
" Aku suka sama Rey, maka dari itu aku mengajakmu jalan hari ini agar punya pengalaman dan bisa membuat Rey suka padaku ", ucap Chuya sambil menatap wajahku.
Dadaku terasa sesak saat mendengar hal itu, kenapa hatiku terasa sangat sakit? padahal aku bukan kekasihnya dia dan aku hanyalah teman, aku berusaha tegar menghadapi ini dan menjawab nya dengan kalem.
" Kenapa kamu mengatakan hal itu padaku? ", ujarku.
" Karena kamulah yang bisa akrab dengan Rey... sudah lama aku menyukai dia tapi aku belum pernah menyampaikan perasaanku padanya, Chi... bantu aku ya hehe ", ucap Chuya.
Dug dug... dug dug...
Sakit... rasanya sakit... hatiku ingin meledak, kenapa aku malah cemburu padanya?
" Uhm boleh kok, kamu mau dibantu gimana? ", kataku.
Matahari mulai terbenam tanda hari sudah mulai gelap. Biang La La nya pun berhenti dan kami segera keluar dari sana. Aku dan Chuya lanjut mengobrol sambil berjalan pulang.
Tap... tap... tap...
" Apa tipe cewe yang disukai Rey? tolong tanya ke dia ya Chi... dan lagi, apa ada gadis yang sedang disukainya? dan... uhmm... kurasa cukup itu, oh iya nanti sampaiin surat dariku ya Chi untuk Rey hehe, aku malu ", ucap Chuya sambil menyodorkan suratnya itu.
Sakit... sakit banget coy... orang yang kusuka mengatakan hal itu didepan mataku sendiri, aku berusaha tenang tapi sepertinya susah...
" Anu... baiklah akan kutanyain dia nanti, tapi bisa gk Chuya... kamu pulang duluan ya ", ucapku dengan senyuman palsu.
" Mau kemana Chi ? ", tanya Chuya.
" Ah hehe, aku mau beli sesuatu dulu kok, nanti aku pulang ", mataku berubah warna menjadi merah, hawa kesal, sedih, kecewa, dan benci merasuki diriku.
" Ah baik... hati-hati ya Chi... ", Chuya langsung pergi dan kembali ke rumah.
" (Sialan... kenapa??? ada apa denganku?? aku bodoh ya... haha dasar gajelas... mati saja... mati saja...) ", gumamku dalam hati.
" Teleport ", aku pergi di sebuah tempat yang agak jauh, di tempat itu ada sebuah bangunan yang sangat kuno, aku memasuki bangunan itu untuk meredamkan amarahku.
" Huft... huft... kurasa disini lebih baik... ", ucapku sambil menyentuh dadaku.
Aku menangkan diriku dengan menjelajahi bangunan itu. Setelah beberapa menit berjelajah aku baru sadar bahwa bangunan itu adalah labirin dan aku lupa jalan pulangnya.
" Hadeh... malah jadi tersesat gini, gpp lah buat main-main saja disini dulu, aku malas pulang juga ", ucapku.
Hawa marah dan kesal masih menyertaiku, rasanya aku ingin segera membunuh beberapa monster.
Tap... Tap... Tap...
Aku merasakan keberadaan makhluk yang masih hidup di kuil itu, aku pun mencarinya...
" Gosh... Gosh... capek juga... huft... ", Aku kelelahan karena daritadi belum makan juga, aku butuh stamina... jangan bilang nanti akan mati kelaparan :v
Aku menemukan sebuah peti kuno, namun aku curiga apa isi peti itu...
" Woe... permisi... ada orang didalam? wahai peti jawablah aku ", ucapku kepada peti itu.
" Hooo... kau berani ngacangin aku ya, BAIKLAH SINI KUHAJAR KAU ", teriakku jengkel.
Sett...!!!
Gubrak...!!!
Aku membanting peti itu sampai hancur.
" Hahaha makannya lain kali jawab dulu kalau orang lagi ngomong ", ucapku ke peti yang sudah hancur itu, tetapi...
