
tok tok tok
anita menggeliat ketika bik minah mengetuk pintu Gudang itu
tok tok tok
"iyah bik, bnetar" ucap anita
ceklek, anitia membuka pintu
"selamat pagi nona, non, ini sudah hamper jam 7, tuan akan turun sebentar lagi," ucap bik minah
"yaaak, aku lupa bik, bik saya akan sarapan pergi ya bik. karena nanti mas aldo akan turun dan melihat anita, anita langsung berangkat ya bik"
"tapi non....?"
"tidak apa bik, jangan terlalu dipikirkan bik, cepat bik nanti jika mas aldo tau bibik disini dia bias marahi bibi, anita gak mau itu terjadi"
"baiklah non"
anita pun menutup pintu dan matanya terlihat berkaca kaca. "setiap hari aku harus menahan ketakutan ketika berhadapan dengan mas aldo, ya tuhan seandainya mamah sama papah ada disini, aku pasti tidak seperti ini" lirih anita sambal meneteskan air matanya
bibi pun pergi kedapur dengan hati yang tidak enak, karena setiap pagi harus melihat kelurga ini yang tidak harmonis dan ditambah penderitaan yang anita alami.
*****
aldo sudah siap dengan pakaian kantornya, meskipun aldo masih merasa kehilangan papahnya tapi aldo tidak ingin melihat perusahaan yang papahnya bangun itu jatuh bangkrut, aldo tetap bekerja hari ini dengan hati yang sedikit membaik
"bik, nanti malam tidak usah masak yah, aldo makan diluar saja"
"baik tuan"
setibanya aldo dikantor semua pegawai tertuduk padanya, dan ditambah lagggi wajah dinginnya itu tak ada yang berani menatap wajahnya yang tampan itu.
ha iyah, ini adalah hari pertama aldo bekerja diperusahaan ini sebagai CEO meski dulunya aldo pernah menggantikan posisi ayahnya untuk sementara diwaktu aldo mempelajari semua tentang perusahaan ini dan kini akhirnya aldo menduduki itu dengan sah
"pagi pak, hari ini kita ada pertemuan dengan tuan mahendara di cafe swiss setelah jam makan siang" ucap angga yang kini menjadi sekertaris aldo, sebelumnaya angga adalah sekertaris dio, angga adalah anak angkat brigitha dan dio, angga sudah berjanji akan mengabdi pada keluarga aditama, dan aldo sudah menganggap angga sebagai saudranya sendiri, angga sendiri tidak tau dimana ornagn tua kandungnya berada, karena angga dibuang oleh orangtuanya sewaktu angga masih kecil.
"baiklah"
****
"anita tolong kamu antarkan ini ke meja nomor 16 yah" ucap yuni
"baik"
anita pun menjalankan pekerjaanya dengan ikhlas meski dia tamatan S2 tapi anita tidak menyesal dengan ppekerjaan yang sekarang, anita bias lebih menghibur dirinya di cafe ini dengan melihat keramaian orang orang.
"lukman, untuk apa kau menatap dia seperti itu, kau seperti ingin memangsanya saja" ucap yuni
yah yuni adalah salah satu pelayan di cafe itu, yuni tidak menyukai anita karena yuni merasa anita adalah saingannya untuk mendapatkan lukman
"ah tidak, aku hanya tertarik saja saat melihatnya pertama kali" ucap lukman jujur
"benar dugaanku, dia pasti suka sama anita, anita memang brengsek, baru juga kerja udah bias narik perhatian lukman" batin yuni
setelah jam makan siang yuni melihat anita memasuki toilet dan yuni memngikuti anita dari belakang.
bersamaan itu aldo dan tuan mahendra juga sudah sampai dicafe itu, aldo permisi ke toilet dan diangguki oleh mahendra dan angga
"****** kamu, siapa suruh mendekati lukman, awas aja kalua kau sampai merebut lukman dariku, aku tidak akan segan segan membunuhmu" ucap yuni sambal menuju pintu keluar toilet.
aldo masih tetap berdiri dan mendengarkan ucapan yuni, merasa geram dan ingin memaki yuni pula, setelah yuni keluar aldo bergegas masuk ke toilet wanita, aldo heran kenapa toilet itu sepi, sepertinya sudah direncanakan oleh seseorang.
