapku yang sedang memimpin mereka berdua.


"Ayooo !!! ", ucap mereka berdua yang berada dibelakangku.


Kami berjalan sampai berada di depan gerbang untuk melakukan pemeriksaan.


"Ohh anak-anak ya, eh ada manusia setengah hewan yang cantik juga, apa kamu tersesat manis? sini sama om, hahaha ", ujar penjaga gerbang ke 1 itu.


"Hey sudah, jangan mengejek mereka, bisa saja mereka ini adalah Raja Iblis lohh... Bwahaha...", ujar penjaga gerbang ke 2 dengan nada mengejek.


Untuk menghindari pertikaian, kami bertiga hanya diam saja sambil melewati proses pemeriksaannya.


Setelah melakukan pemeriksaan, kami pun segera memasuki kota itu... emm aku tidak tahu nama kotanya sih hehehe...


Tap... tap... tap...


" Ngomong-ngomong... apa nama kota ini ? ", tanyaku sambil berjalan.


"Kota ini bernama Kota Scaro, ehmm Chuya tidak terlalu tahu sih tapi sepertinya tidak jauh beda sama kota Balavenia ", balas Chuya dengan muka kebingungan.


"Yah pokoknya kita harus menemukan tempat agar kita bisa santai sedikit, ngomong-ngomong Asaka kamu punya uang berapa ? ", sambung Rey.


"Hehehe... habis ", balasku sambil menggaruk kepalaku.


"Begitu ya... kalau Chuya berapa ? ", tanya rey ke Chuya.


Chuya pun langsung segera mengecek dompetnya.


"Oh bentar... ehh... dompetku hilang... hehehe ", jawab Chuya sambil meringis.


"Kalian ini... huft... pakai uangku dulu aja buat nyewa penginapan kita bertiga nanti ", ujar Rey.


"Terima kasih Rey... untung ada kamu hehehe ", ucapku sambil meringis.


"Uhm Chuya juga... makasih Rey ", lanjut Chuya sambil tersenyum.


"Baik baik, hari sudah mulai malam loh... kita nyari tempat untuk menginap dulu ", ucap Rey.


Kami bertiga langsung mencari tempat penginapan dengan harga yang sesuai dengan duid Rey... tak lama kemudian kami pun menemukannya dan kondisi penginapan itu sangatlah bagus.


"Nah kita menyewa ini saja, aku akan bayar dulu ke nona itu kalian berdua masuk duluan aja ", ujar Rey.


"Baik bos ", ucapku bersamaan dengan Chuya.


Aku dan Chuya pun langsung masuk ke penginapan itu, memang sih selain kondisinya yang bagus disini ramai dikunjungi orang-orang, bahkan ada bangsawan juga... namun...


"Wah ada gadis manis, kenalan yuk sama kakak bangsawan ini hehehe ", seorang bangsawan itu mendekati dan merayu Chuya dengan berusaha menyentuh tangannya Chuya.


Slapp... (suara menepis)


Aku menepis tangan bangsawan itu karena aku tidak terima jika Chuya digituin.


"Ohh berani juga kau anak berjaket biru, tapi... aku ini bangsawan yang terpilih sebagai ksatria yang hebat loh, dibandingkan dengan dirimu yang sangat lemah dan tidak bisa apa-apa, pfftt hahaha ",


Bangsawan itu memancing amarahku, aku tidak ingin ada keributan, aku segera mencari sesuatu agar dia mau pergi.


"Maaf ya kak, tapi dengan ini... apa kamu mau membiarkan kami lewat ? ", ucapku sambil mengeluarkan Pedang Platina yang berwarna emas berkilau.


"Woahhh KERENNN!!! hahaha walau kamu seperti cecunguk tetapi boleh juga ya, aku terima ini, silahkan saja lewat hihihi ", ucap Bangsawan itu sambil menerima pedangku.


Aku dan Chuya segera pergi menuju pintu depan, Rey pun ada disana...


"Asaka... kamu dan Chuya pergi dulu ke kamar nomor 23, ohh dan ini kuncinya aku harus pergi dulu sekarang... bye bye ", ucap Rey dengan tingkah yang tergesa-gesa.


"Woeh tunggu...", teriakku ke Rey


Rey pun langsung pergi dan tinggallah kami berdua. Aku dan Chuya segera masuk ke kamar 23... tunggu sebentar... apa apaan ini cuman berduaan sama Chuya, bahaya jika aku sampai keblabasan nanti. Aku berharap Rey segera kembali dengan cepat.


"Tuh kan... Chuya mau melakukan itu, gawat gawat... jangan sampai tergoda setan Chiro.. tenang Chiro... kamu harus tenang ", ujarku dalam hati.


