Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
Perkenalan



Namaku Anita, usia dua puluh empat tahun dan aku bekerja disalah satu rumah sakit dikotaku.


Dahulu hidupku penuh dengan cinta dan kasih sayang, namun itu semua telah berakhir semenjak, ibu meninggal dunia, ibu menderita sakit gula dan saat itu ibu juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka akibat kecelakaan itu tidak bisa sembuh karena sakait gula ibu. Ayah menikah lagi dengan ibu dua orang anak, yang mana aku membenci sikap mereka.


Dan tidak lama aku mendengar ayah mengalami sakit jantung dan saat itu aku sangat takut kehilangan ayah, namun hal yang aku takuti itu pun terjadi, ayah meninggal karena sakit jatungn ayah kambuh lagi, dan saat dijalan ayah menghenbuskab nafas terakhirnya, dan saat itu pula aku tak bisa tersenyum dan lebih sering menyendiri.


Aku merenungi hidup yang akan kujalani. Dimana aku harus bekerja untuk membiayai kuliahku, dan aku terpaksa harus berbohong demi menjaga nama baik keluargaku, apapun itu selagi halal dan tidak menyakiti siapapun pasti aku kerjakan.


Dan tiba tiba..


"anita. Anak gak tau diri, eh lo gk sadar mulu ya, ini udah jam berapa?" teriakan Dessy.


Yah melly adalah mama tiri Anita, dia sangat kecam pada anita, dia hanya menganggap anita sebagai babu yang menyedikan makanan dan menyuci pakaian, dia tak pernah sayang pada anita.


"Iyah mah, anita masih ngantuk, anita masih pengen tidur lima menit lagi ya mah, setelah itu anita baru masak, semalam anita lembur untuk revisi skripsi anita" jawab anita dengan suara khas bangun tidur.


"eh sialan lo ya, udah berani sekarang ngatur ngatur mamah ya" jawab melly sedikit meninggikan suaranya.


"iyah mah, anita masak sekarang" jawab anita, yah dia jawab itu karena anita tak ingin mendengar perkataan yang akan menyakitkan hatinya nanti


Dikamar lain ada sofie yang suka sekali menyunggingkan senyuman hanya untuk melihat anita tersiksa, dan dia juga bahkan tidak segan segan untuk menyiksa anita sampai membekas dan berdarah.


satu jam kemudian anita telah selesai memasak dan menyajikannya dimeja makan, dan dia juga telah memberitahukan mama dan saudara tirinya itu, siapa lagi kalau bukan sofie.


Saat hendak menarik kursi untuk dirinya, anita dikejutkan oleh ocehan sofie


"eh pembantu gak pantas makan dengan majikan, hus pergi sana, jijik aku lihat wajahmu yang kotor itu" ucap sofie sambir menggerakkan tangannya seolah olah sedanng mengusir binatang.


Anita menahan amarahnya demi dia bisa tinggal dirumah ini. Karena rumah ini banyak kenangan anita dengan keluarganya.


******


Aldo adalah dokter muda yang bekrja di rumah sakit yang sama dengan anita, usai aldo sekarang adalah dua puluh enam tahun, dengan wajah tampan dan kulit putih serta hidung mancung bak seorang pangeran yang membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh cinta padanya.


"dok, ada pasien yang telah membuat janji dengan dokter" ucap salah satu suster


"baik sus, suruh masuk keruangan saya sekarang" ucap aldo dengan ramah


"baik dok". Jawab suster tersebut


***


Ditempat lain anita tengah sibuk membereskan skripsi yang hendak ia bawa ke kampusnya, dan seketika pintu kamar anita terbuka sangat kencang, yah itu sudah pasti kelakuan mamah tiri anita.


BRAAAKKK


Anita terkejut dan sedikit melompat ke arah jendela


"mau kemana pagi pagi gini, siapa yang mengijinkanmu untuk pergi?" Tanya melly


"mah, anita mau kekampus mah, anita mau serahkan skripsi anita mah, boleh ya mah" mohon anita


Anita malah ditendang dan disiriam air oleh melly.


