
Brushhh...!!!
"Menyingkirlah kalian !!! ", teriakku sambil menghindari serangan semburan api tersebut.
Aku, Chuya, dan Rey berhasil menghindari serangan itu. Hanya saja Lili terkena sedikit serangan tadi.
"Akh... aduh... panas...", ucap Lili sambil memegang tangan satunya yang terkena semburan tadi.
Kami bertiga langsung mendekati Lili dan aku berusaha untuk segera menyembuhkannya menggunakan skill Heal ku
"Kalian berdua cepat jaga-jaga jika ada serangan lagi ", perintahku ke Chuya dan Rey.
"Baik !! ", ucap mereka berdua.
Gruoahhhh...!!!
Sosok naga yang besar datang menghampiri kami, dia berwarna hitam gelap, memiliki tanduk 1, dan memiliki nafas api yang sangat panas.
"Itu dia... Finstren... Asaka, tolong jaga Lili, kami berdua akan segera menghabisi naga itu ", ujar Rey, ia pun berlari ke arah Naga itu untuk mengalihkan perhatian.
"Baik!!! Mega Shield ", aku merapalkan mantra itu agar mengurangi kemungkinan terluka jika terkena serangan.
(Note: Mega Shield adalah skill sihir tingkat 6)
"Chuyaaa !!! ", teriak Rey yang sedang memancing naga itu.
"Baiklah... wahai dewa berikanlah aku kekuatan untuk menumpas kejahatan---", ucap Chuya yang sedang merapalkan mantra.
"Cepatlah Chuya... ukh ", Rey terpental ke tembok karena serangan ekor naga itu.
"Selesai sudah... Finale !!! ", teriak Chuya sambil mengarahkan tongkatnya ke naga itu.
(Note: Finale adalah skill tongkat sihir tingkat 4/maks)
Arghhh....!!!
Ledakan Dahsyat yang datang dari atas berwarna putih menyilaukan menimpa naga itu, sepertinya itu berkat skill sihir dari Chuya.
Kabooom!!!
Suara ledakan yang sangat besar sampai-sampai aku menutup telingaku untuk mengurangi sakit yang ditimbulkan karena suara itu.
"Hebat...", ucapku dengan muka terkesan.
Naga itu pun menghilang lenyap, dan terdapat drop item tanduk naga finstren.
"Kita berhasil, Chuya... tolong ambilkan drop itemnya sebagai bukti kita sudah membasmi naga itu ", perintah Rey ke Chuya.
"Baikkk Rey ", Chuya langsung pergi mengambil drop item tersebut.
"Ugh... maaf ya... Lili malah jadi beban, makasih ya sudah mau menjagaku Chi ", ucap Lili sembari perlahan mencoba untuk berdiri.
"Ah, sudah kewajiban kan membantu teman itu, hehehe ", ucapku.
"Woe kamu tidak apa-apa Lili ? " ucap Rey.
"Hu um, sudah mendingan berkat Chi tadi ", ucap Lili.
"Baguslah kalau begitu ", Ucap Rey.
Brukh...
Tiba-tiba Chuya tergeletak lemas, dan aku pun langsung mendekati Chuya untuk memeriksa keadaannya.
"Chuya... kamu kenapa ? ", ucapku sambil memangku dirinya.
"Hosh... hosh... gpp Chi, hanya kecapean saja hehe ", ucap Chuya.
"Oh aku lupa, biasanya setelah memakai skill tadi dia memang gitu, kehabisan mana ", ucap Rey.
"Sini biar aku bantu... Recovery ", ujar Lili sambil merapalkan mantra sihir ke Chuya.
(Note: Recovery dapat memulihkan mana dan dapat menghilangkan kutukan, skill sihir tingkat 5)
"Makasih Lili, sudah mendingan... hehehe ", ucap Chuya dengan nafas lemahnya.
"Kalau begitu sambil nunggu Chuya pulih... kita istirahat dulu disini, dan tetap jaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi nanti ", ucapku.
Kami semua langsung beristirahat sejenak, dan aku memasang seperti alarm sihir ke area terdekat jika ada sesuatu yang mendekat kami bisa tahu.
"Ngomong-ngomong Chuya... bisa ajarkan aku cara memakai Finale tadi ? ", ucapku.
"Oh itu... kamu harus punya tongkat sihir dulu hehehe ", ucap Chuya.
"Ahhh sial... kenapa aku malah membawa 2 pedang dan 1 perisai, mana semua ini hanyalah kayu, ah... sebentar ", Aku membaringkan Chuya ke dalam sebuah Futon (tempat tidur kecil).
"Fyuh... untung aku bawa ini di tasku ", ucapku.
"Terima kasih ", balas Chuya.
Sambil menunggu Chuya... aku pun mengambil buku sihirku dan mempelajarinya sedikit-sedikit tentang job serta skillnya yang memakai pedang dan perisai.
(Ah... sudah lama aku tidak menelpon dewa, ada hal yang ingin kutanyakan kepadanya... terutama tentang kapasitas mana ku, aku tidak mau lagi mengorbankan nyawaku hanya untuk mengeluarkan skill sihir hahaha, bosan mati konyol lagi aku)
Tit... tit... tit...
