
setelah rio membeli obat untuk fany, ternyata fany masih merasakan mual dan pusing yang semakin menjadi jadi setiap harinya, dan tak kala rio melihat fany yang terus mual itu menyuruhnya untuk bersiap siap, karena rio akan membawa fany ke rumah sakit untuk mengecek keadaan fany sebenarya.
"cepat persiapkn dirimu, aku tak tega melihatmu terus terusan seperti itu" ucap rio dan langsung meninggalkan fany dikamar itu.
"hmm" jawab fany sambil memilih milih baju yang akan ia kenakan
setelah sampai diruumah sakit rio langsung memberikan fany kursi, karena tinggal satu kursi yang kosong maka rio rela berdiri agar fany tak kewalahan untuk menahan mual yang dia rasakan.
"atas nama ibu fany" ucap suster yang menjaga
"yah saya sus" jawab fany
"silahkan masuk bu" suster itupun mempersilahkan fany masuk
" ada yang bisa saya bantu" ucap dokter itu
"begini dok, belakngan ini saya merasakan mual dan pusing yang berlebihan, dan nafsu makan saya juga sekarang meingkat" ucap fany yang sedang memegang tang rio yang tengha duduk disebelahnya
"maaf, apa ini suami ibu?" tanya dokter itu
"ah,, hmmmm" hanya itu yang rio bisa ucapkan
"nah, sebelumnya apa ibu fany ingat kapan terakhir ibu fany haid?" tanya dokter itu dengan senyumnya yang sepertinya sulit diartikan
seketika wajah fany mulai memucat, fany yang tidak berfikir bahwa dirinya kini tengah hamil, yah mungkin adalah pertanda kalau fany sedang hamil
"sebulan yang lalu dok" jawab fany dengan menundukkna kepalanya
" nah, untuk lebih pastinya mari kita periksa apa keadaaan ibu, yah" ucap dokter itu
setelah pemerikasaan dilakukan merekan pun kembali keposisi semula dan dokterpun tersenyum bahagia dan sambil mengulurkan tangan untuk menjabat rio, dan rio pun melerima uluran tangan hangat itu dengan senyuman khas rio
"selamat pak, istri anda positif hamil, dan mungkin ini adalah gejala kehamilan yang istri bapak rasakan untuk diawalnya, jadi mohon dijaga kesehatan istri bapak, karrena sedang masa hamil muda" ucap dokter itu sambil tersenyum melihat fany
dan fany yang mengdengarkan seketika mematung, fany tidak percaya kalau dia tengah mengandung anak rio, fany masih bingung bagaimana ia harus memberitahukan kepada orang tuanya nanti.
"eh, iyah dok, terima kasih dok" jawab rio kikuk
****
ditempat lain ada anita yang tengah berjalan menuju rumah sakit, karena anita memang kerja dari pagi sampai sore, berhubung anita tinggal menunggu hari wisudanya saja, jadi anita ingin memfokuskan dirinya ke pekerjaannya, sebelumnya nita bellum ada sarapan, dan memang anita tak pernah sarapan dirumah karena sofie dan melly melarang anita makan dan jika anita makan dirumah itu maka anita harius bayar makan meskipun anita yangn memasaknya
"hmm, rasanya aku lapar sekali" gumam anita sambil menikmati perjalanan dipagi hari
anita yang mlihat ada ketoprak disebrang jalan langsung menuju ketempat bapak pedangan itu
"pak ketopraknya satu ya pak, tidak terlalu pedas ya pak" ucap anita dengan lembut
"iyah neng" jawab bapak ketopraknya
anita yang merasa kelparan tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan ketopraknya, dan setelah itu anita meminta bungkuskan ketopraknya satu bungkus lagi untuk nenek yang seringa anita jumpai ditengah jalan, anita meraasa kasihan dengan nenek itu, sudah tua tapi harus tetap mengais rezeki untuk kehidupannya.
setelah selesai membayar, anita langsung menyebrangi jalan untuk mengambil jalan menuju rumah sakit, dan akirnya anita melihat nenek itu kembali dan memberinya makanan itu, setelah itu anita pamit untuk berangkat kerja, dan sesampainya anita dirumah sakita anita mmelihat wanita paruh baya yang sedang kesusahan untuk mengangkat barang
"mari saya bantu angkat buu" ucap anita sambil mengangkat barang yang tengah dibawa wanita pruh baya itu
"terimakasih, siapa namamu nak" tanya wanita itu
"saya anita buk," jawab anita sambil menunjukkan senyum manisnya
"saya brigitha" jawan brigitha
"ibu mau keruangan mana, biar saya bantu angkatkan bu" tanya anita
"keruangan 1710" jawab brigitha
"apa dia berja disini" batin anita sambil meninggalkan tempat itu.
didalam lift anita mendapatkan pesan dari mama melly
"anita kami akan pidah ke kota S, jangan salahkan kami akan menjual rumah ini kepada orang asing" isi pesan melly
"tidak mungkin" gumam anita sambil melihat lihat isi pesan itu dengan mata yang berkaca kaca.
