
DAN
yah fany terdiam saat melihat ibunya terbaring lemas itu.
dan saat ketangan fany dengan rio sontak membuat ibu fany terkejut
"mana aldo nak, kamu kenapa dengan lelaki itu?" tanya ibu fany
"hmm, aldo sedang bekerja bu" jawab fany berbohong demi kehetan mamahnya, sementara rio yang mendengarkan terbawa emosi dan langsung memberikan skakmati pada fany
"saya kekasih fany dan fany tengah mengandung anakku" ucap rio sambil melihat fany dengan tak suka,
"APA?" kejut sang ayah dan sambil memegang dadanya yang terasa sesak
"ayah" teriak fany yang melihat ayahnya terjatuh dan hilang sadaran, begitu pula dengan ibu fany yang mendengar ucapan rio sontak syok hinggga membuat ibu kejang kejang.
rio yang kaget melihat reaksi kedua orang tua fany langung memanggil dokter, dengan sigap para dokter membawa kedua orang tua fany ke UGD, sesampainnya disana fany menunggu diluar ruangan itu dengan tangisan pilu, Fany sebenarnya anak yang baik, namun fany mulai berubah setelah mengenal orang asing seperti rio, riolah yang membuat fany berubah hingga meningggalkan aldo yang begitu tulus mencintainya.
PLAKK.
yah fany menampar wajah rio dengan kuat dan sampai berbekas
"apa yang kamu lakukamn rio, jika sampai terjadi apa apa pada orang tuaku maka kau akan menanggunya rio" ucapp fany teriak sambil menangis
"apa maksudmu fany, kamu kan memang sedang mengandung anakku, dan untuk apa kau menutupi itu semua terlebih lagi hubunganmmmu dengan aldo,, bukankah kalian sudah berakhir?" tanya rio sambil memegang pergelangan tangan fanny dengan kuat sampai terlihat memerah
"kau" belum sempat fany berkata bnayak dokter yang memeriksa kedua orang tua fany pun keluar dan melepaskan masker yang dia gunakan
"maaf disini siapa anak beliau?" tanya dokter
"saya dok" jawab fany dengan wajah pilu
"maaf kami telah berusaha sekuat tenaga kami, namun kedua orang tua anda tidak bisa diitolong" ucap sang dokter
fany yang mendengarkan penuturan dokterpun terduduk sambil menagis terhisak hisak, fany tak sanggup jika dia haru hidup sebatang kara, ia tak sanggup jika dia harus menerima kenyataan itu secepat ini, dan saat itupula keasadaran fany berkurang, saat fany hendak masuk ke kamar itu, kakinya sudah tak bertenaga lagi, pandangannya seketika buram dan akhinya fany jatuh pingsan, rio yang melihatnya dengan sigap menangkap tubuh fany yang hampir menyentuh kursi penunggu
"fany, hei fany" ucap rio
"segera bawa dia masuk biar saya cek keadaannya" ucap sang dokter
"ba..baik dok" ucap rio terbata bata
sepuluh menit berlalu fany yang telah sadar langsung turun dari Kasur menuju tempat kedua orangtuanya itu
"mah, pah, maafin fany tidak bisa menjga diri fany, maaf telah mengecewakan kalian, kenapa kalian meninggalkanku saat aku seperti ini" ucap fany
****
Ditempat lain anita yang sedang merenungi nasibnya dan sedang berfikir untuk eminjam kemana uang sebnayak lima ratus juta itu hingga tidak sadar dia menabrak wanita paruh baya, yah tidak lain adalah brigitha ibu aldo
"maa..af bu, saya tidak sengaja" ucap anita sambil membantu brigitha berdiri
"tidak apa apa nak" ucap brigitha yang belum melihat siapa gadis yang telah menabraknya itu.
"ah,, ibu,, maafkan saya bu" ucap anita yang mengenali brigitha sewaktu dirumah sakit.