" Aku jawab kok ", suara cewe.
Peti yang sudah hancur itu ternyata isinya adalah seorang gadis kecil yang agak pendek, memiliki mata berwarna ungu, berambut pink dengan gaya lurus panjang, dan dia berpakaian seperti vampir.
" Siapa kamu? ", ujarku.
" Wah wah... harusnya aku yang nanya itu ke kakak, karena kakak mengganggu tidurku ish ", ucap cewe itu.
" Oh jadi kau ini apa? ", tanyaku.
" Hihi... kenalkan aku ini adalah vampir sekaligus Raja Iblis disini, aku sedikit berterima kasih padamu karena sudah membangunkanku setelah 5 tahun tertidur, aku bosan saat tidur ", ujar cewe itu.
" (Raja Iblis ya... sudah yang kedua kalinya setelah Bu Lucy yang juga merupakan Raja Iblis) ", gumamku.
" Oh aku liat kamu sedang depresi ya? apa kamu sedang sakit hati? :< ", ucap Cewe itu.
Aku harus berhati-hati menghadapi Raja Iblis ini...
" Apa maksutmu, aku biasa saja ", jawabku.
Seketika cewe itu mengeluarkan asap berwarna pink yang sangat tebal.
" Apa apaan ini, ini kentutmu ya? ", ujarku.
" Enak saja kentutku, ini adalah skill ku tau bodoh ", ujar cewe itu.
Tiba-tiba aku merasakan sensasi seperti mabuk, ini membuatku nyaman... stressku mungkin bisa hilang berkat hal ini.
" Nah nah... gimana? kamu boleh kok disini terus dengan aku, tentu saja aku akan membuat nyaman berada disini hihihi, daripada sama gadis yang sudah membuatmu sakit hati kan? ",
" Memang benar sih kamu itu... ", ucapku.
" Nah nah, yuk sini aku peluk, aku akan membuat nyaman hanya saja bayar dengan darahmu ya, auhmm... ", cewe itu menggigit leherku sambil mengelus elus badanku dibalik kabutnya yang tebal itu.
" Nyam... lezat... benar kan? ayolah jangan kembali dengan teman-temanmu yang hanya memanfaatkan kekuatanmu itu, mereka hanya akan jadi beban, sini bersama ku saja enak-enak disini ", cewe itu atau mungkin vampir itu menggodaku terus terusan sampai tubuhku hampir lemas dibuatnya.
" Uhm iya, kau benar... tapi maaf ya... ", ucapku.
Netral...
Aku merapalkan mantra sihir untuk menghilangkan efek serangannya tersebut.
(Note: Netral adalah skill sihir yang berguna untuk menghilangkan semua serangan dari musuh, skill sihir tingkat 10)
" Apaaa, siapa kau sebenarnya... kenapa kau bisa memakai skill itu yang setara dengan Raja Iblis lainnya, apa jangan-jangan kau juga Raja Iblis? ", ucap cewe vampir tadi.
" Maaf ya, aku juga tidak tahu siapa diriku ini, hihihi ", ucapku dengan nada seperti seorang pembunuh.
" Menarik juga ya kakak ini, aku jadi ingin menikahimu loh, hahaha ", ucap cewe vampir itu sambil ketawa.
" Cih, dasar murahan... kuakui kamu memang cantik, hanya saja... maaf ya, aku sudah jatuh cinta sama orang lain ", ucapku dengan tersenyum.
" Dasar bocah... baru segitu saja sudah sombong, Charming Spoke ", vampir itu menggunakan skillnya tadi lagi untuk melemahkanku.
(Note: Charming Spoke adalah asap yang dapat memikat hati pria maupun wanita dengan pesonanya, skill sihir tingkat 10)
" Kenapa kamu menggunakan 2 kali skill yang sama? padahal dah tau sebelumnya ga--- ", saat aku berbicara tiba-tiba dia memelukku dari belakang.
" Nah nah bagaimana sekarang manis, hihi... perlahan-lahan aku akan mencakar tubuhmu dengan kukuku ini, hihihi ", ucap vampir itu.
