Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
CEO Aditama Wijaya



hari ini adalah hari dimana aldo akan diangkat menjadi CEO namun sebelumnya aldo telah meminta anita untuk berpura pura tidak bisa untuk mengahadiri acara itu dan sebenarnya aldo nuga telah membatalkan hari resepsi pernikahan mereka karena setelah ini aldo akan mengurus anita sendirinya dengan caranya. anita yang awalnya tidak setuju namun karena makian serta ancaman yang aldo berikan anita menyetujui itu semua


"nak, kemana istrimu, mengapa dihari penting ini anita tidak nampak?" tanya mama aldo


"anita sakit mah, anita tidak bisa untuk bergerak banya" jawab aldo


brigitha langsung mengambil ponselnya dan segera melakukan video call dengan anita,


"apa yang terjadi nak, kenapa kepalanya sampai diperban gitu?" tanya brigitha panik


"tidak apa apa mah, maafkan anita tidak bisa mengikuti acara pentingnya mas aldo" jawab anita dengan mata berkaca kaca


"nanti setelah acara ini selelsai mamah langsung lihat kamu yaa sayang" ucap brigitha dengan senyum tulusnya, anita yang melihat perhatian mama mertuanya itu ikut terharu dan tanpa sengaja brigitha melihat anita menangis


"ada apa sayang, kenapa kau menangis?" tanya brigitha


"tidak mah, aku hanya terharu saja"


setelah percakapan itu selesai dio langsung mengumumkan pemindahan kekuasaan dan pengangkatan anaknya menjadi CEO diperusahaan ini


tiba tiba ada seseorang yang memberi amplop coklat itu kepada security untuk diberikan pada dio. karena pria itu berkata ini adalah surat penting untuk dio security itu langsung memberinya pada dio, dio heran pasalnya dio tidak mengerti itu surat apa, dan tidak bertuliskan nama pengirimnya siapa.


acara itu sudah selesai dan tamu juga sudah pada pulang, tinggalah dio, brigitha dan aldo serta pak mudi yang ditempat itu, kemudian dio ingat amplop itu belum dibukanya, dio langsung menuju tempat amplop itu diletakkannya dan langsung membukannya betapa terkejutnya dio saat melihat poto poto itu, dio memegang dadanya yang artinya sakitnya kambuh lagi, belum ada yang menyadari apa yang dilakukan dio, tapi pada saat brigitha melihat kebelakanga, brigitha kaget dan langung menjerit, kerena melihat dio dilantai tidak sadarkan diri, aldo dan pak mudi melihat dan lngsung lari untuk memastikan apa yang terjadi, namun mata tajam aldo, brigitha dan pak mudi melihat tebaran poto poto itu, aldo murka, tapi aldo melihat kondisi ayahnya langsung membawanya rumah sakit.


"aldo,apa yang terjdi, apa papahmu akan baik baik saja?" tanya mama aldo


"tenang mah, papah akan baik baik saja" ucap aldo menenangkan mamahnya


setelah sampai dirumah sakit itu, dio langsung dibawa keruang pribadi mereka, mereka memanggil beberapa dokter dan dokter pribadi mereka untuk memastikan kondisi ayahnya.


dokter keluar ruangan dan berbaris menundukkan kepalanya, dan memasang wajah sedih


"maaf kami telah berusaha sebaik mungkin, namun tuhan bertindak lain"


"tidak, itu tidak mungkin,,,,aldo" nangis brigitha sesekali brigitha mengusap dadanya karena sesak dan merasa syok, padahal btigitha berharap dio akan selamat, 


aldo tak kuasa menahan tangisnya, seketika tangisnya pecah dibawah kaki ayahnya, dan brigitha melihat anaknya itu semakin sedih, brigitha melihat kesedihan mendalam pada anaknya, setelah aldo dikhianati istriya, aldo ditinggalkan ayahnya, itulah yang ada dalam pemikiran brigitha, brigitha menenangkan ankanya itu, mengusap air mata yang jatuh ke pipi aldo, brigitha mencoba untuk kuat demi anaknya, dan kesedihan itu biarlah dia yang merasakannya.


brigitha menelpon angga sekertaris dio dulu untuk mengurus pemakaman suaminya, sebelumnya pak mudi memberi tahu seluruh orang yang ada dikediaman aldo termasuk anita, semua pada berdatangan kepemakaman, anita melihat aldo yang menangis itu ikut bersedih.


saat anita mendekati aldo, aldo berdiri dan menampar keras pipi anita, dan bukan hanya sekali, aldo menampar anita berkali kali dan memaki maki anitta dengan perkataan kasar dan yang tak pantas untuk anita, brigitha yang melihat itu hanya diam dan tak sedikitpun membela anita.


