
aldo yang tidak bisa menahan nafsunya meminta pada bik yanti untuk membersihkan kamar tamu, dan katanya pada bik yanti itu untuk kamar anita
"anita, aku harap kau bisa mengerti, kita menikah tanpa adanya rasanya cinta diantara kita, ada baiknya mulai hari ini kita pisah kamar, aku sudah meminta pada bik yanti untuk mempersiapkannya untukmu" ucap aldo dengan wajah yang sulit diartikan
"hmm, baiklah, aku mau tanya boleh?" tanya anita
"tanyalah" jawab aldo sambil membaca pesan masuk di handphonenya
"apa aku boleh bekerja, karena kalau aku tak bekerja aku merasa bosan" tanya anita
"terserah" jawab aldo memakai dasinya
"apa aku boleh bersikap layaknya seorang istri?" tanya anita memandang wajah sang suami
"aku harap jangan, karna itu sia sia, dan aku peringatkan jangan sampai ada rasa cinta dihatimu, karena dihatiku masih ada fany, yah fany" jawab aldo meninggalkan anita dikamar
"hmm baiklah" jawab anita dan perlahan air matanya jatuh, entah itu karena perasaannya atau karena ucapan aldo.
anita pun semakin semangat untuk bekerja dan suara bunyi ponsel anita membuat anita memfokuskan pada ponselnya, yah hari ini anita diterima bekerja di perusahaan samuel, yah itu semua adalah ulah samuel karena dai telah lama menyukai anita.
setelah ia membaca pesan itu, anita langsung pamit dan pergi keperusahaan itu, dan hari ini juga anita memuali pekerjaannya, banyak karyawan cowok yang suka melihat anita, anita yang bertubuh tinggi, putih, mulus, hidung mancung, dan ditambah senyuman manisnya yang menunjukkan gigi yang tersusun rapi itu sontak saja membuat karyawan perempuan iri padanya dan banyak pula yang menyindirnya, yang dikatain oplas lah, cewek genitlah dan masih banyak lagi, tapi bukan anita namanya kalau dia tidak bisa menjaga hatinya, anita yang sudah muak dengan kata kata itu merasa sudah makanan sehari harinya sewaktu ia masih dengan mamah tirinya, ah mereka membuat anita merindukan mamah melly dan sofie serta rio saudara tinya itu.
"aku harap dengan aku memulai hidupku yang sekarang, dan mengikhlaskan semuanya apa yang dilakukan keluarga tiriku itu bisa membuat hidup kami baik baik saja" gumam anita tersenyum melewati karyawan lainnya, anita dipilih menjadi manejer keuangan diperusahaan rio, karena anita juga mempunyai pengetahuan tentang keuangan.
"hai, karyawan baru" tanya dodo karyawan disitu juga
"iyah, perkenalkan aku anita" jawab anita sambil menyodorkan tangannya dan disambut oleh dodo
"dodo" jawabnya, dan saat itu pula andi datang
"uh ada cewek cantik rupanya ya, hai aku andi cowok ganteng, tajir, dan romantis" ucap andi menyodorkan tanganya dan disambut hangat oleh anita
"hahaha,, aku anita senang bertemu dengan kalian" jawab anita
selepas perkenalan singkat mereka anita langsung memulai aksinya dimeja kerjanya begitu pula karyawan laiinya.
"eh lo dipanggil sama bos" ucap sisil sambil memandang sini anita
"baik, terimakasioh" jawab anita sambil memberikan senyumnya, anita merasakan bawah sisil itu tidak menyukainya
tok...tok..tok...
samuel yang mendengarkan pintunya diketuk merasa senang, pasalnya samuel menyuruh asistenya memanggil anita tadi, dan samuel beramsumsi yang dipintu itu adalah anita
"masuk" sahut samuel dari dalam
anita yang mendapat izin itupun langsung membuka pintu dan masuk.