" Oh ? ", tanyaku.
" Eh... mata merah itu... ", ucap vampir itu.
Slash, slash...!!!
" Garyou Tensei ", aku menggunakan katanaku untuk menebas dengan cepat vampir itu hingga dia menjadi potongan-potongan kecil yang terlihat seperti daging biasa.
(Note: Garyou Tensei adalah skill katana tingkat 4/maks)
" Fyuh... tapi masih belum selesai... ", ujarku.
Wushhhh...!!!
Vampir itu kembali hidup di tempat dia mati kutebas.
" Hei tunggu dulu... siapa sebenarnya dirimu? mata merah itu... seperti tidak asing bagiku ", ujar vampir itu.
" Apa maksudmu, aku hanya sedang kesal sekarang, diamlah dan jawab pertanyaan ku, atau tidak aku siksa kamu ", ucapku dengan nada dingin.
" Cih baiklah, kau tau banyak ya tentang Raja Iblis, silahkan tanya saja... ", ujar vampir itu.
" Kamu Raja Iblis kan? bisa tau gk keberadaan Raja Iblis lainnya? ", ucapku sembari mengikatnya dengan tali biasa yang sudah kuberi anti sihir agar dia tidak bisa merapal sihir.
" Haha, kau cerdik juga ya... tenang saja, tanpa di ikat begini akan kukasih tau, kami Raja Iblis memang dapat mengetahui posisinya masing-masing ", ujar vampir itu.
" Baiklah, aku percaya itu... hanya saja, kalau sampai berbohong... kau akan kutahan ditempat yang mengerikan ", ujarku.
" Tenang saja kau kan yang sudah membantuku bangkit dari penjara itu juga, aku harus berterima kasih padamu, hanya saja aku butuh darah agar kekuatanku bisa dipakai ", ujar vampir itu.
" Baiklah, kau boleh mengambil darahku, tapi jangan dengan darah temanku ", ucapku sambil menodongkan katanaku ke lehernya.
" Hahaha tenang saja, buat apa aku mengambil darah teman-temanmu yang tolol itu, apalagi dengan cewe yang membuatmu depresi itu ", ucap vampir itu.
Sringg...!!!
" Sekali lagi kau menghina temanku, hal buruk akan terjadi padamu ", ucapku sambil mengacungkan pedang ke arahnya.
" Kalem kalem, aku hanya canda hahaha, ngomong-ngomong namaku adalah Ilulu ", ujar Ilulu.
" Tidak butuh ", jawabku singkat.
" Heee jahat... ", ujar Ilulu.
Aku terpaksa pada malam hari itu tidur bersama vampir, karena suasana hatiku yang masih belum siap untuk balik ke rumah.
Sementara itu...
" Chi dimana ya... kok dia belum pulang ", ucap Chuya sambil melihat langit malam yang indah dibalik jendela kamarnya.
" Woee Chuya... sini makan dulu ", teriak Rey yang sedang menyiapkan makan malam untuk 4 orang.
Chuya bergegas menuju tempat makan.
setelah selesai makan...
" Loh itu sisa 1 piring... apa kak Chi masih belum pulang? ", tanya Lili.
" Aku tidak tahu, terakhir bilang dia mau beli sesuatu, harusnya aku menemaninya, semoga dia baik-baik saja... hiks hiks ", ucap Chuya dengan nada sedih.
" Tenang saja Chuya, dia kan Chi... dia kuat kok, kamu tau kan, kata Ryu Chi sendirianlah yang menghabisi 5 ekor Naga Finstren, bahkan petualang Diamond yang menjadi puncak masih belum sanggup ", ucap Rey untuk menghibur Chuya.
" Iya loh kak, Chi itu kuat, tenang saja ", lanjut Lili.
" Makasih, Rey dan Lili ehehe, hanya saja tadi Chi kelihatan marah dan matanya berubah menjadi merah ", jawab Chuya sambil mengusap air matanya yang keluar sedikit.
...----------------...