
Tap... Tap... Tap...
Gosh... Gosh... Gosh...
Aku letih setelah berlarian menuju Arena Istana ini, untung saja aku datang tidak terlambat. Aku melihat sekeliling dan segera mencari Chuya dan lainnya di antara kerumunan itu.
Bugh...
Aku tidak sengaja menyenggol om-om berbadan besar dan dia pun perlahan menoleh ke arahku dengan tatapan marah, namun...
" Woe bocah beraninya kau, eh... wah Asaka ya hahaha ", ucap om Gardon.
" Woah om, senang bertemu denganmu hehe ", balasku.
" Yoi ngomong-ngomong dimana partymu itu yang kemarin? dan jubahmu itu boleh juga ya, cocok banget cuy buatmu haha ", ucap om Gardon.
Aku pun menjelaskan kejadiannya saat aku terpisah dengan teman-temanku dan bagaimana caranya mendapatkan jubah ini.
Setelah menceritakan semuanya ke om Gardon, suara bel pun berbunyi yang menandakan dimulainya event tersebut.
Teng... Teng... Teng...
" Woah... sudah mulai tuh, cepat kamu buruan nyari temanmu, oh dan satu hal... jangan sampai mati ya bocah, hihihi ", ucap om Gardon.
Lagi-lagi dia mengatakan hal itu lagi, aku jadi agak takut dengan perkataannya, bukan takut karena aku akan mati, tetapi takut jika teman-temanku yang mati, karena aku kan masih punya 5 nyawa hahaha.
" Psst... ", bisik suara cewek di dekat telingaku.
Saat aku menoleh ke cewek itu, ternyata ia adalah Ilulu.
" Wah Ilulu... akhirnya ketemu, yang lainnya dimana sekarang ? ", ucapku ke Ilulu.
Ilulu pun segera mengantarku untuk berkumpul dengan lainnya.
Dan aku pun sampai, saat aku sampai aku melihat Chuya yang berusaha tidak melihatku.
" Woah Asaka, jubahmu bagus juga ya, dapat darimana? ", tanya Rey sambil tertawa.
" Oh ini... aku dikasih oleh putri tadi, katanya sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan adiknya ", ucapku.
" Wah ciee... heh Chuya liat tuh, Asaka punya gebetan baru loh, fufufu ", ucap Rey dengan memasang muka jengkelin.
" Chu-chuya ? ", ucapku.
Chuya tidak membalasku dan membuang mukanya dari hadapanku tidak hanya sekali. Saat aku berusaha menatapnya, dia membuang mukanya dan terus menghindariku.
" Hahaha... Chuya cemburu tuh, hayo... Asaka kamu itu gimana ", ucap Ilulu.
" Siapa yang cemburu juga, kan aku sukanya sama Rey, bukan sama babi itu ", ucap Chuya.
" Hah siapa yang kau panggil babi ", ucapku dengan nada kesal.
Setelah itu, sosok Raja dari Istana itu muncul dihadapan kami dan memberitahukan pembagian party untuk dijadikan lawan tanding.
" Baiklah sebelum aku memberikan pembagian lawannya, aku akan memberitahukan sedikit info yaitu, total party yang sudah bergabung ada 50 karena tidak hanya 1 kota yang bergabung dalam event kali ini, tapi di kota lain juga ikut serta.
Nah sekarang... pertandingan pertama; Jenggot Ganteng melawan Childhood Empire.
Kedua; Destiny Girl melawan Botak Macho... ",
" Wah namanya unik-unik ya, hahaha ", ucapku sambil tertawa.
Namun saat aku melihat Chuya, dia masih membuang mukanya dari hadapanku, apa salahku woi... hadeh sudahlah.
5 menit kemudian.
" Yang terakhir, Loli Hunter melawan King Of Speed ", ucap Raja itu.
" Hey Asaka liat tuh, sesuai latihan kita kemarin, kecepatan akan membuat kita unggul, jangan sampai ceroboh ya walau sudah berlatih ", ujar Ilulu.
" Baik bu guru Ilulu hehehe ", ucapku.
" Lili takut... ", ujar Lili.
" Tenang saja Lili, nanti kita memasang formasi seperti kemarin ya, tenang saja nanti Ilulu yang akan melindungimu ", ucap Rey.
Lili mengangguk sambil memeluk Rey untuk meredam ketakutannya.
Setelah itu kami pun pergi ke tempat penonton untuk melihat sambil menunggu giliran tanding.
Kami melihat Grubnya Childhood Empire dan Jenggot Ganteng yang sedang saling bertatapan di tengah Arena sambil menunggu aba-aba wasit.
" Baiklah saat penangkal sihir sudah kuhilangin, kalian boleh langsung bertarung, paham ? ", ucap wasit itu.
Eh tunggu... wasit itu bukanlah manusia, namun berwujud seperti burung hantu, hanya saja lebih besar.
