Stay

Stay
Episode 1



" pandangannya.


"Sudahlah kalian jangan bertengkar. Mama akan semakin sakit jika kalian bertengkar." Nada –kakak ipar Davino, mencoba melerai keduanya. Ada hal yang patut disukuri dari memiliki kakak yang menyebalkan, setidaknya, kakak iparnya baik seperti malaikat.


"Davin, apa kau sungguh tidak ingin menikah dengan pilihan mama nak?" akhirnya, pertanyaan yang akan memulai kisah ini terucap.


"Usia Dave masih 28 tahun, Ma.  Masih banyak hal yang ingin Dave kerjakan." Davino menggenggam lebih erat tangan ibunya, mencoba untuk menyampaikan penolakannya secara halus.


"Usiamu sudah pantas untuk menikah nak. Hal itu dapat kau kerjakan bersama istrimu."


"Tapi Dave memiliki kekasih dan Dave sangat menyayanginya. Dave tidak akan tega untuk meninggalkannya, Ma. Tolong mengertilah." Davino kembali membayangkan wajah Nina –kekasihnya, di kepalanya. Membayangkan betapa kecewanya perempuan cantik itu jika kali ini ia tidak berhasil membujuk ibunya.


"Baiklah jika kau tidak mau. Mama tidak ingin memaksamu."


_©_


Kalimat terakhir ibunya di ranjang rumah sakit tidak berarti apa-apa sekarang. Karenasaat ini, Davino sedang mematut wajahnya di cermin. Mengamati dirinya yang sudah terlihat tampan dan bersiap untuk mengucapkan ikrar suci.


Sudah satu bulan sejak kejadian di rumah sakit yang membuat Davino hampir menghentikan napasnya saat monitor menunjukkan detak jantung ibunya yang melemah. Tidak ada pilihan lain saat itu selain pilihan ibunya. Rasanya lebih menyakitkan membayangkan kondisi ibunya saat itu ketimbang masa depan indahnya bersama Nina. Biarlah, perlahan Davino akan memberi pengertian kepada perempuan yang sampai saat ini masih menjadi kekasihnya itu.


Tentang siapa yang menjadi istrinya nanti dia tidak peduli. Faktanya perempuan itulah yang menghancurkan masa depannya saat ini.


Haruskah ia menjadi tokoh antagonis saat ini? Toh dia sudah cukup baik di hari-hari yang telah lewat juga kepada orang banyak. Sepertinya tidak masalah berperan jahat kepada istrinya sendiri saat ini.


Iya, kan?


berada di pipinya. Menghapus air mata yang keluar begitu saja.


_©_


Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.


Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.


Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.


## mandi. Menghilangkan seluruh penat yang  bersarang di kepalanya. Meski tidak ada pesta yang meriah di pernikahannya, tetap saja, Davino merasa lelah saat ini dan membutuhkan air secepatnya.


Di dalam kamar mandi, Davino banyak berpikir. Apa yang akan ia lakukan setelah keluar dari sini? Mau dibawa kemana pernikahan ini? Apakah ia memang harus menjadi antagonis disini?


yang dua jam lalu telah menjadi istrinya itu. Kalau dipikir-pikir, tidak ada yang aneh dari seorang wanita yang berpose dengan gaun pernikahan juga cincin yang melingkar di jari manisnya di depan kamera. Hanya saja, biasanya yang melakukan  hal seperti itu adalah pengantin yang saling mencintai dan pernikahan yang indah. Jangan harap hal itu terjadi pada pernikahan mereka berdua.


Davino masih terdiam di depan pintu kamar mandi sampai perempuan itu terkejut menyadari


keberadaannya.


Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.


Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.


Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.


##


Tidak berbohong, nyatanya Davino Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.


Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.


Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.


##


"Ckk, tatapanmu dingin sekali. Aku tidak akan beku kau tatap seperti itu," katanya sombong.


Sepertinya lawan mainnya saat ini adalah wanita yang tangguh. Apa istrinya akan jadi tokoh antagonis di kisah ini?


Oh sepertinya lebih cocok dia yang menjadi antagonis karena sudah menghancurkan hubungannya


dengan Nina.


"Davino Karllen. Boleh aku memanggilmu Vino saja? Aku lebih suka Vino ketimbang Davin ataupun Dave seperti yang orang lain Davino Karllen merasakan kebodohan yang luar biasa saat ia menerima tawaran Mamanya ---lebih tepatnya paksaan, untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi melihat kondisi Mama yang sangat dicintainya, ia pikir tak apa jika hanya melakukan kebodohan sekali saja.


Setelah resmi menjadi suami istri bahkan ia mempunyai segudang niat untuk membuat Veroniccha- istrinya, tak betah dan menuntut perceraian darinya. Namun siapa sangka rencana itu hanya tinggal rencana saat istrinya meninggalkannya tepat pada saat malam pertama mereka.


Davino pikir ini tak jadi masalah besar karena ia bisa melanjutkan jalinan kasihnya denan Nina. Tapi sebagaian dari dirinya merasa tak senang dengan keadaan ini. Terlebih lagi ketika sang Mama menuntutnya untuk mengubah istrinya agar berhenti melakukan perjalanan-perjalanannya.


##