Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
nasi goreng telur bebek 2



anita yang sudah kelaparan itupun mencari warung, dan membeli roti dan air minum, anita berjalan menuju sebuah pemakaman.


"mau apa di kesini?" gumam aldo


anita mendaratkan bokongnya ke satu makan.


"pah, boleh datang kemimpi anita malam ini?"


"anita merasa kita ada salah paham, pah semenjak kepergianmu, semua orang berubah, bahkan mamah yang dulu sayang sama anita sekarang membenci anita. mas aldo semakin menjauh dari anita, pah poto poto iitu tidak benar pah, anita dijebak" ucap anita sambil menangis terhisak hisak


"makam papah" ucap aldo


"aww" ucap anita meringis kesakitan, anita merasa suhu tubuhnya dinging dan perutnya serasa didilit sangat kencang, pandanganya semakin lama semakin buram


BRUUGH


aldo melihatnya dan berlari menuju anita, aldo melihat wajah pucat anita dan wajah yang penuh keringat.


"angga, sekarang kamu menuju makam papahku" ucap aldo


"ngapai lu malam malam kesana, kesambet apa lu" tanya angga


"sekarang ngga, anita pingsan"


"what?"


tidak menunggu lama angga telah sampai dan aldo langsung membawa anita kedalam mobil dan menuju rumah sakit.


sesampainya dirumah sakit aldo memerikasa anita dengan telaten. betapa terkejutnya aldo saat dia memriksa keadaan anita.


"apa dia hamil?" batin aldo


"kenapa dia bro?" tanya angga


"dia hanya kelelahan aja, sebaiknya lu pulang aja, biar gue yang rawat dia disini" ucap aldo berbohong


"itu emang udah kewajiban lu do, kasihan dia setiap gue ketemu dia pasti dalam keadaan sakit,, apa lu gak takut jika suatu saat lu ketemu dia saat dia telah tiada dan lu gak bisa lihat dia lagi, emang apa sih yang membuatmu sebenci itu padanya, kalau lu tidak mau, berikan saja padauk, akan kupastikan dia akan bahagia Bersama gue" ucap angga Panjang lebar


"AKU BILANG PERGI!!!" bentak aldo yang menahan emosi saat mendengarkan ucapan angga tentang kematian. angga yang kaget melihat aldo marah langsung pergi


"oke bro, gue pulang dulu, sampaikan salam ku padanya"


"sialan lu ngga, dalam keadaan seperti ini lu masih bisa ngomong gitu" gumam aldo


aldo langsung menghubungi dokter obgyn untuk datang kerumah sakit.


dua puluh menit aldo menunggu akhirnya dokternya datang. anita masih dalam keadaan tidak sadar namun sudah di infus oleh aldo.


"tolong kamu periksa dia, apakah dia sedang hamil atau tidak?" pinta aldo


"baik pak"


aldo membaringkan tubuhnya disofa dan melihat dokter itu


saat sudah dipastikan dokter itu pun memanggil aldo


"iyah dok, bagaimana keadaannya?" tanya aldo


"begini pak, istri anda sekarang sedang hamil muda dan kondisinya sangat memprihatinkan, karena kelelahan dan kekurangan nutrisi, untungnya meskipun kondisi tubuhnya lemah, namun janin yang dikandungannya kuat, bersyukur, jika tidak bisa bisa istri anda keguguran"


aldo mendengarkan itu dengan seksama, meski awalnya dia terkejut tapi dengan cepat aldo menetralkan wajahnya.


"baiklah, terimakasih dok"


setelah dokter itu pergi aldo duduk disamping anita, entah angina dari mana tiba tiba tangan aldo mengelus elus perut anita yang masih rata itu.


"mas" ucap anita


"eh, emm," aldo gugup karena takut anita menyadari tangannya yang mengelus elus perutnya


"mas, bolehkan aku meminta bantuanmu?" tanya anita


"katakanlah"


aldo menyeritkan dahinya,a nita yang melihatnya merasa takut


"maaf mas, anita tidak jadi" anita langsung memiringkan badanya memunggungi aldo. anita tak kuasa menahan tangisnya, air matanya membasahi bantalnya, sesekali isak tangisnya terdengar oleh aldo


aldo pun keluar dari kamar itu, dan berencana membelikkan nasi goreng itu.


