Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
Penghianatan



sebulan berlalu, kehidupan anita semakin parah dan semakin menyedihkan, kejahatan dari melly dan saudara tirinya semakin mejadi jadi. Anita hanya bisa pasrah dan menjadikan dirinya orang yang kuat, dan tidak memberikan orang memandang remeh terhadapnya, anita tak mengizinkan air matanya keluar begitu saja didepan orang yang menyakitinya.


"anita." teriakan melly sambil menyiram anita dengan kuah sup basi


"em.. mah" jawab anita sambil mengusap wajahnya dari tumpahan kuah sup itu


"jangan panggil aku mamah, aku gak sudih punya anak sepertimu, kamu bukan anakku, kau hanya kupungut dari laki laki tua bangka itu, panggil aku nyonya" kata melly pada anita dengan sedikit ppenekanan di kata nyonya.


"ba..baik mah,, eh nyonya" jawab anita.


"cepat masak setelah itu cuci pakaian dan mobil, aku akan pergi shopping Bersama sofie" ucap melly


"baik nyonya" jawab anita sambil pergi kedapur untuk memulai pekerjaannya.


****


aldo yang sudah melamar fany kini hanya tinggal menunggu hari pemberkatan mereka saja, dan hari ini aldo mengajak fany untuk berjalan jalan mengelilingi kota B, langsung menuju apartemen fany dan hal yang tidak disangkapun terlihat aldo.


"sayang" ucap aldo membuka pintu apartement dan melihat apa yang sedang terjadi didalam. dan sat itu juga aldo langsung membanting pintu kamar itu dan pergi menuju parkiran dimana aldo memarkirkan mobilnya, saat ini hati aldo sangat kacau dan aldo merasa telah dihianati oleh fany, selama ini aldo telah memberikan apapun yang fany minta dan apapun yang fany inginkan.


sampai dijalan aldo melihat seorang gadis yang takk asing baginya, namun kali ini dia melihat gadis itu Bersama seorang laik laki, dan saat iitu aldo merasa laki laki itu adalah kekasi hnya, dan dia melihat ada dua gadis disana sambil memeluk laki laki tersebut, dan kali ini aldo yang melihat gadis itu malah semakin jijik, pasalnya aldo berfikir kalau anita dan dua gadis itu adalah perempuan bayaran untu pemuas nafsu pria. dan saat itu juga dia mengingat penghianatan dari fany, itulah yang membuat aldo jadi lebih mudah berfikir negative kepada wanita.


***


ditempat itu memang ada anita Bersama para sahabatnya untuk melepaskan rindunya terhadap sahabatnya, yah anita dan ayu serta rere memang sedang memeluk dika, karena dika akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan S3 nya. menunggu sebulan akan wisuda mereka, mereka merencanakan akan pergi berwisata ke kota S, namun anita yang tidak memiliki uang dan tidak memiliki waktu tidak beisa mengikuti mereka, belum lagi anita harus meminta izin sama mama mmelly, mana mungkin anita diberi izin.


****


fany yang melihat reaksi aldo sangat khawatir, pasalnya dia akan kehilangan pundi pundi emas, karena aldo lebih sering memanjakannya meskipun lewat transferan uang, karena itulah fany tidak ingin melepaskan aldo, namun ditempat yang sama juga, ada rio yang memberi arahan pada fany untuk tidak terlalu sedih untuk yang terjadi hari ini.


" sayang, sudahlah ini mungkin memang sudah waktunya aldo mengetahuinya, jadi untuk apa lagi kamu takut sayang, kana ada aku" ucap rio sambil memeluk fany dari belakang


" hueek hueek.." fany yang memuntahkan cairan bening itu merasa pusing dan tidak enak badan, segrra rio berlari melihat keadaan fany yang terlihat pucat pasih itu.


"ada apa sayang? apa yang terjadi, apa kamu sakit?" tanya rio cemas


" entahlah, aku gak tau, tapi aku merasa mual dan pusing sekali" jawab fany


"ayo aku antar ke Kasur, berbaringlah, aku akan beli obat untukmu" jawab rio


****


melly yang sibuk memilih milih baju dan sofie yang dari tadi sibuk memilih handphone baru akhirnya bisa pulang dengan banyak belanjaan ditanganya, dan kerena lelahnya akhirnya mereka tertidur di sofa dengan tu,mpukan belanja yang baru mereka beli.


"nyonya" ucap anita membangunkan melly dan sofie, karena dia tidak tega melihat melly dan sofie tertidur di sofa, anita berniat untuk membangunkan mereka untuk menyuruhnya pindah kekkamar untuk istirahat yang layak dan nyaman.


"ada apa sih. gak tau apa kami capek" sahut sofie


"nyonya pindah saja kekamar, bair anita bantu bawa barang belanjaanya" jawab anita.


