The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 5



Aku menatapnya dari jauh... aku seperti mengenalnya. Gadis itu memiliki style rambut yang imut dan memiliki ekor yang mungil. Tidak salah lagi dia adalah Chuya, namun sepertinya dia tidak melihatku.


Tap... tap... tap...


Aku berjalan ke dekat meja guru bersama kepala sekolah itu.


"Anak-anak... mulai sekarang, ia akan menjadi siswa baru dikelas ini, mohon kerja samanya ya ", ujar kepala sekolah itu.


Burgh...


Kepala sekolah itu memberiku kode untuk memperkenalkan diriku dengan menyenggolku sedikit.


"Ah... uhmm... etooo.... halo semuanya, nama saya Chiro Asaka, kalian boleh memanggilku Asaka kok, hehehe...", sambil tersenyum paksa dan menggaruk garuk kepalaku.


Prokk... prokk... prokk...


Satu kelas memberikanku tepuk tangan, dan kepala sekolah pun menyuruhku untuk duduk di sana.


Aku berjalan dengan menundukan wajahku (malu) dan segera mungkin duduk ditempat yang dipesankan kepala sekolah tadi.


Kepala sekolah itupun pergi.


Tanpa sadar ternyata aku duduk disebelahnya Chuya...


Chuya tidak berkata apa-apa, namun dia tersenyum lembut ke arahku, ntah kenapa aku malah tersipu malu olehnya.


"Chuya... itu kamu kan ? ", tanyaku agak ragu.


"Benarrr, hahahaha...", dia tertawa.


"Apa yang kamu ketawain?, bodoh...", tanyaku kesal.


" Habisnya, mukamu lucu sih... malu malu gituuu hihihi ", dengan nada mengejek.


"His bikin kesal aja ", eluhku.


Tap...tap...tap...


Guru pun datang, dia seorang wanita yang cantik, tinggi, memiliki poni yang panjang dan berbau wangi.


"Selamat pagi anak-anak, sambil menunggu Bu Lucy yang sedang mempersiapkan materi... kalian buka buku sihir kalian ", ujarnya.


Aku lupa, buku sihir apakah yang ia maksud? apa mungkin yang diberikan nenek kemarin ya, aku pun mengeluarkan buku sihir itu.


"Oh... kamu anak baru kan?, coba kesini dan bawa bukumu ", kata Bu Lucy.


Aku maju dengan membawa buku itu.


"Hoo, siapa namamu ? ", tanya Bu Lucy.


"Chiro Asaka....", jawabku singkat.


"Kamu dapat buku ini darimana? tidak sembarangan orang bisa memiliki dan menyentuh buku ini loh, saya saja butuh bertahun-tahun latihan agar bisa menyentuh itu buku ", ujar Bu Lucy.


Serempak semua siswa dikelasku langsung menatapku dan saling berbisik.


"Anu bu... aku dapat dari nenek-nenek, aku belum mengenalnya lebih sih, tapi dia menghilang begitu saja, dan satu lagi bu... ajarin aku cara baca huruf di buku ini dong, hehehe ", ujarku.


"Apaa??? kamu belum bisa baca huruf latin? padahal membaca huruf latin kan teori dasar menjadi penyihir ", ucap Bu lucy.


" Gini aja deh, sepertinya kamu tadi akrab dengan Mafuyu, ehm... Mafuyu!!! nanti saat jam istirahat kamu ajarin si Asaka untuk latihan membaca ya ", ucap Bu Lucy.


Chuya mengangguk-angguk yang berarti dia mau mengajariku. Aku pun kembali duduk, disepanjang pelajaran aku hanya menyimak dan melihat murid lainnya melakukan sihir yang Bu Lucy terangkan.


Aku sangat bosan... padahal kukira akan seru, aku harus bersabar sampai jam istirahat tiba.


Bel tanda istirahat pun berbunyi. Aku sangat menantikan hal ini dan langsung meminta Chuya untuk mengajariku.


"Woahhh akhirnya... Chuyaaa ajari aku dong hehe gk sabar nih...", ucapku dengan penuh semangat.


"Sini Chi... dari dasar dasar hurufnya ya...", Ucapnya.


Chuya pun mendekatiku... mungkin terlalu dekat sampai aku bisa mencium bau harum dari rambutnya. Ah tidakk... aku harus fokus.


Perlahan-lahan aku sedikit memahami tulisan latin itu, dan ternyata tulisan itu membacanya seperti bahasa Inggris di duniaku dulu, hanya berbeda huruf doang.


"Wah chuya... terima kasih, aku sudah bisa baca tulisan latin ini ", ucapku.


"Eh eh... baru 10 menit loh, Chuya pun masih ngenalin huruf-huruf latin doang ke kamu", ucap Chuya.


"Karena... cara membacanya sama seperti di duniaku sebelumnya, jadi mudah hehehe", Ucapku.


"Duniamu dulu...?? ", tanya chuya penasaran.


Aku pun langsung mencoba salah satu mantra di buku itu.


"Dash...!!! ", ucapku.


Tiba tiba aku melaju sendiri ke depan sampai nabrak tembok.


Brukk...!!!


Aku pun pusing, banyak bintang di atas kepalaku, perlahan-lahan aku tertidur (alias pingsan).


4 jam kemudian...


Ughh... dimana aku??? sepertinya aku berada dikamar, ehh apa ini? sensasi apa ini??


Nyut... nyut...


Aku tidak sengaja menyentuh dadanya Chuya yang sedang tertidur di kursi sebelah ranjang tempat aku tidur.


Chuya pun bangun....


"Hoaammm... Chi... kamu dah bangun ya...", kata Chuya.


"Chii.... jangan mati... hiks...hiks...", ucap Chuya sambil menahan tangis.


"Hey hey... kamu berlebihan, ini belum seberapa dibandingkan saat kamu menusukku tahu Hahaha....", ucapku.


Tidak kusangka ternyata Chuya sangat khawatir kepadaku, padahal kan cuman kecelakaan kecil.


"Ngomong-ngomong Chuya... ini dimana ? ", tanyaku.


"Ini dikamarku Chi... kamu boleh bobo lagi kok kalau mau, hihi ", dengan nada menggodaku.


Tidak tidak tidak aku harus kuat iman, walaupun aslinya pengin.


Chuya tiba-tiba memelukku dengan erat, rasanya sungguh hangat... aku merasa senang sih karena dipeluknya, namun...


Kreeek...


Pintu kamar terbuka, dan terdapat laki-laki yang masuk kekamar Chuya.


"Eh... Apa apaan ini woi ", Ucap laki-laki itu sambil kaget.


...----------------...