"hei anak sok pintar, kamu harus cuci mobil dulu baru pergi, mengerti." Bentak melly sambil mendoronga anita sampai jatuh ke lantai.


"iyah mah" jawab anita.


Sesekali anita melihat jam yang ditangannya sambil mencuci mobil melly.


"aduh bisa telat kalau gini, gimana dong?" gumam anita dalam hati.


Didalam rumah ada sofie dan melly yang merasa puas melihat anita menderita, karena mereka menginginkan anita merasakan apa yang mereka rasakan sebelumya. Yah dulu mereka adalah orang kurang mampu, pekerjaan melly hanya tukang bersih rumah dan sofie sebagai penjaga took dan rio sebagai security di perusahaan asing. Itulah mengapa sofie tidak sibuk bersekolah atau kuliah seperti anita.


30 menit berlalu anita selesai membersihkan mobil melly dan ia membersihkan tubuhnhya setelah itu anita baru pergi kekampus. Anita kekampus berjalan kaki karena ia tak punya banyak uang untuk naik angkot atau taksi. Semua gaji anita digunakan untuk bayar uang kuliah. Begitulah keseharian anita.


Sampi dikampus anita beristerahat sejenak baru dia masuk untuk menjumpai dosen dan menyerahkan revisi skripsinya.


Anita dikenal anak yang pintar dan anak yang baik, wajah yang cantik dan berpakaian selalu sopan tak seperti anak lainnya yang bisa mengandalkan kekayaan dan pangkat orang tua baru bisa wisuda.


Anita mendapatkan beasiswa karena dia memang anak yang pantas mendaptkan itu, anita kuliah disalah satu universitas terbaik dan ternama dikota itu, anita tidak begitu terlalu banyak dekat dengan teman kelasnya Karena temanm temannya semua memandang anita dengan pandangan hina layaknya anak miskin yang berhalusinansi bisa seperti mereka.


Anita mencoba memahami keadaan ini. Dan anita tak ambil pusing dengan sikap teman teman kampusnya, yang dia harap dia bisa hidup layak dan disayang seperti dulu.


*******


Ditempat lain aldo yang merasa gerah dengan ruangannya langsung membuka baju dinasnya, yah diruang aldo AC nya memang sedang rusak. Aldo merasa kalau hubungannya dengan fany sejauh ini aman aman saja.


Dreet.. drreet


Aldo melihat handphonenya dan tersenyum manis. Kkarena orang yang baru saja dipikrkannya sudah menelopn dirinya. Hehehe


"sayang, lagi apa? Apa pelerjaanmu menumpuk dan pasienmu banyak?" Tanya fany


"enggak ko fany, aku lagi istirahat dan baru aja mikirin kamu" jawab aldo jujur


"sayang, aku mau pergi ke kota S, dan aku akan menetap disana, bagaimana menurutmu?" Tanya fany


Aldo berfikir sejenak, karena hubungan mereka selalam dua tahun ini baik baik saja, maka aldo memutuskan merelakan fany, dan lagian fany disana bersama orang tuanya maka tidka perlu takut dengan hal hal buruk.


"sayang, kenapa diam?" gak setuju ya? Tanya fany


"hehehe, baiklah fany, selagi itu bagus buat kamu, lakukanlah, asal jaga hubungan kita dengan baik. Aku mencintaimu fany". Jawab aldo


"aku mencintaimu juga sayang" jawab fany manja.


Yah dia fany kekasih aldo selama dua tahun ini, aldo sangat mencintai fany dan fany hanya memanfaatkan kekayaan aldo semata, fany beralasan pindah ke kota S hanya untuk bisa berjumpa dengan kekasihnya saja. Kekasih fany tidak lain dan tidak bukan adalah kakak tiri anita, namanya rio.


DUAARR..