"tolong, siapa pun yang ada diluar tolong aku, aku takut,,,"
"tolong, tolong aku, aku aku takut.. tolong, ini sangat gelap,, kumohon selamatkan aku."
aldo masih diam mematung mendengarkan ucapan anita
"dinging,,, mah,, pah,, anita,,,,"
"dinging"
"tolong"
"mas"
"aldo" ucap anita bergetar pasalnya yuni telah merobek baju anita dan menyiram anita dengan air es dan mengikat tubuh anita lalu memasukkannya kedalam bak yang ada ditoilet itu
anita sudah tak mengeluarkan suara lagi, aldo merasa ada yang janggal, lalu aldo membuka pintu toilet itu.
betapa terkejutnya aldo melihat tubuh anita yang membeku dalam bak itu, aldo langsung membawa anita keluar dari toilet itu dan membawanya keluar dari pintu belakang,
aldo memasukkan anita dimobilnya, dan melaju pulang kerumahnya, tapi sebelumnya aldo menitipkan pesan pada angga bahwa aldo ada kendala setelah dari toilet tadi aldo langsung pulang
angga pun menyampaikannya pada mahendra, dan mahendra memakluminya
"apa yang terjadi pada anita yun" tanya lukman yang melihat anita digendong oleh pria asing
"entalah, aku juga tidak tau" ucapnya
"yun, aku tau kau tidak suka dengan anita, apa jangan jangan ini perbuatanmu yun?" tanya tika
"kalua ngomong jangan sembarang" jawab yuni
"soalnya aku melihat wajahmu dari tadi itu seperti orang bahagia, sementara kita semua yang melihat keadaan anita cemas, kan aneh aja gitu" ucap tika
"jaga ucapan lo yah, jangan sampe gue laporin lu ke polisi pencemaran anma baik" tunjuk yuni pada atika
aldo telah sampai dirumahnya, aldo langsung membaringkan anita dikasur milik anita, setelah itu aldo mengganti pakaian anita dengan teliti, ini adalah kedua kalinya aldo menggantikan pakaian anita, entah mengapa hati aldo sakit melihat kondisi anita seperti ini, tapi rasa sakit itu tidak sebera dari pada rasa sakit kehilangan papah dio akibat poto poto anita yang sedang tidur Bersama pri asing.
yah dio meninggal karena serangan jantung setelah melihat poto poto menantu kesayangannya tidur Bersama pria asing, itulah yang membuat aldo dan brigitha membenci anita. aldo tidak akan melepaskan anita begitu saja sebelum aldo puas menyiksanya..
setelah aldo selesai menggantikan pakaiana anita, aldo pergi kekamarnya untuk menggantikan pakaianya yang terkena basahan baju anita
"bik minah, untuk hari ini kamu jaga dia, bibi boelh kasih dia makan hari ini, dan untuk seterusnya bibi hanya bias kasih dia makan pakai telur saja, paham kan bik"
"paham tuan"
"kalua dia sudah sadar kabari saya"
"baik tuan"
aldo langsung pergi keluar, aldo hari ini tidak ingin kekantor. aldo hanya ingin menenangkan pikirannya ke apartemen fany kekasihnya, tapi di[erjalanan aldo teringat dengan perempuan yang membuat anita seperti ini dan perkataan perempuan tadi seolah oleh jadi membenarkan kalua anita adalah perempuan penggoda. aldo semakin lama tidak percaya pada kebaikan anita, dulu aldo pernah melihat anita memeluk laki laki, dan poto itu semakin memperjelas dan isu isu yang didenagr aldo juga tidak ada yang baik tentang anita, malah aldo membela perlakuan yuni karena merasa anita telah merebut kekasih yuni.