Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
wisuda



berwarna peach itu dan rambut yang disanggul rapi serta polesan make up yang tipids sehingga memperlihatkan kecantikan yang natural dan keanggunan dari sosok anita.


anita pun menuruni anak tangga dengan anggunnya dengan membawa toga serta jubah yang mereka ambil kemarin, dan orang orang yang ada dikediaman itu pun merasa kagum dengan apa yang dilihatnya seperti bidadari, begitulah kira kira, tak jauh dari sana ada sepasang mata yang melihat kearah anita, merasa kagum dengan paras anita yang cantik, bik imah yang melihat aldo menatapnya tanpa berkedip sengaja membesarkan suaranya


"cantinya nyonya, seperti bidadari, andai tuan melihat nyonya pasti akan jatuh hati"


aldo yang mendengarkan ucapan bik imah seperti terkena sindirian secara tidak langsung oleh artnya itu.


"makasih bik, tapi aku gak ada uang bik, gimana dong" canda anita


"bik, saya berangkat yah bik, takut macet  bik, maaf yah bik saya tadi tak bisa masakin sarapan" ucap anita merasa bersalah


"tidak apa apa nyah, kita juga merasa senang kok melihat nyonya kini menyandang gelas megister" jawab bik yanti 


"oh iyah nyah, gak ditemani sama tuan, atau nyonya besar?" tanya bik imah


"tidak bik, mas aldo sibuk dan mamah papah juga kan sedang di jerman, kalau mamah melly serta sofie dan kak rio sudah membuangku mereka tak menganggapku bagian dari keluargnya" jawab anita sendu


"kalau saya yang temani boleh nya?" tanya bik imah


"apa bibik tidak keberatan? anitakan hanya anak dari beasiswa bik dan anak yatim piatu" semakin sedih rasanya mmengatakan itu


"tidak nyah, saya malah merasa senang, apalagi bisa mewakili keluarga nyonya, serasa punya putri gitu nyah" jawab buk imah menyemangati anita yang sedih.


"baiklah bik jika tidak keberatan"


"saya siap siap dulu yah nyah, oh yah nyah, nyonya makan aja dulu sambil menunggu saya, takutnya pas acara wisuda nanti maag nyonya kambuh lagi, kan jadi repot" ucap bik imah


"iyah nyah"ucap bik yanti


"baiklah bik, terimaksih sudah perhatian sama anita, anita tidak tau bagaimana membalas kebaikan bibik" jawab anita sambil mengambil nasi dan melahapnya.


aldo memang tidak ada disitu tapi aldo bisa mendengarkan dari awal pembicaraan mereka dan hati aldo merasa bersalah, dia juga merasa kaasihan pada anita, tidak bisa dipungkiri pasti anita sangat merasa kesepian ditengah keramaian itu nantinya, untung ada bik imah yang mau menemani anita, jaid rasa bersalahnya semakin berkurang.


TING


aldo melihat pesan dari fany, ternyata isi pesan itu adalah


"aldo tolong aku, aku gak bisa berkata apa apa lagi, banyak darah yeng berkeluaran dan rasanya perutku sakit sekali"


aldo langsung mengambil jaketnya dan melangkah cepat melewati anita dan sepertinya sedang gawat darurat saja.


"maass" panggil anita tapi aldo mengabaikannya dan itu membuat bik lia semakin senang, dia merasa rumah tangga ini tidak lama lagi akan selesai, 


"hmm, mungkin ada pasien yang kritis kali di rumah sakit, karena gak seperti biasanya gini, dan gak mungkin juga perusahaan kan disana pasti ada asisten yang tengah menengahi" pikir anita


"nyah, ayok kita berangkat" ajak bik imah


"nyonya bisa aja, bibik mah masih kalah cantiknya dengan nyonya" jawab bik imah


"bik, kita naik taksi aja yah bik, bair gak lama gitu, karna tadi mas aldo pergi buru buru, mungki pak mudi akan menyusul bik" 


"okelah nyah, mana baiknya"


setelah tiga empat puluh menit berlalu anita dan bik imah telah sampai di kampus tempatnya mengadakan acara wisuda, anita adalah mahasiswa pebprestasi dikampusnya dan dia juga mendapatkan beasiswa 90% untuk pemotongan biaya kuliahnya, tak heran jika anita bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan meraih predikat cumlaude pula, ahhh dibalik kemalangannya terdapat banyak anugerah yang harus di syukuri.


