
BRUUUGH
yah, kini dio jatuh tak sadarkan diri, dan brigitha yang menyadarinya pun menangis histeris, sampai aldo yang merasa ada keributan diluar pun segera mempercepat aktivitasnya dikamar mandi tersebut
"ada apa ini mah, kenapa papah bisa seperti ini" tanya aldo dengar raut cemas, pasalnya tadi aldo melihat sang papah sudah agak membaik dan kini malah terjatuh ke lantai tak berdaya
"cepat angkat papahmu aldo, nanti mamah kasih tau" pinta brigitha dengan cepat. aldo yang menedengarkan itu langsung mengangkat sang ayah ke kasur.
aldo dengan sigap menegcek keadaan papahnya, meskipun aldo hanya sebatas dokter umum tapi pengetahuan aldo mengenai jatung sangatlha bagus, yah aldo mempelajari itu karena aldo tau penyakit orang tuanya, dan brigitha saat melihat suaminya sudah tak berdaya pergi keluar untuk meminta dokter spesialis jantung untuk mengecek keadaan suaminya.
"dok, bagaimana keadan suami saya" itu adalah pertanyaan pertama yang keluar dari mulut brigitha
"untuk saat ini pak dio belum cukup baik, mengenai serangan jantung yang dideritanya, cobalah untuk tidak memberikan kabar kabar buruk dulu, karena takut akan memperburuk keadaan, tapi tenan saja, mungkin sebentar lagi pak dio akan sadar" ucap sang dokter dengan senyumnya.
"baik dok" jawab brigitha
setelah dokter pergi aldo langsung menghampiri mamahnya, pasalnya ldo masih penasaran mengapa ayahnya bisa jatuh pingasan dilantai dekat meja, yang ia tau tadi papahnya sedang berbaring dikasur. lalu aldo menatap meja itu seketika, yah ponsel aldo yang di letakannya itu sudah ada di gemnggaman brigitha.
"mah, apa yang terjadi sama papah mah?" tanya aldo
"apa maksud pesan perempuan ini aldo" bukannya malah maenjawab pertanyaan aldo, tetapi brigitha malah balik bertanya dengan wajah bersedihnya itu
"maksud mamah apa mah, aldo tidak mengerti mah" jawab aldo, saat itu pula brigitha langsung menunjukkan pesan masuk dari fany, saat aldo melihat pesan itu aldo langsung memblalakkan matanya, karena yang aldo tau dia sudah lama tidak ada komunikasi dengan fany.
"mah, aldo bisa jelaskan itu mah" jawab aldo sambil melihat nanar wajah mamahnya
"apa ini aldo, apa itu tandanya kamu tidak akan menikah, lalu apa perkataanmu kemarin aldo, mamah sama papah sudah senang mendengarkan itu, dan hari ini papahmu terkejut melihat ini, kamu taukan aldo, kami itu sudah tua, kami ingin melihat anak kebanggaan kami menikah, kami ingin melihat menantu kami, kami ingin menimangg cucu, apa kamu tidak sadari itu aldo?" jawab brigitha sambil menangis terhisak hisak
"mah, maafin aldo, aldo bukannya tidak ingin menikah, tapi fany sudah merusak kepercayaan yang aldo berikan mah, apa salah aldo membatalkan pernikah ini, aldo tidak mau salah memilih pasangan hidup mah, aldo mohon pengertian mamah, sekali ini saja mah" pinta aldo kepada sang mamah sambil menggenggam tangan sang mamah
"tapi aldo,," berfikir sejenak "baiklah, kita tunggu sampai papah sadar, setelah itu kita akan membicarkannya lagi" jawab brigitha
"baik ma" jawab aldo dan melepasakan tangan sang mamah dan berlalu kekursi dan meletakkna kepalanya diujung kursi.
brigitha yang melihat anaknya itu pun tak tega, hanya demi keegoisan orang tua ia tak mau anaknya sampai salah memilih pasangan hidup.
******
anita yang sibuk mencari lowongan pekerjaan itu akhirnya mendaratkan bokongnya dikursi yang ada ditaman itu, sambil sesekali menghirup udara segar, yah kini anita tengan susah payah menccari perkejaan untuk kelanjutan hidupnya dan untuk membayar pinjaman uang yang diberikan brigitha kepadanya.
"hmmm. sudah lama aku tak merasakan suasana seperti ini" gumam anita sambil melihat sekelilingnya dan pandangan matanya tertuju pada saru kelurga yang tengah berbagia, yah anita melihat suami istri bersama kedua anakanya sedang bercanda gurau dengan penuh kasih sayang dan dilengkapi dengan tawa lepas mereka, anita yang merasakan rindu pada kedua orang tuanya hanya bisa menahan kerinduan itu, dan tak sadar air matanya jatuh membasahi pipih.
saat anita hendak berjalan pulang air rintik rintik mulai berjatuhan dari atas langit, anita langsung pergi menyusuri jalan sedikit lebih cepat untuk sampai ditempat yang bisa berteduh dan tak lama kemudian anita mendaratkan dirinya di sebuah halte, saat itu pula hujan langsung turun deras, anita merasa lega karena akhirnya anita tak sampai basah kuyup akibat hujan.
sudah hampir 1 jam anita terduduk dihalte dengan kondisi cuaca yang tidak baik, hujan lebat dan jalanan hampir menunjukkan banjir anita yang saat itu merasa kedinginan langsung memeluk dirinya sendiri karena anita merasa badannya sudah menggigil.
tak lama berlangsung aldo yang meliha anita dihalte merasa kasihan, dan saat itu pula aldo memberhentikan mobilnya dan langsung mengambil payung untuk menjemput anita supaya masuk kedalam mobil aldo. anita yang merasa aneh dan takut langsung mengubah air wajahnya mejadi cemas dan pucat.
