The Adventure Of Chi

The Adventure Of Chi
Chapter 24



KRINGGG...!!! KRINGGG...!!!


Jam beakerku berbunyi menandakan bahwa hari sudah pagi dan aku harus segera bangun.


Sebentar... bukannya jam beakerku sudah rusak?


Ceklek ( suara mematikan alarm jam beaker )


" Hoammm... loh... jam beaker? wah hebat... kamu hidup lagi? pakai immortalkah? hebat hahaha ", ucapku dengan mengarah ke jam beaker itu.


Mungkin aku sudah gila, setelah itu aku pun bergegas untuk sarapan bersama dulu dan latihan lagi untuk hari terakhir sebelum mulainya event Guild Petualang.


Saat aku makan bersama dengan lainnya. Ada suatu hal yang janggal, aku tidak melihat Chuya, mungkin dia masih tidur atau ngambek karena tidak tidur bareng? ah sudahlah.


Di meja makan hanya terdapat 4 orang yaitu, aku, Rey, Lili, dan Ilulu.


" Ngomong-ngomong... ada yang tau gak ? ", tanyaku sambil memakan nasi.


" Apa kak ? ", udap Lili.


" Jam beakerku sepertinya ada yang memperbaiki, tapi siapa ya ? ", tanyaku.


" Oh... jam beaker itu ya, kemarin malam aku liat sih Chuya memperbaiki jam, ternyata itu punyamu ya ", ujar Rey.


Setelah mendengar hal itu dari Rey, entah kenapa perasaanku sangat tidak enak, aku takut kalau Chuya dalam bahaya.


Srett... srett...


Aku bergegas keluar dari rumah untuk mencari Chuya yang menghilang dari pagi tadi.


" Woe mau kemana Asaka ? ", ucap Rey.


" Aku mau mencari Chuya, kalian tahu dia dimana? ", ucapku.


" Oh... tadi Chuya bilang mau jalan-jalan sebentar sih tapi dia membawa uang yang lumayan banyak sih ", ucap Ilulu.


" Baiklah... aku duluan ya, kalian latihan duluan saja nanti ", ucapku.


Wushhhh...


Aku pun melesat dengan cepat untuk pergi mencari Chuya di kota Scaro.


15 menit kemudian...


Aku mencarinya di Balai Kota dan toko pakaian namun tidak menemukan Chuya.


30 menit kemudian...


Aku pergi ke Taman Bermain kemarin saat kencan sama Chuya, namun tidak ada juga.


1 jam kemudian...


Aku sudah mengelilingi seluruh kota Scarodan bertanya ke orang-orang di jalan, namun masih belum menemukan Chuya.


" Gosh... Gosh... Gosh... dimana sih dia ", gumamku.


" Apa aku balik saja ya ", ucapku.


Aku pun segera pulang ke rumah karena merasa tidak bakal bisa menemukan Chuya dan meminta bantuan kepada teman satu rumahku.


" Rey, Lili, dan Ilulu...", ucapku dengan nada kecapean.


" Kenapa kau terlihat capek banget gitu, mending istirahat dulu disini dah Asaka, Chuya sudah ketemu ? ", ucap Rey.


Tanpa basa-basi aku pun langsung menjelaskan kalau Chuya menghilang.


" Hehh? serius kau Asaka ", ucap Rey dengan mata melotot kepadaku.


" Serius aku, huft ayo cari lagi kalau dia diculik kan bahaya ", ucapku.


Kami berempat pun langsung berpencar untuk mencari Chuya diseluruh kota, dari gerbang sampai istana, ehmm yang di istana kerajaan belum aku cek sih karena dilarang masuk disitu.


" Cih... aku harus memasuki istana itu, jika ada Chuya di sana aku akan menghajar siapapun yang menculik dia ", ucapku seperti seorang pria yang jantan.


Aku mencari cara untuk memasuki istana itu, pertama...


Tap... Tap... Tap...


Aku pun berjalan dengan sopannya mendekati penjaga di depan gerbang istana itu.


" Permisi pak atau ibu hehe, boleh masuk gak? saya mau mencari anak bernama Chuya ", ucapku polos.


" Hah! kau tersesat ya nak? mau kakak antar pulang ? ", ucap penjaga gerbang ke 1.


" Bapak kau tersesat, aku ini lagi mencari orang tau, dia hilang dari pagi tadi ", ucapku.


" Lah apa hubungannya sama bapak saya? sudahlah nak, cepat pergi dari sini baik-baik atau aku akan memakai cara paksa ", ucap penjaga gerbang ke 1.


" Cih... biarkan aku masuk... ", aku menerobos masuk ke istana itu dengan melompat, beruntungnya lompatanku di dunia ini 2x lipat lebih tinggi dari dunia sebelumnya hehe.


" Blee ", ucapku ke penjaga gerbang itu yang berhasil melewati gerbang masuk yang ditutup itu.


" SIALAN cepat tangkap anak itu ", teriak penjaga gerbang ke 2.


