Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
kenangan



setelah undangannya ditolak oleh aldo, anita tidak punya siapapun untuk diajak ke acar wisudanya, dai sudah mengajak mamah melly dan sofie srta rio tapi ketiganya itu tidak peduli lagi dengan anita, bahkan mereka tidak menganggap anita adalah bagian dari keluarganya lagi, karena mereka telah berhasil merebut harta brata yang tak lain aladah almarhum suami melly.


sore ini anita berniat mengambil baju untuk wisudanya, anita tak ada uang untuk membeli kebaya baru atau menjahit kebaya baru untuk wisudanya, karena memang anita tidak memiliki uang banyak, belum lagi aldo tak memberikan dia uang atau simpanan sepeserpun, itulah sbebanya anita berkunjung kerumahnya untuk mengambil kebaya yang ia pakai dulu waktu acara pernikahan papah dan mamah melly dulu.


"bik imah, saya izin pergi dulu ya kerumah saya yang dulu, nanti kalau mas aldo lebih dulu pulang tolong bei taukan mas aldo yah bik, saya lupa mengisi daya handphone saya bik"


"oh iyah nyah, nanti bibik kabari" jawab bik imah


"makasih bik"


"iyah nyah, hati hati dijalan nyah"


anita pun meninggalkan kediaman aldo dan menuju halte setelah sepuluh menit anita menunggu bus akhirnya anita menaiki bus itu, karena penumpang yang sangat banyak anita tidak dapat tempat duduk, sepanjang perjalanan anta hanya berdiri saja, lima belas menit berlalu anita telah sampai diruamahnya dulu, air mata anita mengalir begitu saja, anita sangat merindukan rumah ini, anita memang bukan tidak mengikhlaskan kepergian orang tuanya tapi anita merasa kerinduan ini sudah tak terbendung lagi, anita menyusuri rumanhya setiap ruang memiliki kenangan anita bersama orang taunya, ruang tamu yang biasanya tempat anita bermanja dengan papah sambil menunggu mamah selesai masak, kamar mandi yang dulunya tempat anita membantu ibu membersihkannya, ruang santai yang dulu ia habiskan untuk memainkan piano dan gitar yang diajarkan oleh sang papah, kolam renang tempat mereka menghabiskan waktu luang mereka, dan kamar utama tempat mamah dan papah beristirahat itu adalah kenangan yang tak terlupakan, dimana anita melihat mamahnya terbaring lemas dan pergi untuk selamanya dan tak lama kemudia papah menghembuskan nafas terakhir kalinyaa, dan anita menuju kamarnya untuk mencari kebaya itu, setelah anita mendapatkan kebaua itu, anita mencobanya dan syukur saja kebayanya masih muat, anita yang merasa lelah membaringkan tubuhnya di kasur kesayaangannya.


sudah dua jam anita tidur suara petir mengejutkannya, anita terbangun dan cepat cepat meninggalkan rumah itu agar tidak kehujanan saat pulang nanti.


 selama perjalanan pulang anita masih membayangkan kehidupannya yang dulu yang sederhana dan penuh kasih sayang, tidak lama anita akhirnya sampai dirumah dan dia melihat mobil aldo sudah terpakrir rapi.


"anita dari mana saja kamu, kenapa jam segini baru pulang?"


"maaf mas, tadi saya pulang kerumah lama saya"


"lalu kenapa tidak mengabariku"


"maaf mas, tadi batrai saya lowbet, dan saya lupa mengisi daya"


"ya ampun apa susahnya sih kamu ngisi daya doang, jangan sampai karena kamu semua hubungan kita ini  terbongkar oleh mamah dan papahku"


"maaf mas, saya tidak akan mengulanginya lagi"


"besok besok kalau mau perhi kabari aku, akau tak mau mamah jadi curiga padaku, aku tak mau sampai papahku sakit lagi, kalau sampai itu terjadi aku tak akan segan segan akan menceraikanmu, apa kau paham"


tuhun anita seolah melemah, anita merasa kehabisan kata kata untuk memberikan penjelasan kepada aldo, tiba tiba matanya berembun seperti akan turun hujan. tanpa banya bicara anita langsung pergi meninggalkan aldo, anita berjalan meuju kamarnya, dan bik imah, dan bik yanti yang melihatnya merasa kasihan sementara bik lia merasa senang.