"angga, tolong anatrkan saya pulang, tolong sediakan helikopter sekarang, saya mau balik kejerman sekarang" ucap brigitha, aldo yang mendengarkan itu heran dan melihat mamanya


"mah, kenapa kejerman, bahkan papah juga baru dimakamkan mah" teriak aldo frustasi


"mamah mau menenangkan diri aldo, mamah belum bisa terima kenyataan ini" isak brigitha


"tidak aldo, mamah ingin sendiri, kau urus istrimu dulu"


"aldo bahkan jijik mah melihat dia, aldo benci dia mah, aldo bahkan menyesal nikah sama dia mah, dia pembawa sial mah" ucap aldo keras dan anita mendengar itu semua, hatinya sakit seperti tertusuk beribu ribu jarum


air mata anita terjatuh deras bahkan anita tidak tau apa alasan aldo memaki dan menamparnya, anita sedih saat melihat dan mendengakan itu semua. anita merasa sudah tak sangggup untuk berdiri lagi, kaki kakinya, serasa lemas dan pandangannya kini buram


BRUUKK


"non" teriak bik minah, bik minah merasa sedih melihat anita begini, aldo tidak memperdulikan lagi, aldo membawa mamanya ke helikopter untuk mengantarkan maamahnya.


"pak, tolong saya pak, tolong panggilkan taksi pak untuk bawa non anita" ucap bik minah


"baik, tunggulah sebentar" jawab pak mudi


"angga, antarkan saya pulang" ucap aldo melemparkan kunci mobilnya


mereka jalan satu arah antara taksi dan mobil aldo


mobil aldo mendahului taksi itu, saat aldo memasuki ruangan itu aldo memabanting semua barang barang, dan membanting keras pintu kamarnya, saat itu pula angga menggendonganaita memasuki rumah, angga melihat pak mudi yang kesusahaan itu langsung membantu pak mudi. aldo melihat itu adaa rasa tidak rela dan langsung membantingkan badanya dikasur king size itu.


"tuan, nona tidur disini" ucab bik minah yang menunjukkan gudang


"haa? yang benar saja bik, dia ini istrinya aldo bik, mana mungkin" jawab angga yang tak mengrti situasi


"iyah tuan, tual aldo yang memintanya" jawab bik yanti


"hhmm, baiklah, kalian rawatlah dia, sepertinya dia tidak sedang baik, kalau perlu bantuan panggil saja aku" jawab angga dengan senyum manisnya


"apa sebenarnya yang terjadi pada aldo, setau angga aldo punya kekasih dan sudah melamar fany, tapi kenapa malah perempua ini yang aldo nikahi" batin angga pergi keluar


bik minah bingung dengan kondisi anita, dia tau anita sedang sakit tapi dai juga tidak bisa bertindak untuk memanggil dokter ataupun membawa anita ke rumah sakit, karena aldo melarang keras orang rumah ini untyk membantu anita


anita menggigil dan wajahnya cukup menyedihkan, darah segar itu telah mengering dibibir anita dan memar diwajahnya juga semakin terlihat, mata bengkak dan pipi juga sama bengkaknya itu membuat bik minah menangis dan bik yanti pun ikut menangis


****


"bagaimana apa kau puas dengan ini sayang" tanya rio


"yah aku sangat puas sekali, aku merasa sebentar algi kita akan kaya sayang, aku akan membuat aldo cinta mati kepadaku dulu, setelah itu aku akan mengambil semua hartanya" jawab fany 


"apa kau akan memberiku hadiah sayang, apa kau tak ingin itu" ucap rio


fany yang mengerti ucapan rio itu langsung membungkam mulut rio, fany mencium bibir rio dengan sangat penuh nafsu, rio merasa gerah dan hendak membuka bajunya namun ditahan oleh fany


"ini masih dimobil sayang, nanti setelah kita keapartemen kita akan melanjutkannya" ucap fany, yah pasalnya mereka sekarang sedang memantau rumah aldo dari dalam mobil mereka yang sengaja diberhentikan agak jauh dari kediaman aldo.