"apa jangan jangan nasi goreng itu sengaja dia masak, sampai rela ke warung untuk beli telurnya, dan aku mengagetkannya sampai nasi goreng itu jatuh, terus dia pergi lagi" gumam aldo.


"ah mungkin anita sedang ngidam" batin aldo dan terukir senyum yang indah diwajah aldo


anita yang merasa aldo telah pergi langsung menangis sejadi jadinya, terasa pilu sekali tangisan itu, anita merasa tidak ada yang peduli terhadapnya.


dua jam anita menangis sampai matanya bengkak dan masih tedengar isak tangisnya dan suara yang mulai serak. aldo mendaratkan telinganya ke pintu, aldo mendengarkan anita, aldo merasa bersalah dan membuka pintu


"anita" ucap aldo


anita langsung memunggungi aldo, dan menutup tubuhnya dengan selimut, anita malu kalau aldo tahu anita menangis


"apa kau masih lapar?, aku ada bawa nasi goreng telur bebek"


anita masih tidak menjawabnya


"anita, apa kau tidak punya telinga" bentak aldo namun anita masih tidak menjawabnya.


dengan kasar aldo membuka selimut yang menutupi tubuh anita


"APA KAU TAK PUNYA TELINGA ANITA?" bentak aldo lagi


tubuh anita bergetar dan anita merasa ketakutan, kudua tanganya saling berlipatan untuk mengilangkan rasa takutnya, namun rasa takut itu masih menyelimutinya,


dan tiba tiba tangan anita menutup telinganya seraya berkata


"aku mendengarnya, tapi kumohon jangan bentak aku, hiks hiks hiks aku takut,, tolong jangan bentak aku, hiks hiks hisk"


aldo langsung memeluk anita, aldo merasakan tubuh anita yang gemetar akibat ketakutannya.


"sudahlah, makanlah dulu" ucap aldo sambil mengusap usap punggung anita


"apa mas masih marah?" tanya anita dengan suara seraknya


"tidak, makanlah"


anita pun mengambil nasi goreng itu, setelah itu memakannya, anita merasa kesulitan untuk menyendokkan nasi ke mulutnya, akibat tubuh yang masih gemeta, aldo melihatnya dan lengsung mengambil alih sendoknya


"buka mulutmu" pintanya


"biar aku saja mas"


"buka mulutmu anita" ucapnya sekali lagi, anita pun membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan hingga nasinya habis.


"terimakasih mas"


"hmm, tidurlah ini udah larut malam, aku akan disini menjagamu"


anita langsung tidur tidak menunggu lama anita sudah tertidur lelap, aldo melihat anita merasa kasihan, dan aldo juga merasa senang dengan kehamilan anita


"ada apa denganku?" tanya aldo pada dirinya sendiri, pasalnya setelah aldo mengetahui anita hamil, aldo merasa bebannya berkurang, dan merasa lebih hebat dari sahabatnya.


"pantes aja dia minta nasi goreng telur bebek, oh ternyata dia lagi ngidam toh" ucap aldo sambil tersenyum senyum.


aldopun memainkan ponselnya dan melihat pesan masuk dari robbi


"do, minggu depan gue udang lu untuk hadir dipernikahan gue" isi pesannya


"wah, gila lu bi, main cepat tangap aja lu" balas aldo


seletah membalas pesan robbi aldo memberitahukan mamahnya pasalnya aldo malam ini tak pulang, aldo akan menginap dengan alasan pekerjaan.


sesekali aldo melihat anita dan mendekati ranjang anita, memhapus sisa air mata anita dan mengusap lembut pipi anita dan mencium kening anita, tidak sampai situ, aldo yang melihat bibir ranum anita pun terbawa nafsu dan aldo pun dengan cepat dan lembut mendaratkan bibirnya ke bibir anita.


CUP