" Baiklah... cancel ", ucap wasit itu.
Penangkal sihirnya pun langsung hilang dan kedua grub yang tadinya diam saja langsung bertarung sihir dengan dahsyat.
**Burst... Burst...
Sret**...
" Woe kau anak baru cepatlah berhenti bermain-main dan bantu kami ", teriak salah satu anggota Childhood Empire.
" Berisik, begini saja kalian tidak bisa melawan ", ucap orang yang bersantai tadi.
Prak...
Kemudian sihir pelindung miliknya pun pecah.
" Sip berakhirlah kalian ", ucap kapten dari Grub Jenggot Ganteng.
" Skill khusus, pantulan jenggot mas ganteng ", ucap kapten Jenggot itu.
Jenggotnya berubah menjadi panjang dan dengan cepat melibas orang yang sedang bersantai tadi, namun...
Wushhhh...
Seseorang dari dari Grub Jenggot Ganteng tiba-tiba terpental jauh sampai keluar Arena.
" Stop!!! Grub Childhood Empire menang ", teriak wasit itu.
Penonton langsung bersorak heboh dan ada juga yang bertepuk tangan kepada orang Grub Childhood Empire.
" Hebat juga ya mereka Chuya, terutama yang tadi diam saja itu ", ucapku ke Chuya.
Namun Chuya masih diam membisu.
" Hee... dia masih ngambek ya, ampun dah ", ucapku dalam hati.
Kemudian giliran Grubnya Destiny Girl melawan Botak Macho. Mereka pun langsung menuju ke tengah Arena dan saling bertatap seperti Grub sebelumnya. Akan tetapi ada yang aneh dengan Grubnya Destiny Girl.
" Heh... apa benar hanya ada 1 orang? yang lainnya kemana nona manis ", tanya wasit itu.
Gadis berkerudung merah yang menempati Grub Destiny Girl langsung menyodorkan sebuah kartu misterius, setelah itu wasit pun langsung menyetujui pertandingan ini walaupun dia hanya 1 orang.
" Woeh woeh n**ona manis... yang benar saja, apa kau mau kami siksa dulu? hahaha ", ucap kapten dari Grub Botak Macho.
" Boleh juga loh bos ukuran tubuhnya itu, uhui ", ucap salah satu anggotanya.
Seperti nama Grubnya, isinya adalah orang-orang botak yang memiliki badan kekar, mungkin seperti saitama :v (note yang tidak tahu saitama rugi).
Namun gadis itu tidak merespon mereka dan hanya diam saja dengan pose berdiri tegak seperti pembunuh.
" Baiklah aku akan melepas penangkalnya, bersiap ya... cancel ", ucap wasit itu.
Saat wasit itu melepas penangkalnya...
**Srett, srett...
Bag... bug... bag**...
Dengan kecepatan yang luar biasa gadis itu menghajar kapten dari Grub Botak Macho itu sampai tumbang menggunakan tongkat kayu.
" Bos... kau tidak apa-apa? sialan kau nona, akan kubalas perbuatanmu ", ucap salah satu anggota Botak Macho.
" Dash ", salah satu anggota Grub Botak itu melesat cepat ke belakang gadis itu namun gadis itu dapat menghindari serangannya dan langsung bergerak lagi untuk merapalkan mantra.
" Smoke Bomb ", ucap gadis itu sambil berlarian disekeliling arena.
(Note: Smoke Bomb adalah skill sihir tingkat 8 yang dapat membuat pandangan orang yang berada disekitar buta dengan asap tebalnya)
Para anggota Botak Macho kebingungan dan tidak bisa melihat dengan jelas karena asap itu. Sementara itu, gadis tadi bergerak dibalik asap yang tebal dan segera menghajar mereka.
" Fire Ball ", ucap gadis itu.
Keempat anggota Grub Botak Macho terkena serangan FireBall dari gadis itu dan terpental sampai keluar Arena.
" Stop!!! pemenangnya adalah Destiny Girl ", teriak wasit itu.
Semua penonton tidak menduga dan mereka saling berbisik mengghosipkan gadis itu.
" Kak Chi... gadis itu keren ya ", ujar Ilulu.
" I-iya hehe ", ucapku.
" Aku masih bisa lebih keren kok ", ujar Chuya.
Chuya yang tadinya diam tiba-tiba bilang begitu dan aku pun kaget dibuatnya.
" Eh gimana caranya ? ", ucapku.
Namun Chuya kembali diam lagi.
" Hahaha kalian lucu ", ujar Rey sambil tertawa.
" Sudah-sudah simpan saja tenaga kalian untuk pertandingan nanti ", ucap Ilulu.
Namun setelah kuliat-lihat gadis yang dari Grub Destiny Girl tadi sepertinya aku pernah melihatnya...
...----------------...