"hmm, awas sampai lecet, kalau tidak kepala kamu ku penggal" ucap melly


"iyah nyonya" jawab anita


****


"ahhkkk" teriak aldo sambil mengacak rambutnya, aldo merasa frustasi akan penghianatan ini, belum lagi aldo sudan menjanjikan kepada lorang tuanya akan menikah, namun kali ini ia tidak bisa melihat wajah kecewa orang tuanya, tapi apa yang bisa aldo perbuat, aldo merasa orang paling baodoh, karena mempercayai fany selama ini.


"fany kenapa kau buat aku begini, aku mencintaimu fany, kenapa kau tega sekali fany, kita akan menikah fany, apa yang harus aku katakana kepada mamah dan papahku fany, aopa yang akan aku lakukakan fanny?" ucap aldo sambil menedang nendang ban mobilnya, aldo pun menangis dan air matanya bercucuran dipipih aldo,


aldo tak kuasa akan penghianatan ini. aldo pun menelefon riko dan robbi, mereka adalaah sahabat dari kecil dan mereka kini telah jadi orang sukses, robbi adalah seorang dokter di rumah sakit sendiri dan dia juga kepala rusah sakit syfira, sementara riko adalah seorang CEO diperusahaanya.


aldo menelfon kedua sahatnya itu untuk bertemu di bar, yah kalau ada salah satu diantara mereka yang sedang bermasalah mereka lebih mencari kesenangan di bar ini, namun mereka tak sebrengsek laki laki lain yang main tidur Bersama perempuan perempuan ******. mereka hanya meminum alkhol saja. setelah puas mereka kembaali ketempat kediaman mereka masing masing


"halo, temui gue di bar sekarang" ucap aldo kepada sahabatnya itu.


setibanya aldo di bar, dia melihat meja itu kosong dan dia mendudukkan bokongnya ke kursi itu sambil sesekali melihat kedatangan kedua sahabatnya itu.


"ada apa do, kayaknya ada yang gak beres ini" tanya riko


"iya, tumben tumbenan ngajak kita kemari " sahut robbi


" appa ada masalah?" tanya riko


" gue lihat fany tidur dengan laki laki lain, sementara gue udah mau nikah sama fany, apa yang harus aku lakukan" kata aldo sambil mengacak ack rambutnya.


"yah tinggal cari perempuan lain kan, apa susahnya sih, kau kan ganteng do" ucap robbi


aldo yang mendengar itu langsung menatap robbi dan meninggalkan bar dengan keadaan kacau, dia tadi berencana bertemu di bar itu untuk menghilangkan sedikit beban bukan menambah beban,


****


dirumah, dio yang asik membayangkan aldo akan menikah sampai dia tak melihat anak tangga yang dituruninya membuatnya terjatuh dan tak sadarkan diri. brigita yang melihatnya langsung menangis dan menjerit meminta pertolongan, dan saat itu dia mellihat ada darah yang keluar dari kepala suaminya, dan itulah yang membuat brigitha jatuh pingasan.


bik minah yang melihat itu langsung menelfon aldo untuk segera pulang, tidak lama kemudai aldo sampai didepan rumah dan dia melihat ada panggilan masuk dari bik minah, aldo yang mengangkat telpon itupun terkejut dan berlari memasuki rumah dengan sangat panik


"mah, pah," ucap aldo yang melihat orang tuanya berbaring tak sadarkan diri, aldo bergegas membawa orang tunya ke rumah sakit dan aldo menangani kedua orang tuanya secara bergantian. aldo membawa dokter untuk mengecek keadaan papahnya, dan saat itu pula dokter mengatakan


"papah kamu serangan jantungnya kambuh lagi akibat dari terkejut saat jatuh dari tangga, dan ada pendarahan dibagian otaknya, seggera lakukan opersai, agar nyawa beliau bisa diiselamatkan" ucap dokter itu


" baik dok, segera saya urus" ucap aldo.


aldo yang saat itu merasa kacau dangan keadaannya, melihat orang yang disayanginya harus terbaring dirumah sakit ini, belum lagi kalau mereka tau aldo akan batal menikah, apa yang akan terjadi lagi,


"pah, ini mamah pah" ucap brigitha dengan mata berkaca kaca, ia tak tega melihat suaminya harus dipasang selang infus dan harus terbaring dikasur ini


"pah, mah" ucap aldo memasuki kamar tersebut


"al...do"ucap dio terbata bata


"iyah pah, papah tidak usah banyak berbicara dulu, papah harus istirahat yang cukup, biar cepat sembuh" jawab aldo


"papah udah tidak kuat lagi, papah mau melihatmu menikah aldo, tolong kabulkan permintaan papah yang terkhir kalinya" ucap dio dengan suara kecil namun masih terdengar oleh brigitha dan aldo


"papah, aldo akan menikah, papah harus kuat dan papah pasti sembuh, papah istirahat ya pah" jawab aldo dengan mata berkaca kaca, sebenarnya aldo mau mengatakan kalau aldo tidak jadi menikah, mengingat papahnya yang sedang sakit ia tak mungkin jujur, yang ada malah menambah penyakit untuuk papah dan mamahnya.