"kamu?" tanya anita
"yah, naiklah aku akan mengantarkanmu" jawab aldo sambil memberikan payung pada anita dan membawanya masuk kedalam mobil, anita yang menuruti perkataan aldo pun telah ada didalam mobi sambil bergumam
"betapa baiknya pria ini, bahkan bukan kali ini dia menolongku, apakah dia seorang malaikat yang Tuhan kirim padaku" gumam anita sambil memandangi wajah aldo, aldo yang merasa dilihatin pun merasa aneh
"untuk apa melihatku seperti itu? apa ada yang salah?" tanya aldo, dan seketika anita yang merasa dirinya tertangkap basah itu pun langsung salah tingkah
"hmmm, kenapa kamu mau menolongku? sementara kita tidak saling kenal?" tanya anita
saat itu pula dering di ponsel aldo berbunyi
TING
aldo yang sedang fokus menyetir pun langsung menepikan mobilnya karena melihat pesan masuk dari mamahnya
"nak, segeralah kemari, kondisi papahmu semakin memburuk" aldo yang membacanya pun langsung memutar balik tujuannya, anita yang merasa heran pun membuka suara
"apa ada hal buruk terjadi padamu tuan?" tanya anita yang melihat wajah cemas pada aldo
"maafkan aku jika aku...." kata kata anita terputus saat melihat aldo menancapkan mobilnya.
setelah sampai dirumah sakit anita yang tadi diam kini terheran karena rumah sakit ini adalah tempat ia bekerja dulu, dan entah mengapa anita tidak asing dengan ruangan yang aldo tuju ini, setelah anita menyadiri adanya brigitha didalam ruangan anita langsung mencium tanga brigitha dan menyapanya
" malam tante.." sapa anita dengan sopan
"malam sanyang, kenapa anita bisa disini?" tanaya brigitha yang melihta kedatangan aldo tidakah sendiri melainkan ia membawa anita bersamanya
"hmm... tadi " aldo langsung memotong pembicaraan anita
"aldo yang bawa dia kemari ma" jawab aldo
"apakah itu benar sayang" tanya brigitha kepada anita, dan hanya dijawab anggukan kepala saja oleh anita yang berarti membenarkan perkataan aldo, brigitha yang tak menyangka itu pun tersenyum.
"al...do...." ucap dio terbata bata, mereka yang menyadarinya pun langsung mendekatkan diri kesuara tersebut
"papah, aldo disini pah, apa papah inginkan sesuatu, bilang ke aldo pah," ucap aldo yang tidk tahan melihat papahnya sakit seperti ini
"al..do... paa...pah...iing..in al..do me..nii...kah.. pa...pah..ra..sa.. su..da..ah tak.. bi..sa.. me..nu..ngguu.. la..gii.." jawab dio
aldo yang mendengarkan itu seketika mematung karena ia baru saja merasakan sakita hti yang dalam dan sekarang ia dipaksa menikah cepat oleh papahnya sendiri dengan keadaan papah yang sekarat.
"paah, papah gak boleh ngomong begitu, nanti mamah sedih pah, papah pasti bsia sembuh pah, mamah yakin itu pah" kata brigitha menyemangati suaminya
"ma,, apa.. ini.. ca..lon... me..nan..tu... ki..ta.. ma..ah?" tanya dio sambil melihat anita
ketiganya pun tampak kaget bukan main, kali ini anita malah yang menjadi tengan dan kaku solah olah ada permainan rumah hantu saat ini. melihat anita yang bingung aldo membawa anita keluar dan mengajaknya berbicara empat mata dengan anita
"kalau boleh tau, apa maksud tuan mengajak saya kemari tuan?" tanya anita
"bisakah kamu menolongku sekali ini, tolong kamu bilang kepada papah dan mamahku bahwa kaulah calon istriku, aku takut jika aku mengatakan tidak kondisi papah semakin memburuk, sekali ini saja, aku akan memberikanmu apa saja yang kau mau" jawan aldo dengan ekspresi cemas, dan frustasi
anita yang merasa iba menganggukkan kepalanya dan kali ini ia merasa akan berbalas budi kepada lado yang telah berulang kali menolongnya
"terimakasih" jawab aldo dan langsung menarik tangan anita masuk kedalam kamar tersebut
anita merasa bingung dan canggung terhadap kedua orang tua aldo itu pun memnunjukkan senyumya saat melihat dio yang tersenyum diatas kasurnya.
"maaf om, anita baru bisa jenguk om sekarang" itulah kalimat pertama yang dikeluarkan oleh anita, setelah itu dio langsung senyum kepadanya.
"ap..pa..kah.. ka...u.. be..er...se...di..a... me..ni...ka..ah..de..nga..an...an..naku...?" tanya dio kepada anita, anita yang merasa bingung harus jawab apa melirik aldo, dan aldo pun langsung menganggukan kepalanya megiyakan pertanyaan papahnya.
" hmm.. iyah om" jawab anita gugup