
setelah aldo sampai dibar banyak mata yang memandangnya, dan wanita wanita bar tentunya, kini aldo duduk di meja bar dan meneguk beberapa botol wine, hingga seorang wanita memasukkan obat kedalam minum aldo, dan sampai lima botol wine habis diteguknya aldo merasa badanya panas
"ada yang bisa aku bantu ganteng" tanya wanita bar itu dengan genitnya
"ahhkk, ada apa ini, kenapa bisa begini" bantin aldo, aldo mengambil kunci mobilnya dan berjalan sempoyongan dan wanita itu melihat aldo yang pegi meninggalkannya begitu saja ikut mengejar aldo
sesampainya diluar aldo menghempaskan tangan wanita itu yang sudah mendarat dilenganya dengan kasar, dan masuk kedalam mobilnya.
aldo pulang menuju rumahnya, sesekali aldo harus rem mendadak karena rasa gerah ditubuhnya itu sudah menngganggu konsentrasinya mengendarai mobilnya.
sesampainya aldo dirumah, aldo membuka pintu dengan buru buru sampai aldo tak melihat anita yang tertidur disofa. anita memang sedang menunggu aldo pulang karena kali ini anita ingin meminta izin dari aldo untuk pulang kerumahnya, memang sebelumnya aldo telah menyita rumah itu karena itu dibayar oleh mamanya untuk membantu anita saat rumahnya mau dijual.
PRAAANNGGGG!!!!!
tiba tiba terdengar barang vas bunga pecah yang tak sengaja aldo tabrak, anita yang mendengar suara pecahan itu pun terbangun, anita terkejut melihat keadaan aldo, karena setelah lima bulan lamanya anita tidak melihat aldo meskipun mereka tinggal disatu atap yang sama itu karena aldo yang memintanya, dan kali ini anita merasa kasihan melihat kehidupan aldo, anita tak menyangka ini semua akakn terjadi, anita menatap lekat wajah aldo sampai aldo pun melihat keberadaan anita.
aldo yang sudah tak tahan itupun langsung menarik tangan anita, menyeretnya ke kamar aldo. kemudaian dia menghempaskan tubbuh anita dikasur king sizenya.
BRUUK
anita terjatuh keatas Kasur dengan keras, sebelum dia menyadari apa yang terjadi pada aldo tiba tiba aldo sudah berada diatas tubuhnya, mengunci dan membekap tubuhnya, dengan satu tangan aldo memegang kedua tangan anita sedangkan tangan yang satunya mencengram wajah mulus anita.
"hei kau, berani beraninya kau menghianatiku, aku bercumbu dengannya, sementara aku tak pernah menyentuhmu,, brengsek!!"
anita yang mendengarnnya dan hatinya terasa tertusuk jarum dan kini air matanya perlahan mulai menetes
aldo mulai meracau, matanya merah dan tidak focus, kemudian dia menutup mulut anita dengan bibirnya, ******* habis bibir anita. tanganya mengunci wajah anita agar tidak bisa menghindar dari ciumannya.
anita berusaha berteriak, namun suara tidak kunjung keluar dari mulutnya, anita berusaha melepaskan diri dari aldo, tetapi tubuh aldo terlalu kuat, anita benar benar tidak menyangka akan dapat [pperlakuan seperti ini, sepertinya aldo sedang mabuk parah, itu terlihat dari bau nafas dan tingkah lakunya yang tidak masuk akal.
anita meronta ronta, berusaha menggunakan kakinya untuk menendang. tapi itu semua percuma, tubuhnya sudah terkunci, tidak ada kesempatan baginya untuk melepaskan diri.
anita menangis, bulir demi bulir air mata mengalir dari sudut matanya, sementara aldo masih terus menciuminya, ********** dengan keras dan menggigitnya, ciuman yang brutal, penuh kemarahan dan gairah.
tangan aldo mulai menjelajah, menarik paksa baju anita sehingga membuat kancing kancing baju itu terlepas dan berserakan dimana mana, aldo menatapnya dengan nanar, pancarana api gairah dan kemarahan terlihat dimatanya, secepat kilat dia menerkam aniita
"tolong,,,, toolooong. mas,,,, to,,tolloong lepasi aku mass..."
anita berusaha berteriak dengan suaranya yang tercekat, dia begitu putus asa, sepertinya dia sudah merasa hal itu akan terjadi padanya, anita yang belum siap menerima ini hanya bisa berteriak untuk meminta aldo melepaskannya.
aldo menyumpal mulut anita dengan tanganya, dia masih saja terus melanjutkan aktivitasnya. dengan tidak sabar aldo melepaskan pakaian anita dengan paksa, setelah berhasil membukannya kemudian dia melepaskan anita sebentar dan melepaskan pakaiannya sendiri. kesempatan ini digunakan anita untuk bangkit dan berlari ke arah pintu, namun sebelum dia mencapai daun pintu, tububhnya sudah disergap dari belakang dan digendong dibahu aldo.