Alarm sihirku berbunyi dan benar saja, ada 3 ekor Naga Finstren yang mendekat kesini, untung saja Chuya dan lainnya sudah membaik
"Teman teman, cepat siaga aku dan Rey yang akan memancing naga-naga itu, lalu Chuya nanti rapalkan sihir tadi lagi, untuk Lili kamu membantu kami dengan perkuat atribut kami", teriakku yang sedang memberikan mereka komando... tunggu dulu... sejak kapan aku bisa mengatur strategi seperti ini?:v
"Baikk !! ", ucap serempak mereka bertiga.
Gruoahhhh...!!!
Ketiga naga itu sudah mulai dekat, kami pun segera melakukan rencana kami. Aku dan Rey berlarian mengelilingi naga-naga itu untuk mengulur waktu.
"Kesini naga jelek, bleee...", teriakku ke naga itu sambil berlarian.
Syuut... Syuut...
Naga-naga itu mengayunkan ekornya dan mengarahkan ke aku dan Rey.
Aghh...
Aku dan Rey terkena ayunan ekor mereka dan terpental sedikit.
"Padahal sudah memakai perisai, tapi masih saja sakit ", ucapku.
"Protection, aegis, recovery, deff up ", Lili pun tidak mau kalah juga, dia merapal mantra-mantra sihir type support untuk kami.
(Note: Protection berfungsi menambah kekebalan fisik dan aegis menambah kekebalan sihir, keduanya adalah skill sihir tingkat 2)
(Note: Deff up berfungsi untuk menambah deff, skill sihir tingkat 1)
Aku dan Rey melanjutkan berlarian ke arah naga-naga itu sambil menunggu Chuya selesai merapal mantra.
"Chuyaaaa... apa sudah selesai ?? ", teriak Rey.
Brushhh...!!!
Semburan salah satu naga mengarah ke Chuya.
"Mega Shield ", teriak Lili yang mengarahkan sihirnya ke Chuya.
Duaar...!!!
(Bagus Lili, teruskan...)
"Selesai sudah, Rey... Chi... menyingkirlah", teriak Chuya.
"Baiklah !!! ", ucapku dan Rey.
Set...!
Finale...! (ucap Chuya dengan nada anggun)
"Berhasil... !!! ", teriakku.
"Haha sudah selesai ", ucap Rey.
Kami pun langsung tergeletak karena kelelahan, dan Lili yang akan mengambil drop item untuk menyimpan bukti.
Namun... masih belum selesai !!!
Gruoahhhh...!!!!
GRRR...!!!
Aku mendengar suara naga lagi, mungkin mereka sekarang ada 4 atau lebih...
"Gawat... ada lagi yang menuju kesini, kita harus apa ? ", ucapku panik.
Chuya dan Rey tidak berkutip karena mereka terlalu lelah, kini tinggal aku dan Lili yang masih bertahan... bentar, kan bisa makai item teleportasi, Hahaha.
"Woi kalian, cepat pakai item teleportasi ! ", teriakku panik.
Kami semua segera memakai item teleportasi, hanya saja.
"Apa? tidak bisa ? ", ucapku.
Dan tidak hanya aku, mereka bertiga juga tidak bisa memakai item itu, apa yang barusan terjadi? apa gara-gara tempat ini?
"Asaka... seperti sudah akhirnya kita disini ", ucap Rey dengan tersenyum.
"Iya, Rey benar Chi... kita pasrah ", sambung Chuya.
"Tidak.... masih ada harapan, aku bisa memanggil Ryu dan bisa melakukan sihir teleportasi ", ucapku.
"Summon Pet !!! ", teriakku.
Namun itu juga tidak bisa, aku tidak bisa memakai sihir lagi.
"Percuma Chi, aku melihat ada pembatas sihir di area ini, sepertinya kita sudah dijebak, kita tidak bisa memakai sihir lagi ataupun item ", ucap Chuya.
"Chi... dibelakangmu...", ucap Lili dengan nada lemas.
"Eh ? ", aku berbalik dan...
Bag Bag Bug...
Kami ber empat terpental berkat hentakan kaki para naga itu, dan hanya aku yang terpental paling jauh.
"Sial... Hoekk...", aku memuntahkan darah...
Kami berempat tergeletak lemas dan tak berdaya di hadapan para naga itu.
"Chi... larilah ", ucap lemas Lili
"Iya benar Chi, selagi bisa, kami sudah tidak bisa bergerak sedikitpun ", lanjut Rey.
Diantara kami, yang paling parah adalah Chuya, dia sepertinya sudah pingsan, aku tidak tahu...
Brushhh...!!!
Mereka bertiga terkena semburan naga-naga itu.
"HENTIKANNN!!! NAGA SIALAN ", teriakku sambil sedikit menahan tangisanku.
Bag Bag Bug
Mereka bertiga terpental sekali lagi, dan sepertinya sudah sangat parah keadaan mereka, aku memang beruntung karena hanya aku yang terpental paling jauh, tapi aku tidak bisa meninggalkan teman-temanku.
" Kumohon hentikannn!!! "
Aku berteriak terus sampai tenagaku hampir habis.
Brushhh...!!!
" Sudah... tolong hentikan... hiks... hiks... "
...----------------...