"anita?" ucap brigitha
"iyah bu" jawab anita
"kenapa kamu bisa sampai menabrak saya anita, apa kamu sedang ada masalah?" tanya brigitha
"haa itu buk, saya sedang mencari cari pekerjaaan" ucap anita sembronoh
"kalau begitu ikut saya" kata brigitha dan diangguki oleh anita,
mereka berjalan menuju restoran dimana brigitha akan membeli makanan untuk dio suaminya, dan akhinya mereka pun makan direstoran itu dan anoitapun banyak menceritakan kehidupannya termasuk masalah dia dipecat dan dia harus mencari uang lima ratus juta itu, dan saat pelayan itu memberikan tagihan makan mereka anita sempat terdiam dan seketika wajahnya memucat, pasalnya anita sedang tidak memiliki banyak uang apalagi dia harus membayar tagihan sebanyak tiga juta itu.
"kamu kenapa anita?" tanya brigitha yang melihat anita gusar
"eh.. tii..dak apa apa buk" jawab anita gugup
"jaangan seperti itu, aku mengajkmu makan, dan aku juga yang bayar, mari? ajak brigitha pulang
***
setelah sampai dirumah anita terus saja memikirkan perkataan brigita di resotan itu
"anita saya bisa kasih kamu pinjaman" ucap brigitha
"terimakasih buk, saya akan membayarnya jika saya sudah bekerja" ucap anita sambil terharu melihat kebaikan brigitha
"tidak usah buru buru anita, saya masih punya uang untuk hidup" ucap brigitha sambil mengusap kepala anita
"terimaksih buk, apapun akan saya lakukan untuk membalas kebaikan ibu" ucap anita dengan semangat
"kamu pegang janji kamu ya anita" ucap brigitha
"iyah buk" jawab anita cepat
*****
brihgitha yang sudah sampai di kamar dio dirawat langsung tersenyum melihat suaminya telah bersender di atas Kasur
"sudah sampai, kenapa lama sekali?" tanya dio
"iyah pah, tadi mamah disenggol sama anita, gadis yang pernah abntuin mamah bawa barang barang ke sini itu loh, ternyata dia sedang dalam kesusahaan pah" ucap brigitha dengan wajah murungnya
"kesusahan apa mah?" tanya dio penasaran
"uang pah, jadi mamah kasih dia pinjam uang, bolehkan pah?" tanya brigitha sambil menyuapi dio
"boleh sih mah, tapi apa mamah kenal dengan anita, mana tau dia hanya pura pura saja" ucap dio
"enggaklah pah, mamah yakin dia anak yang baik pah, dari penmpilannya dia terlihat anak yang sopan kok pah" bela anita
CEKLEK
sura pintu terbuka
"aldo" ucap brigitha yang tengah memberikan suapan kepada dio, dan alhasil suapan yang hendak masuk kemulutt malah masuk ke telinga karena dio juga menoleh kearah pintu tempat aldo masuk
"aaa"jerit dio
"ya ampun pah, is kenapa menolh sih, kan jadi ketelinga masuknya, ih jadi bauk kan" cemberut brigitha
"mah, pah aldo kekamr kecil bentar ya" ucap aldo sambil meletakkan ponselnya ke meja depan sofa
tak lama aldo masuk kamar mandi, telepon aldo berdering
TING.... TING... TING sampai lia belas kali berbunyi
brigitha yang merasa terganggu beniat mematikan dering ponselpun terkejut melihat pesan di layer hp aldo
"aldo aku gak mau kehilangan kamu lagi"
"aldo aku minta maaf"
aldo orang tuaku baru saja meningggal, apa kamu tega tinggalin aku"
"aldo aku pernikahan kita berlanjut"
"aldo tolong jangan biarkan aku hidup sebatang kara"
"aldo aku gak bsia hidup tanpa mu"
"aldo jangan batalkan pernikan kita"
"jangan dibalatin"
seperti itulah pesan yang fany kirimkan ke aldo,
dan saat itu pula mata brigita berkaca kaca. dio yang heran akan brigitha turun dari Kasur menuju brigitha dan dio melihat semua pesan pesan yang ada di hp aldo, dan seketika pula dio merasa jantungnya kambuh lagi
BRUGH.....