"maass,,, lepaskan aku mas,,, jangan paksa aku mas, aku belum siap,,,, tolong masss"
anita berteriak menghiba, wajahnya terlihat panik, air matanya mengalir dengan derasnya, namun aldo mengabaikannya, matanya sudah tertutup nafsu, pikirannya sudah tidak lagi jernihi, yang ada dipikiranya hanyalah dai harus melepaskan hasratnya ini, akibat obar kurang ajar itu..
aldo kembali menghempaskan tubuh anita ke Kasur king size nya itu dan menindihnya, dengan seluruh tubuhnya dai menutup tubuh anita, menekan tubuh anita dengan berat tubuhnya, berusaha untuk menaklukkan tubuh anita.
dia kembali ******* bibir anita, tidak memberikan kesempatan anita untuk melawan, sementara tangannya menjelajahi kesana kemari, aldo mulai memposisikan tubuhnya.
"mass, lepaskan aku, kamau salah paham mas"
anita mulai menangis senggugukan, suaranya mulai lirih kerana terlalu banyak menangis, tubuhnya mulai Lelah karena terlalu banyak melawan dengan lemas anita memukul mukul dada aldo yang tidak berdampak apa apa pada aldo.
aldo tetap tidak menghiraukannya, matanya sudah sangat tertutup oleh nafsu, dia tidak perduli lagi pada anita, yang dibutuhkannya sekarang adalah dia harus melepaskan hasratnya saat ini juga, akhirnya dengan sekali hentakan aldo menguasai tubuh anita.
anita menjerit kesakitan, aldo menutup mulut anita dengan mulutnya, dia tetap mendorong tubuhnya ketubuh anita dengan kasar, membuat tubuh anita gemetar dan kesakitan, anita tidak mampu melawan, hanya air mata yang maasih mengalir dari sudutv matanya. tatapan matanya menjadi sayu dan kosong.
aldo berhasil menguasai tubuh anita, aldo menciumi bibir anita dengan lembut, dia mengeksplore mulut anita dengan hati hati, ******* dan menggigit bibir itu, bermain main dengan lidah lembutnya, aldo benar benar menikmati percintaan ini.
aldo mulai meracau, sesekali aldo mencium kening anita yang dipenuhi dengan keringat, mengecup bibir ranumnya dan mencium tengkuknya, anita tidak bergerak, tatapannya kosong, air matanya terus mengalir dari sudut matanya, namun tubuhnya tidak bisa berbohong.
mungkin anita menolak tapi tidak dengan tubuhnya, setelah lama berpacu, aldo merasa Lelah, dan tertidur pulas disamping anita, dan hal yang tak pernah terduga oleh anita pun terjadi dan anita hanya bisa mengikhlaskannya, anita tidak pernah berfikir akan memberikan tubuhnya dengan paksaan, anita akan memberikannya saat aldo telah mencintainya, namun apa yang terjadi?
aldo telah mengambilnya saat aldo mabuk parah, dan memaksa anita.
anita mulai menggerakkan tubuhnya, memunguti setiap pakaian yang tercecer dan memakainya dengan pelan, dia merasakan sakit disekujur tubuhnya dan terutama dibagian sensitifnya. pikirannya begitu kosong dan dia tidak bisa mencerna kejadian yang baru menimpanya itu. anita berjalan menuruni anak tangga dengan merasakan sakit yang amat parah, dan setelah sampai digudang yang disebutnya sebagai kamar itu anita menangis dalam kebisuan, anita tak ingin orang lain bangun dan mengetahuinya.
anita mengyur tubuhnya dibawah air shower dan diikuti isak tangisnya, setelah selesai anita merebahkan tubuhnya dikasur dan menatap langit langit kamarnya.
"apakah setelah dia mendapatkannya akan meninggalkanku?" itulah yang ada dibenak anita
****
aldo terbangun karena dering ponselnya
"yah, ada apa?"
"begini do, kemungkinan kita dua hari ini akan meninjau cabang kita yang di kota S, dan kita akan berangkat jam sepuluh nanti, gue ngabari ini karena baru dapat kabar dari dapartemen keuangan telah memberikan pinjaman kepada perusahaan brata" ucap angga
"baiklah" jawab aldo dengan suara khas bangun tidur
aldo merasa pusing dan badanya sedikit sakit, saat hendak menuju toilet aldo melihat pakaiannya berantakan dan ada darah dikasurnya, aldo berfikir sejenak dan dia mulai mengingat apa yang telah terjadi semalam.
aldo sedikit tersenyum melihat darah itu, itu artinya anita masih perawan. tapi yang aldo bingungkan kenapa anita pergi begitu saja.
aldo yang tidak pernah mencuci ataupun mengerjakan pekerjaan rumah, kini aldo mencuci sprei yang ada noda darah anita itu sebelum meletakkannya di keranjang kain Kotor.
"apa dia marah?" batin aldo saat mencuci sprei tersebut.