Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
sakit



tuan, tadi nyonya sampaikan dia akan pulang larut malam, tapi bibik tidak tau sampai jam berapa, sementara ini sudah jam sebelas, tuan" ucap bik minah


"kapan" tanya aldo


"tadi pagi, tapi tadi nyonya belum sempat sarapan, wajahnya sangat pucat tuan" jawab bik minah


"oh, yasudah bik, aldo istirahat dulu ya bik" ucap aldo lalu pergi menuju kamarnya,belum sempat aldo menaiki tangga aldo dan para ART dirumah iu diagetkan oleh kedatangan anita yang mengerikan dan menyedihkan. yah setelah aldo meninggalkan anita dibandara anita pulang berjalan kaki, karena anita meninggalkan tasnya didalam mobil aldo, dan selama empat jam berjalan kaki, dengan kondisi perut yang kosong semenjak hari pernikahannya sampai membuat perut anita sakit, dan mungkin maag anita kambuh lagi, dan saat anita sudah tak sanggup lagi untuk menahan sakit itu anita pingsan dijalanan yang sepi dekat pemakaman, sampai membuat baju anita sangat kotor dan rambut berantakan, serta wajah pucat anita masih sama.


"nyonya, apa yang terjadi?" tanya bik minah


"bik, tolong anita bik, ani.." belum sempat anita melanjutkan perkataannya sudah jatuh tak sadarkan diri


"nyonya,, tuan.. tuan.. yanti... lia... tolong nyonya" teriak bik minah yang melihat anita dipintu sambil menangis


aldo yang mendegarkan itu langsung lari menuju tempat bik minah dan anita


"ada apa bik? kenapa bisa seperti ini?" tanya aldo sambil menggendong anita ala bridal style menuju kamar mereka dan meletakkan anita dikasur


"bik tolong ambilkan peralatan kerja saya bik" pinta aldo sambil melihat wajah pucat anita


"iyah tuan" jawab minah sambil mengambil peralatan kerja aldo


"bik yanti tolong ambilkan air hangat dan handuk" pinta aldo pada bik yanti


"iyah tuan" jawab yanti


"ini tuan" ucap minah menyerahkan peralatan yang idminta oleh aldo, dengan sigap aldo memeriksa anita, sesekali aldo meliat wajah anita yang pucat pasih itu, bagai tak benyawa lagi dihadan aldo, dan hati aldo merasa tak tega atas apa yang dilakukan tadi pada anita.


"bik, sudah keluarlah, biar aku yang mengurusnya, tolong siapkan makanan untuk anita bik" ucap aldo meletakan peralatan itu. setelah bik minah keluar aldo mengambil suntik dari tasnya dan memberi cairan vitamin pada suntik itu, sebelum aldo menyuntikkan itu pada tangan anita, ia melihat ada memar dibagian kening anita, hati aldo semakin sakit dan rasa bersalahnya semakin membesar.


"tuan ini air hangat dan handuknya tuan" ucap bik yanti


"masuk bik, letakkan dinakas itu yan bik, dan tolong siapkan pakaian ganti anita ya bik" pinta aldo.


"iyah tun" jawab bik yanti dan mengambil pakaian itu 


"ini tuan" 


"baik bik, terimaksih, keluarlah" jawab aldo dan sambil mengikuti bik yanti dari belakang, setelah bik yanti keluar aldo langsung mengunci pintu kamar itu


"anita, kenapa bisa seperti ini? apa yang terjadi" gumam aldo sambil membuka pakaian anita


setelah selesai mandi aldo bergegas untuk tidur disamping anita, tidak menunggu lama aldo pun tertidur pulas. anita terbangun jam dua karena perutnya sangat lapar, dan saat anita hendak bergerak anita merasa ada tangan melingkar diperut anita, anita terkejut sambil berteriak


"aaaa, astaga" teriak anita sontak saja membuat aldo terbangun


"ada apa, apa kau butuh sesuatu?" tanya aldo dengan wajah kantuknya


"aku lapar" jawab anita sambil menunjuk ke arah tangan aldo


"ooh. maaf" ucap aldo mengangkat tangannya. anita yang hendak berdiri namu n harus terjatuh karena sakit dikepala dan diperutnya belum sembuh total dan dengan sigap aldo menangkap tubuh anita. anita yang merasakan tubuhnya disentuh aldo mematung hingga beberapa menit. dimenit kemudian anita tersadar dengan suara aldo yang dingin


"mau sampai kapan seperti ini? apa kau mau menggodaku?" tanya aldo datar


"eh,, maaf tadi aku mau ke dapur, aku lapar" jawab anita menunduk


"tunggulah, akan aku ambilkan" jawab aldo dan pergi mengambilkan makanan


saat aldo pergi anita merasa bajunya yang ia kenakan berubah, wajah anita memerah pasalnya anita tak mengenakan pakaian dalamnya. anita langsung melihat kedalam selimutnya apakah ada terjadi sesuatu padanya, apakah aldo telah melakukannya disaat anita tidak sadarkan diri.


anita merasa kalut sampai anita tak menyadari aldo telah datang  membawa makanan saat aldo duduk disamping anita, anita punbaru menyadari adanya aldo


"ehmm, aku mau" belum lagi anita bertanya udah diputus oleh aldo


"makanlah, jangan sampai maag mu kambuh lagi" ucap aldo


"aku mau tanya, siapa yang menggantikan pakaianku?" tanya anita


"aku suruh kau makan, bukan bertanya. cepat habiskan" jawab aldo dengan dinginya lalu mengambil posisi tidurnya


"hmm, baiklah" ucap anita dan memakan makanan itu. setelah anita memakannya anita bergegas ke mengganti pakaiannya dan menyambungkan tidurnya di sofa, karena anita paham akan aldo, pasti aldo mengizinkan anita tidur dikasurnya karena anita sedang sakit.


aldo yang belum sepenuhnya tidur merasakan anita yang mengambil bantal dari kasur, aldo juga mendengarkan rinthan kecil anita, dan saat anita telah sampai di sofa langsung tertidur pulas, setelah aldo memastikan anita tertidur aldo bangkit menuju sofa untuk melihat keadaan anita. setelah itu aldo langsung balik tidur.


sekita jam lima anita terbangun dan langsung membersihkan dirinya, setelah itu anita menuju dapur untuk masak, namun bik minah melarang anita karena tidak tega melihat wajah pucat anita meski tidak separah malam itu. tapi karena anita bertekad dan memaksa akhirnya bik mionah mengizinkannya.


"bik, anita kemungkinan akan pergi cepat, tolong jangan beri tahu mas aldo kalau anita yang memasaknya ya bik" pinta anita kepada aldo


bik minah selalu merasa tidak tega dan tidak ingin melihat anita seperti ini, meski meraka baru menikah tapi aldo telah mengabaikan keadaan anita, dan bahkan aldo tega meninggalkan anita dibandara. bik minah tau itu karena mendapatkan pesan dari brigitha yang menyuruh memantau keadaan anita dan aldo, yah mamah brigitha menyampaikan pesan itu sewaktu menuju bandara, karena mamah brigitha merasa ada kenggungan dalam pernikahan aldo dan anita.


bik minah yang mengetahui itu semua sontak saja kaget dan merasa kasihan apda anita, bik minah juga tau kalau anita hidup bersama mamah tiri dan kedua saudara tirinya dan hidup yang tersiksa itu, bik minah juga tau kalau anita ada hutang pada brigitha sebesar lima ratus juta besarnya, dan bik minah juga tau kalau anita juga menikah karena ancaman