TING
"kalau kamu tidak setuju, maka kamu harus bayar rumah ini, siapkan uang 500 juta besok" isi pesan mama melly yang kedua
anita yang bingung mau cari uang sebanyak itu entah harus cara apa agar anita bisa mendapatkan uang itu, anita akan lakukan apapun untuk mempertahankan rumah itu, meskipun nyawanya jadi jaminan anita akan melakukannya, karena hanya itu peninggalan dari orang tuanya.
sampai dimeja kerja anita yang masih melamun dikejutkan oleh atasannya dan dengan surat phk diberikan juga pada anita yang membuat anita semakin tak mengerti dan semakin bingung untuk mencari uang lima ratus juta itu. setelah anita mendapatkan surat itu anita pun membereskan mejanya, anita memang tak tau apa penyebab dirinya dipecat, tapi anita tak ingin memperkeruh suasana lagi, karena anita masih bingung mencarii uang itu anita berbegas untuk menjumpai para sahabatnya, anita langsung mengetik pesan di group para sahabatnya itu
" apa kita bisa betemu hari ini, rasanya aku butuh tempat bersandar, aku betul betul lagi buuntu" isi pesan anita,
dika yang melihat isi pesan anita sebenarnya kasihan tapi dika kali ini memang tidak bisa untuk bertemu dengan mereka, yah dika sedang diluar negeri untuk melihat lihat apartemen untuk ditinggalinya selama dia kuliah ke jenjang S3nya dan dika juga kana menetap disana karena dka juga kana menerusakan perusahaan papahnya.
"oke. ditempat biasa" jawab rere
"sip" jawab ayu
tidak menunggu lama kedua sahabatnya pun akhirnya sampai dan orang yang tengah melamun yang mereka lihat itu adalah anita, mereka tau bagaimana kehidupan anita selama ini, jadi mereka akan menyempatkan waktunya untuk sekedar bercerita cerita untuk menghibur anita yang selalu saja dilanda penderitaan dari mamah melly dan sofie serta rio yang rela mengambil ahli waris dengan secara licik.
"anita" ucap keduanya sambil mengambil posisi duduk yang pas.
"apa yang terjadi anita, kenapa wajahmu kusut seperti pakaianku saat ini?" tanya ayu, yah ayu memnag menggunakan baju kaos polos yang kusut, karena ayu memang kalau ditengah genting gitu suka lupa cek kondisi, jadi ayu asal pilih baju dari keranjang pakaian yang belum disetrika
"hehehe, apaan sih, muka aku tuh gak sekusut baju kamu kali yu" ucap anita dengan kekehnya
"ada apa sebenarnya anita, katakana dengan jujur" ucap rere yang bingung dengan keadaan anita yang masih memakai pakaian kerja dan barang barang kantornya anita bawa
"aku dipecat dan aku juga harus memperjuangkan rumahku sekarang, krena mamah melly mau pindah ke kota S dan dia berencana akan menjual ruumah itu, kalau aku tidak setuju makka aku harus bayar rumah itu lima ratus juta" ucap anoita dengan mata berkaca kaca sesekali tangannya meremas ujung bajunya
"ya ampun anita, kenapa sebanyak itu, aku gak tau bagaimana untuk membantumu, akku hanya punya tabungan lima puluh juta" ucap ayu
"anita aku punya tabungan tapi tidak banyak, kamu bisa pakai itu dulu, sisanya kita cari sama sama" ucap rere dan dianggukan oleh ayu yang melihat arah rere.
"anita yang mendengarkan perkataan sahabtnya itu langsung menangis terhisak hisak.tidak terasa mereka ditempat itu sampai sore, dan mereka pun mengantarkan anita pulang kerumanhya.
****
" rio aku gak hami, tolong rio, bagaimana nanti aku kasih tau ke mama dan papa aku rio, sementara kita belum menikah rio, papah akan mara besar rio" ucap fany dengan pikiran yang sangat kacau.
"tenanglah fany, aku akan bertanggung jawab, jangan buat aku semakin pusing fany, kamu diam aja disitu. paham" bentak rio
TRINGGG TRINGG
bunyi ponsel fany dan melihat bahwa mamahnya meneleponnya
"iyah mah ada apa mah?" tanya fany
"nak, pulanglah sekarang mamahmu sedang sakit" bukan mamah fany yang menjawab sebaliknya malam papah fany yang menjawabnya karena mamah fany sedang terbaring di Kasur rumah sakit dikota S
fany pun mengiyakan permintaan papah fany.
setelah fany sampai dirumah sakit fany menyalami kedua orang tuanya termasuk rio
DAN......