malangnya nasib nyonya


"bik anita minta tolong, masakan makan malam untuk mas aldo, anita merasa lelah bik"


aldo yang mendengarkan anita dan melihat kepergian anita memberhentikan omelannya dan langsung pergi kekamarnya


apa aku terlalu keras saat berbicara, ah kenapa denganku ini, itukan sudah salah dia sendiri harus menjaab tepon mamah dengan berbohong


TING


aldo langsung membuka ponselanya dan melihat pesan itu


"baiklah, aku akan menjemputmu"


"aku tungggu"


tidak lama aldo keluar dari kamarnya dan pergi meninggalakan kediamannya. sesampainya disana aldo langsung mendapat pelukan hangat fany, dan tanpa menunggu persetujuan aldo fany langsung mencium aldo, aldo merasa senang akhirnya fany masih mau menerimanya meskiupun aldo telah menikah, terbalik dengan fany yang merasa jijik, kalau saja buka karena uang fany tak akan mau mencium dan memeluk aldo.


"kita kemana sayang" ucap aldo


"terserah kamu saja, oh iyah sayang aku kayaknya gak punya banyak baju, karena aku kabur jadi tak ada bawa baju banyak, kita sekalian pergi beli baju ya" pinta fany


"baiklah"


akhirnya mobil mereka sampai di mall terbesar dikota itu, mereka menuju restoran seafood untuk dinner mereka.


setelah makan fany membawa aldo ditoko baju yang brended, fany mah mana mau barang KW, mumppung masih ada atm berjalan kenapa tidak? itulah yang ada dipikiran fany saat ini.


aldo memerima telpon darin riko sahabatnya dan mendapatkan undangan pernikahan dari riko, aldo merasa senang akhirnya riko direstui oleh mertuanya untuk meminang anaknya, selama ini riko bercerita pada aldo kalau calon mertuanya tidak memberi restu pada riko lantaran anaknya masih kuliah, tak lama lagi riko dan aldo adalah bos dari robbi yang belum memiliki istri, karena  keasikan berbicara dengan riko fany merasa perlu menghubungi rio pacarnya.


"rio, apa kau tak merindukanku?, kau sungguh jahat tak adaa menanyakan kabarku dan bayi kita, aku marah padamu"


itulah isi pesan yang disampaikan oleh fany kepada rio, dan tak lama rio membalas pasan fany


"aku sangat sangat merindukanmu dan bayi kita, apa kau baik baik saja, bagaimana kabar kakek dan nenek disana?" tanya rio


dari percakapan itulah yang membuat fany terus melihat pesan pesan yang masuk diponselnya, aldo yang telah selesai dengan panggilan telepon dari riko pun kembali ke fany dan melihat fany yang sedari tdai sibuk dengan ponselnya


"balas pesan siapa sih? kok serius amat, sampe aku dilupakan" tanya aldo


"aku hanya ingin memantau rio, takutnya dia tau kalau aku udah dikota ini dan kembali bersamamu, aku tak ingin rio mencelakaimu sayang" jawabfany


"oh, baiklah aku tidak akan membairkanmu tersakiti lagi, aku bersamamu sayang" ucap aldo sambil memeluk fany dan mencium pucuk kepala fany


"apa kau sudah selesai belanjanya" tanya aldo


"hm, sudah, ini" sambil menunjukkan paper bag yang banyak


"baiklah, ini sudah larut malam, sebaiknya kita pulang, aku akan mengantarkanmu, dan ini kartu untukmu, kau boleh menggunakannya" jawab aldo sambil  memberikan kartu


"terimakasih sayang, kamu baik deh" jawab fany sambil mencubit hidung aldo


mereka yang tengah dimabuk cinta itu serasa dunia milik berdua dan yang lain hanya numpang namun tidak sadar dengan umur mereka yang semakin menua. hahaha


fany yang merasa sedang kehujanan uang itu tidak lupa membeli minuman keras untuk memanjakan dirinya tanpa memikirkan kandungannya, hingga fany merasakan nikmatnya dunai ini jika bersandingan dengan uang dan beberapa botol wine yang memabukkan.