"hai anita" ucapan kompak mereka bertiga, yah siapa lagi kalau bukan rere, ayu, dan dika


"hai, wah kalian pada cantik dan ganteng ya" ucap anita


"oh iya, salam ibu, saya ayu, ini teman saya rere, dan ini dika, kaminbertiga adalah sahabat anita sejak kami masuk kampus" ucap ayu sambil menjabat tangan bik imah


"oh, pada cantik dan ganteng yah, saya bik imah yang akan temani nyonya anita"


"iyah buk, anita sudah memberitahukan kami tadi via chat sekita sepuluh menit tadi" ucap rere


"mana suami kamu an, katanya sudah nikah tapi kok gak bawa suami sih, gak seru deh" ucap dika


"mas aldo sedang sibuk, lain kali aja yah jumpa jumpaannya, kita masih ada acara loh" jawab anita


tak lama kemudai anita dan sahabatnya memasuki aula yang sangat luas yaitu tempat diadakannya acara wisuda itu.


acara demi acara telah dilalui, termasuk sambutan sambutan yang disampaikan oleh orang orang penting di jajaran kampus, kemudian acara memasuki inti yaitu mengukuhkan anggota wisuda yang hari ini cukup banyak, ada dari fakultas kedokteran, fakultas teknik, fakultas agro, fakultas psikologi, fakultas sastra, fakultas ekonomi dan masih banyak lagi, kalau anita adalah mahasisa fakultas ekonomi. kebayang dong sepinta apa anita sampai bisa mendapatkan beasiswa yang cukup fantastik dan dikampus kalangan atas yang sangat mewah dan populer..


satu persatu nama mahasiswa dipanggil dan sesuai fakultas masing masing, mereka menerima ijazah dan juga pemindahan tali toga yang dilakukan oleh dekan fakultas, kini saatnya anita yang dipanggil namanya.


diatas panggung anita anita mendapatkan hal yang sama dengan yang lainnya yaitu ijazah dan pemindahan tali toga dan ada petugas yang mengabadikan momen yang terjadi diatas panggung, begitu pula bik imah yang mengambil poto serta video yang dia abadikan di ponselnya dan mengunggahnya di story whatsaapnya.


setelah selesai anita langsung menuju bik imah dan memeluknya, ia merasakan kerinduan pelukan sang mamah, namun anita tak pernah mengungkapkannya, dan setelah acara penutupan itu selesai orang orang pada mencari tempat untuk berkumpul dengan para teman atau sahabatnya. anita kumpul dengan sahabatnya, kali ini rere bawa calon suaminya yaitu riko dan papah mamah rere, dika membawa keluarganya, dan ayu membawa semua keluarganyaa, mulai dari nenek, kakek, buyut, mamah, papah, adik, kakak, ponakan dan para art nya, seolah olah itu adalah pesta ayu sendiri. wkwkwkw. satu RT dong


****


diapartement fany aldo sangat frustasi melihat keadaan fany, aldo langsung membawa fany kerumah sakit terdekat dan setelah aldo mengetahui kalau fany itu keguguran aldo merasa dikhianati untuk yang kedua kalinya.


"apa maksud kamu fany, kamu bilang kamu cinta sama aku, tapi apa ini semua" ucap aldo didalam kamar inap fany


"maafkan aku aldo, rio telah melecehkanku waktu itu, dimana kau pergi meninggalkan aku, aku merasa frustasi dan aku merasa duniaku seolah olah runtuh, disitu rio mengambil kesempatan untuk melecehkanku" jawab fany dengan tangis pura puranya


"jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu aldo, aku memang tak suka pada bayi ini aku membencinya, jika aku mengingatnya aku malah mengingat rio, tolong jangan tinggalkan aku aldo" sambung fany masih dengan tangis pura puranya itu. dan bodohnya alod, langsung mempercayai itu semua, entalah, aku rasa otaknya aldo sedang tinggal dirmahnya. wkwk


"maafkan aku fany, lagi lagi kau terluka akibat ulahku, maafkan aku yang membuatmu telah dilecehkan hingga kehormatanmu hilang diambil pria bajiang itu, aku pastika dia akan merasakan pembalasan dari ku nantinya" ucap aldo


fany mendegarnya merasa sedang terbang diatas awan merasa menang dengan taktik barunya, tidak masalah jika fany kehilangan bayi nya, yang penting uang tidak meninggalkannya. itulah yang dipikiran fany, hanya uang, uang dan uang saja, yang alin mah bodoh amat.