Aku segera berlari menuju ke dalam istana itu, tentu saja di dalam banyak orang, aku harus menyamar atau diam-diam seperti mata-mata, wuihh keren juga seperti di sinetron saja.


Setelah beberapa menit, aku terpikirkan sesuatu.


" Invisible ", aku menggunakan skill invisible untuk mempermudah menemukan Chuya tanpa ketahuan.


Aku segera mengecek satu persatu ruangan yang ada di istana yang besar itu.


3 jam kemudian...


" Gosh... Gosh... Gosh... dimana sih, energi sihirku juga mau habis juga, bisa gawat kalau skill Invisible ku ini hilang di tengah jalan, padahal semua ruang sudah kujelajahi ", ucapku.


" Oh aku kurang yang satu itu ", ucapku sambil mendekati ruangan itu.


Kreeek...


Aku membuka ruangan itu dan segera masuk dengan perlahan.


" Sip... aman dah... ", ucapku dengan pedenya.


Saat aku melihat di sekitar ruangan itu yang ada hanyalah kamar yang sangat megah mungkin ini adalah kamar seorang putri.


" Hmm... disini juga tidak ada, eh... ", aku melihat seorang bayi laki-laki yang sedang duduk di lantai.


" Oh... hanya bayi ya, untung deh jadi gak ketahuan ", ucapku.


Drrtt...


Tiba-tiba almari yang ada di dekat bayi itu bergoyang. Aku reflek dan langsung menggendong bayi itu untuk menjauhi almari itu.


Brugh...


Almari tadi jatuh dengan kerasnya, untung saja aku berhasil menyelamatkan bayi ini, huft... siapa sih yang harusnya menjaga bayi ini hadeh...


Krekkk... (pintu kamar terbuka)


Sosok cewe pun datang, sepertinya dia bukanlah sembarangan cewe, karena pakaiannya seperti seorang putri bangsawan, mungkinkah dia orangnya yang menjadi putri di kota ini?


" Woe penculik bayi, jangan bergerak kau ", ucap putri itu.


" Ah tidak tidak tidak... aku bukan mau menculik bayi ini ", ucapku.


Tetapi putri itu masih tidak percaya dengan diriku, karena sudah lelah tidak menemukan Chuya, aku pun menyerah mencarinya di istana ini.


" Huft, nih bayinya ", aku menaruh bayi itu kembali ke lantai.


" Berengsek kau, dia itu adikku enak saja kau letakkan di lantai seperti barang mati saja ", ucap putri itu.


" Oh... dia adikmu ya, hahaha bodoh sekali kakaknya, kalau kau kakak yang sayang sama adiknya, harusnya kamu jaga dia dengan baik, lihatlah almari itu ", ucapku.


Saat si putri itu melihat ke arah almari yang ambruk itu, aku pun sudah menghilang dari hadapannya.


" Cih kabur kan penculik itu, maksutnya apa coba almari ambruk ", ucap putri itu.


Aku pun memakai sihir teleportasi dan kembali langsung ke rumahku.


" Huft... aku pu--- ", aku melihat Chuya yang sudah ada di rumah dengan posisi duduk manis seperti biasanya.


" Heh... kok Chuya sudah disini? darimana saja kau Chuya ", ucapku dengan kesal.


" Oh... tadi aku di belakang rumah ini kok, aku latihan sedikit tadi ", ucap Chuya.


" Wah Asaka, kau dah pulang ", ucap Rey.


Aku menjelaskan apa yang terjadi padaku hari ini gara-gara Chuya tidak ada tadi pagi, aku sangat marah sekaligus kecapean.


" Hahaha kok bisa sih kau itu, sampai masuk istana ", ucap Rey dengan tertawa bahagia.


" Maaf Chi buatmu khawatir hehe ", ucap Chuya.


Aku kesal karena waktu yang harusnya bisa kugunakan untuk latihan di hari terakhir malah kebuang. Capek setelah mencari Chuya tadi, aku pun langsung pergi ke tempat tidur dan segera baring di tempat tidur.


Kreeek...


Pintu kamarku dibuka oleh Chuya, ia segera masuk ke kamarku.


" Hah Chuya? mau tidur bareng kah? gak boleh ", ucapku dengan nada dingin.


Namun Chuya menggeleng tetapi dia ingin memijat tangan dan kakiku samlai aku tertidur.


Aku memperbolehkannya sih hanya saja ini jadi merepotkan dirinya.


" Chuya... anu... kamu yang memperbaiki jam beakerku ya ? ", tanyaku ke Chuya.


" Iya, hihihi kamu suka ? ", ucap Chuya dengan memasang muka imut.


" Terima kasih ", ucapku yang sedang terbaring di kasur.


Chuya membalasnya dengan senyum manis kepadaku, lagi-lagi dia bikin aku salah tingkah dan aku langsung membuang mukaku.


Zzz... Zz... z...


Aku tertidur....


" Selamat malam Chi ^-^ ", ucap Chuya sambil mengelus rambutku.


...----------------...