
DUAARRR
suara petir menyelimuti kota B, dimana anita baru saja pulang dari kerjanya, yah setelah anita selesai mengantarkan revisi skripsinya anita langsung menjuju tempat kerjanya,, yah rumah sakit itulah tempat anita bekerja.
" hmm,, gimana ini, pakai hujan segala lagi, aku kan jadi gak bisa pulang jalan kaki, nalah uang aku menipis lagi, aduh tolong hambaMU ini Tuhan" batin anita
anitapun tanpa memikir Panjang langsung bejalan dan menggunakan pelasti kresek itu penutup kepa, yah menurut anita lebih baik badannya yang terkena hujan dari pada kepalanya dan lagi anita memang tak ada cukup uang untuk membayar ongkosnya pulang sampai kerumah.
"siapa wanita itu, apa gak tau dampak berjalan dibawah hujan deras ini?, dasar ceroboh" gumam aldo yang meloihat anita dibawah hujan deras dan hanya menggunakan plastik kresek kecil sebagai penutup kepala.
hati aldo tiba tiba hati aldo kasihan melihat anita yang kedinginan sampai badan menggigil dan bibir biru pucat.
"ayo naik," ucap aldo
"siapa? tanya anita
"kamu, siapa lagi?" jawab aldo ketus
"ehh,, ah,, eh,, tidak usah pak, saya bisa jalan kok pak, lagian dekat kok pak" jawab anita sekalian menundukkan kepalanya supaya aldo gak lihat wajahnya yang kedinginan dan bibir pucatnya.
"udah cepatlah naik, saya gak tega melihatmu jalan sepeti ini dibawah hujan sederas ini, apa kamu tidak peduli akan kesehatanmu?" tanya aldo dan melihat anita yang semakin menundukkan kepalanya.
"baik pak"jawab anita karena memang anita sudah tak tahna lagi dengan dingginnya air hujan.
"dimana kosanmu? tanya aldo tanpa melihat anita dan berfokuskan pada jalanan yang mulai digenangi air,
"hmm, rumah saya di komplek XX pak." jawab anita yang mulai merasa pusing sedikit dikpalanya
"kamu orang kaya tapi kamu dengan polosnya berjalann saat huja gini." ucap aldo
"ehh. hmm" sahut anita dan seketika dia ambruk dikursi dan kelapa anita terbentur oleh jendela kaca mobil aldo,
"hey, kamu kenapa? ayo bangun, hey ayolah" ucap aldo yang mulai melihat wajah pucat anita.
aldo langsung pergi mambawa anita kerumah sakit tempat aldo bekerja, dan saat sampai di parkiran aldo langsung memarkirkan mobilnya dan emnggendong anita ala bridal style, dan seketika sustter yang melihat merasa cemburu dan saat dia melihat siapa wanita yang sedang aldo gendong, dia berkata
"anita, dok ada apa dengan anita?" tanya suster itu
yah suster itu adalah vinny, vinny telah lama menyyukai aldo semenjak aldo menjadi dokter ditempat ini.
"kamu mengenalnya?" tanya aldo
"iyah pak, anita salah satu karyawan disini pak, dia bekerja dibagian keuangan pak" jawab vinny
"oh, tolong kamu cek dia biar saya bayar adminnistrasiny dulu" ucap aldo sambil berlalu meninggalkan kamar pasien rawat inap.
"baik dok.." jawab vinny ynag sedikit cemberut dengan hati kesal
****
dilain tempat sofie sedang membaringkan badanya dan dengan santainya sofie memakan cemilan dan membuang sampah sembarangan, dia menunggu anita pulang untuk membersihkan sampah sampah yang berserakan di mana mana, dan ada melly yang sedang menunggu anita di ruang santai untuk memasak makan malam mereka.
****
ditempat lain rio dan fany sedang bercumbu mesra di salah satu hotel yang telah roi pesan di kota S itu.
