
"Baiklah, aku tidak suka berbasa basi. Aku langsung keintinya saja. Aku ingin pergi."
Cukup lama hening di antara keduanya. Veroniccha yang menatap Davino sambil tersenyum kecil, dan Davino dengan wajah terkejutnya.
Perlahan, Veroniccha dengan berani mengambil tangan Davino kemudian digenggamnya tangan itu di atas pangkuannya. Lucu baginya melihat Davino yang masih belum tersadar dari lamunannya sampai kemudian ia tersentak mendengar kekehan kecil dari perempuan di sampingnya.
Sekilas Davino merasa bodoh karena tak dapat mengendalikan dirinya di depan objek yang tadi ia targetkan sebagai tokoh yang akan ia jahati. Apa-apaan dengan keadaan sekarang! Bahkan tangannya kini merasa tenang di dalam genggaman perempuan aneh itu yang sialnya menjadi istrinya.
Dengan cepat, ia segera menarik tangannya yang kemudian sia-sia. Veroniccha yang terlihat seperti wanita loyo yang mudah ditindas ternyata mempunyai tenaga yang cukup kuat karena Davino tak dapat mengambil tangannya kembali.
Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.
Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.
Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.
##. Seberapa tahu perempuan ini tentang dirinya?
Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.
Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.
Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.
## ayahmu menanyakan keberadaanmu?" ini jauh lebih gila dari prediksinya. Memang, Veroniccha pergi dari hidupnya adalah tujuannya. Tapi, ada dua keluarga yang harus ia beri penjelasan nantinya.
"Kau tenang saja. Ia takkan menyelahkanmu jika aku pergi. Aku pasti akan kembali," jawabnya santai. Ia turun dari ranjang dan meraih sepatu ketsnya kemudaian memakainya.
" yang tidak pernah berciuman sebelumnya. Apalagi ia memiliki kekasih. Hanya saja.. Ketika Veroniccha yang melakukan itu, rasanya.. Sedikit berbeda.
**
Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.
Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.
Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.
##
***Davino Karllen ***
Kau harus mau. Ini demi hubungan kita. Dan aku tidak mau berpisah denganmu, sayang,
***Ramanda Nina ***
Kau sudah menikah, Dave. Sadarlah.
***Davino Karllen ***
Pokoknya kita harus bertemu jam makan siang di café biasa dan kau harus datang sayang. Aku tidak menerima penolakan.
Setelah pesan yang terakhir terkirim, Nina hanya membacanya tanpa membalas. Namun Davino mengartikan itu sebagai persetujuan bahwa Nina akan datang menemuinya nanti.
*__*
"Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.
Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.
Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.
## suka berlama lama berada di Roma. Entah mengapa aku tidak suka akupun tidak tahu. Jadi setelah sampai di Roma aku langsung menuju Pisa, Florence dan setelah itu Venice. Aku berharap suatu saat kau dapat merasakan Venice sepertiku. Tapi tentu saja tidak denganku. Hehe.
Vino, mengenai hubungan kita, aku sungguh masih dalam kegamangan. Ku rasa kau juga sama sepertiku. Kau tenang saja, aku tidak akan mengatur hubunganmu dengan siapapun. Terlebih dengan kekasihmu. Karna aku tahu Nina adalah gadis yang baik. Jadi ku harap hubunganmu dengan Nina juga baik baik saja.
Aku rasa aku terlalu banyak cerita padamu. Jaga dirimu baik baik ya ;)
.
.
.
.