
Tap...tap...tap...
Laki-laki tersebut langsung menghampiri kami berdua.
"Ah... Rey... ", ujar Chuya.
"Apa kalian lagi enak-enakan ? ", tanya laki-laki itu.
"Ah... ini hanya salah paham kok, ehehehe benar kan Chuya ? ", alasanku.
"Hmm ya sudah, yang lebih penting lagi, Chuya... ada orang yang sedang mencarimu diluar ", kata lelaki itu.
"Ahh... ok... aku duluan ya dan tolong jaga Chi ya Rey, dia sedang sakit jadi aku memberi sedikit pelukan ke dia tadi ", ucap Chuya.
Laki-laki itu pun mengangguk dan Chuya pun segera pergi dari kamarnya. Kini hanya ada aku dan laki-laki yang dipanggil Chuya dengan nama Rey. Beberapa saat setelah Chuya pergi kami pun saling diam.
Heninggg...
Rasa canggung mulai datang, aku pun mulai bertanya agar tidak terasa canggung.
"Ah... tadi namamu Rey ya? apa kamu temannya Chuya ? ", tanyaku kepo.
" Blue Rey... itu namaku, kamu anak baru yang tadi siang menghancurkan tembok kan ? ", ujar Rey.
"Ehh? emangnya aku hancurin tembok ya ? ", tanyaku.
"Oh mungkin sih, tapi kata orang-orang kamu langsung pingsan 4 jam setelah melakukan hal itu ", Ujar Rey. sambil menatapku dengan tajam
"Hehh?? yang bener cuy, gilaaa sekarang jam berapa ? ", ucapku.
Aku pun langsung melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 8 malam dan anehnya aku tidak merasa lapar setelah bangun tadi.
"Humm... aku mau pergi dulu kekamarku, duluan ya Rey ", ucapku sambil berjalan menuju pintu.
Sret...
Tanganku ditahan oleh Rey.
"Hmmm... ada apa ? ", tanyaku.
"Kamu... pacarnya Chuya ? ", tanya Rey.
"Ya bukanlah, kami hanya teman... Ooooo... apa kamu suka pada Chuya ya?? cieeee....", ucapku dengan nada ngeselin.
"Fyuhhh... aku lega ", ucap Rey.
Rey pun langsung pergi meninggalkanku, Apa yang dia pikirkan? sudahlah, mungkin dia punya rasa ke Chuya?
Tak lama setelah itu, aku juga segera keluar dari kamarnya Chuya sambil membawa tasku. Dan ternyata kamarnya Chuya bernomor 332 yang tepat berada disebelah kamarku, Hahaha tidak cuman tempat duduk yang bersebelahan, kamar pun juga.
Aku pun mulai tidur....
Zzz...zz...z...
...----------------...
Hari esok tiba, aku langsung menuju kelasku namun disepanjang lorong kelas, aku diliatin oleh semua murid yang ada disekitarku. Mungkin gara-gara kejadian kemarin sih...
Aku masuk ke kelasku dan langsung duduk dibangku seperti kemarin.
"Selamat pagi Chi... gimana kabarmu kemarin ? ", ucap Chuya.
"Pagi juga Chuya... aku sehat kok, hihihi...", jawabku dengan penuh semangat.
"Oh iya Chuya, kamu kemarin malam memangnya pergi kemana ? ", tanyaku.
"Oh itu... anu... ehm... aku tidak bisa mengatakannya padamu ", jawab Chuya.
Teng... teng... teng... (bel masuk sekolah pun berbunyi)
Bu Lucy pun masuk ke kelasku dan langsung memberikan materi.
Suasana satu kelas pun menjadi heboh, banyak siswa dan siswi yang senang dengan pelatihan kali ini.
Karena aku belum terlalu mengerti, aku langsung mengecek dibuku sihirku dan memang benar ada 5 tingkatan tentang kelangkaan pet, aku mengurutkan dari yang paling rendah, yaitu:
-Common
-Rare
-Epic
-Legend
-Mythic
Aku berpikir akan mendapatkan Common pet karena aku baru pertama kali melakukan sihir ini, mungkin tidak dapat atau gagal.
"Ayo anak-anak, kita pergi ke lapangan dulu ", teriak Bu Lucy.
Semua murid dikelasku langsung bergegas ke lapangan untuk melakukan sihir itu.
Tap... tap... tap...
"Bu Lucy akan memberikan contoh secara langsung, mohon diperhatikan, tidak ada pengulangan dan tidak ada pertanyaan ", tegas Bu Lucy.
SIAPP BU...!!! (teriak semua murid di lapangan)
"Summon pet... ", Bu Lucy merapal mantra.
Sebuah lingkaran sihir pun muncul, lingkaran itu berwarna kuning dan sosok hewan yang dipanggil mulai terlihat.
Wusshhhh....
Cahaya yang dikeluarkan hewan itu sangat terang, perlahan-lahan wujud hewan yang dipanggil Bu Lucy terlihat dengan jelas.
Grrrr....
Hewan itupun muncul, aku melihat wujudnya, ternyata hewan itu adalah singa.
"Kereeen bangett Bu Lucy... bisa memanggil singa ", ucapku sambil terkagum kagum sama Bu Lucy.
"Masih belum, aku harus mengelusnya 3 kali dibagian kepalanya untuk menjalin kontrak dengan dirinya ", ujar Bu Lucy.
Bu Lucy pun langsung mengelus kepala singa itu, sebagian energi Bu Lucy terkuras cepat... mengapa demikian? karena Bu Lucy Rajin Olahraga, canda hehe... maksutku karena berkontrak dengan hewan itu.
"Nah anak-anak, tadi adalah contoh cara menggunakan skill pemanggilan hewan, semakin besar potensi kalian akan semakin besar juga kemungkinan mendapatkan hewan tingkat tinggi, yaitu Mythic.... ", ujar Bu Lucy.
Aku pun mengecek dibuku sihirku sekali lagi, dan ternyata benar... warna lingkaran pemanggilan berdasarkan tingkatan...
-Hijau \= Common
-Orange \= Rare
-Epic \= Ungu
-Legend \= Kuning
-Mythic \= Putih
Karena tidak sabar aku pun langsung memulai pemanggilan ku.
"Summon pet...!!!", teriakku dengan nada lantang.
Semua orang yang ada di lapangan langsung tertuju ke arahku. Langit berubah jadi hitam, awan terlihat pekat, lingkaran yang kudapat ternyata berwarna putih yang muncul dihadapanku... eh tunggu dulu... putih!!!!???
Gruoahhhh...!!!
...----------------...