Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
pernikahan Robbi dan rere



seminggu telah beralu kini anita dan aldo sudah menjalani hidup seperti biasanya. masih pisah kamar dan tidak ada yang berbicara sebelum aldo yang berbicara.


"angga, hari ini kamu urus pekerjaan kantor, aku ada akan pergi kepernikahan robbi" pesan singkat aldo. aldo langsung membersihkan dirinya dan memakai setelan jas formal.


anita yang diundang rere pun bersiap siap untuk menghadiri acara pemberkatan sahabatnya itu.


aldo menuruni anak tangga sambal melirik kamar anita, namun karena tak ada tanda tanda anita didalam kamar aldo pun bergegas pergi, melajukan mobilnya.


sesampainya digereja, aldo duduk didepan karena robbi telah memberi tempat khusus aldo dan istrinya.


anita memilih milih baju yang cocok untuk ia gunakan, anita melihat bajunya sudah mulai using semua, sudah hamper setahun ini anita tidak lagi beli baju baru, anita memilih dress putih selutut dan mempoles sedikit maku up dan berjalan menuju gerbang Utama, anita memberhentikan taksi dan membawanya kegereja tempat pemberkatan robbi dan rere.


anita yang terlambat membuatnya duduk dikursi belakang. setelah selesai mengucapkan janji suci anita berjalan menuju tempat rere dan robbi, tapi langkahnya terhenti saat melihat aldo Bersama seorang wanita menghampiri pengantin tersebut, hati anita sakit dan sesak, anita lebih memilih keluar mencari Udara segar, saat diluar anita bertemu dengan riko, yah riko adalah sahabat aldo yang diundang oleh robbi sahabatnya.


"hai, ada apa yang membuatmu sedih?" tanya riko


"tidak ada tuan, maaf" anita pun berlalu ke bangku taman yang disebrang gereja. setelah acara digereja selesai mereka lanjut ke hotel tempat resepsi pernikahan mereka.


sesampapinya disana anita langsung menghampiri rere dan suaminya.


"hai re, selamat yah, kamu sekarang sudah sah menjadi isrtinya orang" sambal memeluk rere


"aku mohon jaga rere, cintai dia sampai maut memisahkan" ucap anita pada robi, wajahnya Nampak sedih seperti ada kesedihan mendalam padanya, rere memahami rumah tangga anita, rere langung memeluk anita.


"nit, jangan begitu, aku tak mau melihatmu bersedih" ucap rere


"baiklah, ah iya aku tidak bisa berlama lama. maaf kan aku tidak bisa mengikuti acaramu sampai selesai" meloonggarkan pelukkannya.


"ini kadoku untukmu, semoga kau menyukainya" ucapnya berlalu pergi


aldo yang saat itu baru keluar dari toilet langsung menghampiri robbi dan saat itu pula kedatang riko menjadikan suasana ramai, bagaimana tidak kini ketiga pangeran itu berkumpul dan menjadi pandangan mata setiap kaum wanita.


"selamat bro" ucap riko pada robbi


"lu, kapan nikahnya" tanya robbi


"mungkin sebentar lagi, tadi gue lihat bidadari dibangku taman, gue jatuh cinta pada pandangan perama." jabab riko dan mulailah perckapan mereka hingga membuat rere terabaikan.


disudut taman itu anita duduk dan melamun


"bersyukurnya kau re, kau dicintai oleh suamimu, ku harap kau tak sepertiku, bertahanlah sampai maut memisahkan kalian, dan aku juga tidak akan bercerai dengan suamiku" ucapnya memandang kesunyian taman


"hei nona, apa aku boleh bergabung" tanya riko


"yah, tentu"


"apa yang kau lakukan disini? oia kenapa kau menangis? apa kekasihmu meninggalkanmu?"


"ah maaf, tadi mata saya kelilipan jadi tampak basah seperti ini deh" ucapnya berbohong


"aku riko" sambil menyalurkan tanganya dan dibalas oleh anita


"anita"


"oh, sunggu cantik" gumamnya namun masih bisa didengar oleh anita


"apa?"


"ah enggak" jawabnya gelalapan


*****


aldo yang tadinya berangkat sendiri namun saat duduk di kursi. sarah yang melihat aldo sendiri langsung medaratkan bokongnya disamping aldo, aldo yang mengenal sarah pun menerima kedatangan sarah dengan santai. sarah menarik tangan aldo untuk menghampiri robbi dan rere.


dan saat itu pula anita melihatnya dan menjadi salah paham.


kembali lagi ke taman, riko yang menyadari anita sudah kedinginan mengajaknya pulang tapi anita menolaknya, takutnya aldo melihat anita berjalan dan diantarkan oleh pri asing akan membuatnya dihukum oleh aldo.


saat melihat taksi anita langsung memberhentikannya dan menaikinya.


