Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
permainan baru fany



setelah anita dirawat aldo langsung meninggalkan anita dan menuju rumah, aldo terpaksa berbohong agar aldo tak merawat anita, setelah melihat keadaan buruk yang menimpa sepanjang hari ini, mulai dari kedatangan anita, aldo merasa hidupnya semakin hacur,


TING..


aldo langsung melihat ponselnya dan itu dari fany kekasih hatinya


"sayang aku kangen, temui aku malam ini di apartement ya" isi pesan fany


aldopun memutar balik arah tujuannya, alod merasa fany adalah kebahagiannya, sesampainya di apartemen aldo membuka pintu dan langsung memeluk fany, aldo merasa bahagia saat ini bersama fany, aldo berharap tidak akan pisah lagi.


"sayang, apa kau tak merindukan aku?" tanya fany


"aku sangat sangat merindukanmu sayang, apa aku bisa memelukmu lebih lama lagi" tanya aldo


"hmm" 


"ini saat yang bagus untuk meracuni pikiran aldo, pasti lambat laun aldo akan mencampakkan perempuan sialan itu" batin fany


"sayang, apa kau tau pria yang melecehkan aku itu adalah saudara tiri dari istrimu itu" ucap fany


"APA???" tanya aldo yang merasa geram


"iyah, dia sengaja merusak hubungan kita sayang, saat dia menjebakku, dia menyuruh perempuan sialan itu mendekatimu daan menjadikanmu suami, kau tau tidak kalau perempuan sialan itu telah bekerja sama dengan pria peleceh itu?" tanya fany


"akan kuhabisi meraka" geram aldo


"sayang, kumohon, jangan pernah tinggalkan aku, aku takut rio akan melecehkan aku lagi"


"tenanglah aku akan menjagamu"


"terimakasih sayang"


"tidurlah, ini sudah larut malam" ucap aldo


"pak mudi, tolong kamu pindahkan semua barang anita ke dalam kamar gudang" ucap aldo pada pak mudi melalu telepon itu


fany yang mendengarkan itu merasa kesenangan dan langsung memeluk aldo dengan cepat


****


pak mudi yang tidak tega melihat anita pun menjatuhkan air matanya dan berdoa agar anita dan aldo bisa hidup rukun. pak mudi langsung menyuruh bik minah dan bik yanti untuk membantunya, dan bik minah yang hendak membersihkan gudang itu ditahan oleh pak mudi, karena dalam telepon tadi aldo melarang keras untuk membersihkan gudang dan membantu anita, serta memberi makan anita.


pak mudi memberitahukan itu kepada art yang dikeidaman itu, dan benar saja respon dari bik yanti dan bik minah sangat sedih sementara bik lia makin senang.


setelah bik minah pergi kerumah sakit ternyata aldo juga memutus pembiayaan rumah sakitnya dan menyuruh anita dirawat dirumah, bik minah yang sudah menjinjing tas pakaian anitapun sedih, karena naita belum pulih betul sudah merasakan perih lagi dihatinya atas perlakuan aldo


"non, mari bik minah bantu"


"terimakasih bik"


selama perjalanan pulang pak mudi hanya diam dan sesekali memandang anita dari spion, anita menyadari itu


"ada apa pak? apa ada yang salah anita pak?" tanya anita


"eh itu non, kata tuan tadi,,, eh......kita sudah sampai non, biar saya yang bawa non, segeralah istirahat non ini sudah larut malam" ucap pak mudi


"terimakasih pak, bik" jawab anita dan bergegas naik kelantai dua, tapi belum lagi anita menginjakkan kakinya ketangga berikutnya naita sudah dikejutkan olejh perkataan bik lia


"non, sekerang kamar non tidak lagi diatas, melainkan dibawah tepatnya digudang lama" ucap bik lia sambil menunjukkan gudang itu


"ha?" anita menyeritkan keningnya


"kenapa bisa seperti ini tuhan, apa dia akan membunuhku" batin anita dan langsung menuruni anak tangga tadi menuju gudang.


anita melihat gudang itu sangat gelap, lampunya mati dan sangat berdebu serta kotor, anita yang belum pulih itu dan takut gelap langsung menghidupkan senter handponenya, dan anita terkejut saat melihat seisi gudang itu, anita tak mendapati kasur ataupun alas untuk tidur, anita menatap nanar ruangan itu, air matanya jatuh, rasanya anita tidak dapat menahan ini semua, rasanya anita ingin cepat pergi, tapi anita sudah terlanjur berjanji sama tuhan untuk selalu setia pada suaminya


"mah, pah, doakan anita bisa bertahan mah, pah" batin anita


anita membersihkan kursi yang ada di gudang itu, dan anita menjadikan kursi itu sebagai tempat tidurnya, sepanjang malam anita tidak nyaman tidur dikursi itu, anita merasa lehernya sangat sakit sekali dan badanya pun sangat lemas sekali, tapi anita tetap memberihkan gudang itu untuk dijadikkannya temapt istirahatnya,


"hmm, akhirnya rapi juga,,, uhuuk....uhukkk" anita sudah merasa tenggorokannya kering dan perutnya sangat lapar, anita menuju dapur untuk menghilangkan lapar dan hausnya


"loh kenapa tidak ada sarapan, apa bik minah tidak masak ya?" pikir anita


"maaf non, sedang apa? kalau sedang mencari makanan maka itu tidak akan tersaji untuk nona, karena tuan melarang kami untuk menyediakan atau memberi nona makan" ucap bik lia sambil  tersenyum sinis


GLEKK. anita tak bisa lagi berkata apa apa, selain tempat tidur anita juga dilarang untuk makan dirumah ini.