"yah, apa kamu sudah sarapan?" tanya samuel
"eh bapak nanya saya?" tanya anita tak mengerti
"yah saipa lagi kalau bukan kamu, emang ada orang alin disini selain kita dua?" tanya samuel balik
"ehm, saya sudah sarapan pak. apa bapak mau dipesankan sarapan?" tanya anita kembali dan merasa jengkel dengan atasannya ini
"eh tidak usah, nanti jam makan siang kamu berang aku kita makan diluar" ucap samuel dengan senyumnya yang tidak bisa diartikan oleh anita
"tapi pak..." ucap anita yang sudah dulu dipotong oleh samuel
"tidak ada tapi tapian, saya ini bosmu dan kamu karyawan saya." ucap samuel ketus
"ehmm, baiklah pak" jawab anita memnundukkan kepalanya
"sudah kembalilah bekerja" ucap samuel dan langsung menatap laptop yang ada didepannya itu
"baik pak, saya permisi" jawab anita dan dijawab dengan anggukan oleh samuel. anita yang sudah membalikkan badanya itu pun berjalan menuju pintu dan samuel yang tidak berkedip saat memandangi tubuh anita yang sedang berjalan itupun dikejutkan oleh suara pintu yang tertutup dan seketika samuel tersenyum membayangkan anita dalam dekapannya.
"kau akan jadi milikku anita" gumam samuel dalam hati dan penuh keyakinan
*****
ditempat lain aldo yang tengah sibuk membaca laporan perusahaan sang papah yang akan dia jalankan kedepannya dan kali ini memang aldo diminta untuk fokus keperusahaan saja, rumah sakit akan dipercayakan kepada robbi sahabat aldo, yah aldo memang akan diangkat sebagai CEO di perusahaan itu. tapi yang membuat aldo tak habis pikir adalah acara pengangkatan aldo menjadi CEO diselenggarakan bersamaan dengan resepsi pernikahannya dengan anita.
yah dua hari lagi anita dan aldo melangsungkan acara itu, dan pastinya semua dunia akan tahu kalau aldo telah menikah dengan anita wanita biasa biasa, wanita sederhana.
"hmm, baiklah.. baiklah saya akan mempelajari ini semua, tolong siapkan hasil laporan ke saya mulai terhitung lima tahun lalu, saya mau cek apakah perusahaan ini bekerja dengan baik atau sebaliknya, dan saya juga minta laporan SDM yang ada di perusahaan ini, nanti letakkan dimeja saya, dah kamu boleh keluar, saya mau istirahat" ucap aldo memijit keningnya
TING... bunyi notifikasi ponsel aldo
aldo melihat itu dan terkejut saat melihat isi pesan itu yang tak lain adalah dari fany cinta mati aldo dan faktanya aldo memang tidak bisa melupakan fany.
"aku dengar kau akan melaksanakan resepsi pernikahan yah, apa secepat itu kau menemukan penggantiku? aku masih mencintaimu, apa kau tak mau mendengarkan penjelasanku dulu? aldo apa kau masih mencintaiku, apa kau tau kalau orang tuaku sudah tiada?" itulah isi pesan dari fany, aldo yang membaca pesan itu merasa frustasi, pasalnya ia masih mencintai fany, dan dia merasa iba karena aldo memang belum mengetahui kalau orang tua fany telah tiada, dan saat aldo mengingat apa yang dilihatnya diapartemen fany dia merasa kecewa, kini hati aldo sedang bimbang, tapi kali ini aldo akan memberikan kesempatan fany untuk menjelaskan mengapa fany sampai tega menghianatinya.
"yah, aku memang butuh penjelasanmu kenapa sampai tega kau menghianatiku, padahal kau taukan aku sangat mencintaimu fany" balas aldo
tak lama pesan itu masuk ke ponsel fany, fany melihat isi pesan aldo tersenyum merasa menang dan membuat rencana bagaimana caranya aldo bisa kembali padanya dan pundi pundi keuangannya tidak hilang, karena rio masih belum cukup baut fany, pasalnya perusahaan rio masih kalah dengan perusahaan yang dijalankan oleh aldo.
"baiklah aldo, aku akan menemui besok di kafe XXX, karena hari ini aku akan kekota B, tunggu aku, aku pasti datang sayang" balas fany
"ok" balas aldo dengan cepat, aldo merasa dirinya kini tengah berbahagia, karena dia akan mendapatkan penjelasan dari fany, kalau bisa aldo akan balikan sama fany itulah yang terbesit dihati aldo saat ini. anit memang tidak pernah ada dalam pikiran aldo dan memang aldo tidak pernah memandang atau menggangap anita ada, baginya anita hanya orang tambahan yang dipungut oleh ibunya dan tak sengaja aldo memanfaatkan keadaan.