"saying kenapa kamu mau menjadi seorang security di perusahaan itu?." tanya fany
"iyah saying, itu hanya sebagai formalitas saja, setelah satu aku akan menjabat sebagai ceo disitu, karena itu adalah harta warisan ayah anita jadi aku haus buat anita sedikit berfikir positif biar dia percaya dan aku bisa ambil ahli perusaan itu saying" jawab rio
"aku makin cinta deh sama kamu. kamu pintar sekali" ucap fany sambil mencium bibir rio
"kamu jangan goda goda aku fany" ucap rio dengan sedikit pergerakan gesitnya
"kamu yah", sambil membaringkan fany ditempat tidur itu, dan tanpa menunggu aba aba rio langsung membuat fany sedikit menegang dan terjadilah malam yang Panjang untuk rio dan fany.
***
tersadarnya anita mmebuat aldo yang disampingnya terbangun, yah karena anita merasa tangan kanannya kebas akibat bius yang disuntikkan viny ketangannya dan yah alhasil anita dan aldo menginap di satu ruangan yang sama.
"aww" ucap anita sambil menggerakkan tangan kanannya
"kamu udah sadar?" tanya aldo
"eh,, hmm iyah pak, maaf telah merepotkanmu dan maaf telah membuatmu tidur ditempat yang tidak nyaman" jawab anita dengan rasa bersalahnya
"hmm" jawab aldo
"pak, bisakah saya pulang sekarang, dan bairkan saya membayar balas budi ini dilain waktu?" tanya anita
"tidak usah, itu udah kewajiabn saya sesame manusia" jawab aldo
"tapi saya tidak enak pak, telah membuatmu merasakan tidur dikursi dan membuang waktumu" ucap anita
"baiklah kalua kamu memaksakannya, saya bisa apa" jawab aldo lalu pergi meinggalkan kamar tersebut
"yah Tuhan, kenapa aku bisa seceroboh ini, apa nanti yang akan dikatakan mama dan sofie" gumam anita sambil berjalan dilorong rumah sakit
saat di halte anita melihat aldo keluar dari parkiran dan melajukan mobilnya dan aldo memberhentikan mobilnya tepat dihadapan anita
"kamu mau pulang, mari saya antar, kamu belum pulih betul" ajak aldo pada anita
anita awalnya menolak, dan diajakan aldo yang terakhir dia pun mengiyakan ajakan aldo tersebut
"apa kamu tidak mau hartamu habis? sampai kamu rela hujan hujanan dan sekarang mau naik bus saat badan kamu masih lemah? tanya aldo
"saya.. eh.. anu pak" jawab anita
"udah gak usah dijawab kalua gak bisa dijawab" ucap aldo ketus.
aldo sedang menebak anita adalah sosok orang yang sangat pelit
"maafkan saya pak" jawab anita
tiga puluh menit berlalu akhirnya mobil sedan itupun berhenti disebuah rumah mewah dan aldo pun melirik anita yang tampak takut untuk turun saat itu juga
"ada apa? apa kamu takut kebohonganmu terbongkar, kamu takut turun karena kamu bukan orang yang tinggal disini, apa kamu hanya anak pembantu yang takut diusir oleh majikanmu?" tanya aldo dengan sombongnya
"hm,, itu pak,,ehh" hanya itu yang bisa dikeluarkan oleh mulut anita, karena dengan seketika mulutnya terkaku dia membayangkan apa yang akan teerjadi pada dirinya setelah masuk kedalam rumah itu, apa yang harus anita katakana saat mereka kenapa anita tidak pulang semalaman, kema aja dia satu malam itu.
aldo yang meilihat anita melamun langsung menyenggol bahu anita
"hei, apa kamu takut kebohonganmu terbongkar" tanya lado, namun tidak dijawab anita, karena anita memang sedang takut untuk memasuki rumah itu.
"hei, kalua kamu tidak turuun sekarang aku bisa terlambat kerja" ucap aldo dengan sedikit menaikkan suaranya.
"ma..maaf pak, saya tidak bermasud begitu pak, sebelumya terimakasih ya pak telah membantu saya dan mengantarkan saya pulang" jawab anita
"hmm" deheman aldo
anita yang keluar dari mobil aldo pun langsung berjalan menuju pintu rumah itu, dan seketika anita terkejut dengan mama melly dan sofie yang telah berdiri di balik pintu, dan suara keras itu pun mengusik telinga aldo yang masih setia memandangi anita berdiri didepan pintu
PLAKK