"pak, segera siapkan mobil, saya akan berangkat lima menit lagi" ucap aldo yang memasuki kediaman itu


"siapa yang berani membrinya makan dan bantuan maka jangan harap kalian bisa bekerja disini lagi, dan jangan harap bisa mendapatkan gaji kalian" ucap aldo datar dan meninggalkan para art nya serta anita yang mematung mendengarnya


anita berjalan menuju gudang dan anita berfikir ini sudah jam baisanya mandi, setelah anita selesai mandi dan berpakaian kantor anita langsung mengambil ponselnya dan saat melihat ponselnya anita terkejut bukan main, kini pesan itu membuat anita tersungkur dilantai gudang itu, anita kaget saat menerima pesan email bahwa anita telah dipecat, dan anita paham ini ulah siapa, kalau bukan ulah aldo.


sebenarnya aldo hanya meminta pada pak mudi untuk memindahkan kamar anita saja, tapi karena hasutan dari kekasihnya maka aldo melarang anita untuk makan makanan yang ada dirumah ini dan fany juga meminta aldo membuat hidup anita hancur, seperti pemecatan pada pekerjaannya, dan aldo langsung mengabulkan itu semua.


anita tak tau harus kemana lagi, anita tidak punya banyak uang, anita berfikir untuk kembali kerumahnya adalah jalan terbaik untuk menenangkan hatinya.


anita yang sudah sampai dirumah itu langsung tidur karena merasa dia juga belum pulih, tiba tiba pintu kamar anita terbuka, anita tidak menghiraukannya, anita pikir itu hanya angin saja, tapi pas anita buka mata anita terkejutnya setengah mati, kini dihadapan anita ada sosok yang sangat menakutkan dan seorang wanita yang tengah asyik memegang kamera, yah mereka adalah rio dan fany.


rio yang sudah setengah telanjang itupun mendekati anita, anita langsung meneriaki rio


"apa yang kalian lakukan dirumahku" teriak anita


"aku ingin menyentuh tubuhmu yang kecil ini adikku" jawab rio


"tidak, kau ********, kaparat, kau tidak akan pernah, aku telah merebut yang bukan hak mu dan kini kau mencoba melecehkanku, dasar manusia serakah, brengsek" maki anita


"hahaha,,, apa kau bilang, kaulah yang telah merebut pundi pundi uang kami, kau merebut aldo dariku, dan kau ingin harta aldo jatu padamu kan, dasar wanita liciik" maki fany pada anita


"siapa kau, apa hubungannya kau dengan suamiku" tanya anita


"aku, aku adalah kekasihnya dan kau, kau hanyalah pajangan untuknya, harusnya kau sadar itu" teriak fany


"kalian memang iblis, enyalah, aku benci kalian" teriak anita


rio semakin mendekatkan dirinya pada anita, anita merasa takut saat rio mencengkram lengan anita, anita menjerit meminta bantuan, saat anita melihat ada vas bungan dinakas itu langsung membungkam rio dengan vas bunga itu, fany yang terkejut melihat tindakan anita itu pun langsung mendekati rio, dan melihatnya, ini adalah kesempatan anita keluar untuk meminta bantuan, akhiranya warga datang ketempat itu, dan langsung mengusir rio dan fany.


"lihat apa yang akan terjadi padamu besok" bisik fany kepada anita, lalu pergi meninggalkan tempat itu


"hahaha, apa kua tadi sempat mengambil potonya?" tanya rio


"yah, dan aku akan kirimkan ini pada papahnya aldo, dan kita lihat saja bagaimana kelanjutannya, " ucap fany


"aku ingin kau segera merebut harta aldo, sayang, agar kita bisa hidup bersama, aku takut kau akan meninggalkan aku" ucap rio


"tidak akan sayang, kita perlahan lahan mematikan atasan aditama terlebih dahulu, setelah pelantikan itu maka aldo akan menjadi penerus perusahaan itu, nah disitu kita akan membuat permainan baru kita" jawab fany dengan senang


****


anita masih menenangkan hatinya dirumah ini untuk beberapa hari, dan mencoba mencari pekerjaan yang baru, anit sudah yakin aldo telah menutup akses untuk anita bisa bekerja diperusahaan lainnya, anita tak masalah jika anita harus bekerja sebagai pelayan, meskipun anita sudah S2 tapi itu tak membuatnya menyesal. itulah anita