Tapi gagal :v


"Uhm baiklah... kalau cuman peluk gpp sih ", kataku.


Tanpa basa basi Chuya pun langsung memelukku.


"Chi... terima kasih ", ucap Chuya sambil menangis sedikit.


"Ehh..eh.. buat apa ? ", ucapku dengan nada panik.


"Buat yang tadi... kamu melindungiku dan merelakan pedang yang bagus itu, pedang itu mahal kan harganya ", ujar Chuya.


"Uhm... gpp kok, itu cuman pedang... (yah walau memang harganya mahal sih aslinya)sudah sudah jangan menangis ", ucapku sambil menenangkan dirinya.


"Kamu seperti Rey, orang nya baik... hanya saja kamu lebih kuat ", ucap Chuya dengan nada lembut.


"Tidak sekuat itu kok... ehm Chuya ada apa ? ", ujarku.


"Apa Chi mau mendengar masa lalu Chuya ? ",


"Ehm boleh... akan ku dengar ", jawabku.


"Chuya dulunya sama seperti kalian berdua, maksutku adalah manusia biasa hingga suatu saat. Chuya ingin menjadi orang yang cantik dan imut pada umur 10 tahun", ujar Chuya.


"Oh iya sekarang umur Chuya berapa ? ", jawabku polos.


"14 Chi... dengerin dulu Huftt...", ujar Chuya kesal.


"Hehe maaf ", balasku.


"Dulu Chuya mempunyai orang tua, mereka sangat menyayangiku... hanya saja gara-gara ke egoisanku, orang tuaku pun terbunuh.


Aku pergi ke Raja Iblis untuk meminta tolong agar bisa menjadi cantik dan imut, dulunya Chuya jelek sih... sampai-sampai di ejek terus saat di sekolah... maka dari itu aku meminta bantuan salah satu Raja Iblis untuk mengubah diriku ini. Raja Iblis itu mengabulkan permohonanku dan dia bilang (apapun yang terjadi setelah permohonanmu terkabul, jangan menyesal ya). Aku menuruti Raja Iblis itu dan kini menjadi wanita yang cantik dan imut, namun aku menjadi manusia setengah hewan. Aku cukup senang dengan hal itu.


Saat aku pulang, aku melihat kedua orang tuaku tergeletak di lantai. Aku mengecek mereka... ternyata mereka sudah tiada, air mataku langsung mengalir deras. Aku sangat menyesal meminta hal ini, kedua orang tuaku pun dimakamkan, kini aku tinggal seorang diri.


Saat di sekolah... banyak yang menyukaiku, namun mereka suka hanya karena ingin menyentuh tubuhku, aku risih melihat tingkah laku mereka semua, aku sangat menyesal meminta hal ini kepada Raja Iblis itu... namun... saat umurku sudah 12 tahun, aku pun mengenal Rey... dia anak yang baik, dia seperti aku sudah tidak memiliki orang tua. Aku bersyukur bertemu Rey, dia memandangku sebagai teman bukan hal negatif lainnya dan kami pun menjadi sahabat.


Aku mulai menyukai Rey, aku ingin mengungkapkan perasaanku ke dia namun takut... sampai saat ini aku menyimpan perasaan itu... hiks... hiks... Chi juga baik seperti Rey tapi... apa yang harus Chuya lakukan Chi....",


Chuya sudah bercerita panjang lebar sampai dia menangis sendiri, namun....


Zzz... zz... z...


Aku tertidur dipangkuannya Chuya


"Chi... bodohhh...", Chuya berteriak keras kepadaku.


Plakk...


Tamparan keras mendarat di pipiku, aku pun terbangun.


"Aduh duh..duh..duh.. apasih, sakit tahu ", ucapku sambil mengelus pipiku.


"Sudahlah dasar bego... aku tidur aja ", ujar Chuya sambil pergi ke kasur untuk tidur.


"Oh iya, baiklah... aku tidur di sebelahmu ya, karena kasurnya cuman 1 ", ucapku dengan nada polos.


"Jangan begooo.... kau tidur aja di lantai situ, wekkk !!! ", teriak Chuya dengan nada kesal.


Aku tidak tahu apa salahku sampai dia marah segitunya, hahaha cewe memang susah dimengerti ya bro (padahal aku aja yang goblog)


Aku pun tidur di lantai sesuai yang Chuya Inginkan sedangkan dia tidur di kasur.


Sementara itu....


Rey masih diluar dengan posisi berada di sebuah guild besar bernama The Last Heaven.


"Baiklah, akan aku kerjakan besok dengan teman-temanku, tenang saja dia itu kuat kok, Hihihi ", ucap Rey kepada seseorang yang memimpin guild besar itu.


...----------------...