"terimakasih" ucap anita tersenyum, riko yang melihatnya semakin jatuh cinta, tapi saat melihat taksi itu pergi, riko kesal karena lupa meminta nomor teleponnya.


"wah wah, gini nih susahnya kalua sudah jatuh cinta" ucap aldo


"kemana bidadari lu itu, apa dia baru saja menolakmu" sindir robbi


"oh ayolah, kalian selalu saja mengejekku, akan aku pastikan aku akan mendapatkannya bagaimana pun caraya" ucapnya sambil meneguk minuman


"lihat tuh binik lu, udah gak sabar ingin malam pertama, wajahnya tuh cemberut begitu" ucap riko sambil melihat rere


"apa katamu" jawab robbi sambil menarik tubuh rere didekatnya.


"sudahlah, lagian ini sudah sepi, kami balik dulu, nikmati malam pertama kalian." ucap aldo


"apa kau mau jadi penonton malam pertama mereka riko" ucap aldo


"oh, kalua boleh" jawabnya dengan kekehannya


rere malu, pipinya terlihat merah dan sedikit mengencangkan genggaman tangannya, robbi menyadari apa yang baru saja dikatakan para sahabatnya itu langsung membawa rere ke kamar mereka, kamar yang memang sudah disiapkan untuk mereka.


"ok, kita balik dulu, selamat bersenang senang" ucap riko berlari kecil mengejar aldo.


"bro, gue udah lama dengar lu nikah, tapi gue belum pernah lihat wajah binik lu. gue penasaran lu nikah sama orang atau sama gambar atau sama hantu mungkin"


PLETAK


sentil aldo dikening riko dan berlalu menginggalkannya.


riko meringis kesakitan, keningnya memerah dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


***


robbi dan rere pun kini memasuki kamar itu, rere bingun mau melakukan apa


"mandilah, setelah itu kita istirahat"


"hmm, baiklah"


rere bergegas masuk kekamar mandi dan memanjakan dirinya di bethup dengan wangi lavender.


setelah selesai kini giliran robbi yang membersihkan dirinya. setelah selesai robbi menghampiri rere di sofa, dan langsung memeluknya


"apa aku boleh menyentuhmu malam ini?" tanya robbi


rere menatap wajah robbi lekat, dan menganggukkan kepalanya, tidak menunggu lama robbi langsung mecium kening dan bibir rere, tidak sampai disitu robbi menciumi leher rere dan meninggalkan bekas kissmark, dan tanganya ikut bekerja melucuti pakaian rere.


wajah rere kini sudah mulai memerah dan langsung menutup wajahnya dengan kesepuluh jarinya. robbi menarik tangan rere dan mencium bibir rere, setelah berhasil melepaskan pakaian rere kini giliran robbi melepaskan pakaiannya.


robbi merasa kesulitan disofa kini dia menggendong dan merebahkan tubuh rere dikasur king size itu.


mereka melakukan hubungan suami istri itu sepanjang malam. sampai mereka merasa Lelah dan tertidur saling peluk.


***


riko yang masih penasaran dengan anita, sengaja mencari tahu tentang anita melalu media sosialnya, tapi tak kunjung dapat malah kini ketiduran disofa sambil memegang ponselnya yang masih menyala.


berbeda dengan aldo dan anita


anita tertidur karena isak tangisnya yang melihat aldo Bersama seorang perempuan digereja pagi tadi.


sementara aldo, aldo merindukan tubuh anita, dan apalagi saat ini anita tengah hamil anaknya. aldo merasa tidak tenang dan pergi keluar kamar untuk mencari anita.


dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 00.21 WIB, aldo membuka kamar anita, aldo melihat sekeliling raungan itu, aldo melihat anita tertidur digelaran tikar dengan mata sembabnya.


aldo mengangkat tubuh anita ke tempat tidur dan aldo baru menyadari anita memakai dress putih dan make up


"kemana anita dengan penampilan seperti ini?" batin aldo, lalu aldo naik keatas tempat tidur itu dan memeluk anita serta mencium kening dan bibir anita. aldo meletakkan tanggannya diperut anita. sampai rasa ngatuk itu pun muncul.


aldo terlelap dalam tidurnya.