
aldo membuka pintu kamar anita, aldo terkejut melihat ruangan anita, dilihatnya ruangan yang sempit dan hanay diterangi senter hp, anita tak menyadari kedatangan aldo, karena cahaya senter hp anita kecil jadi anita hanya mampu menerangi bagian wajahnya saja, anita masih dengan isak tangisnya tiba tiba tangan aldo memegang bahunya, sontak saja membuat anita terkejut dan melompat diatas pangkuan aldo
"mamah tolong anita mah" ucapnya memejamkan matanya, aldo merasa tubuh anita yang dinging dan bergetar hebat, aldo menurunkan anita dari pangkuannya
"ini aku, tenanglah" ucapnya sambil memeluk anita
"mas aldo, mas ngapain kesini mas?" tanya anita mendongkakkan kepalanya
"bukankah kau tau lapar dan memakan nasi basi?" tanyanya
"hanya itu yang ada mas, jadi aku makan saja"
"apa perutmu masih sakit?" memegang perut anita
DEGG
anita terkejut dan kaku,
"ada apa?" tanya aldo yang melihat anita diam terkaku
"eh, tidak ada mas"
"apa kamu masih lapar?" tanya aldo dan anita hanya mengaggukkan kepalanya.
"ayok" ajak aldo menarik tangannya
anita merasa senang karena ini kali pertamanya dia pergi Bersama aldo, dan anita merasa ini hadiah dari bayinya
"apa kau mau makan seafood?"
"rasanya aku ingin makan bakso yang disebrang cafe swiss" jawab anita
"apa kau sungguh? itu sangat tidak baik" tanya aldo
anita merasa itu adalah bawaan dari kehamilannya, bisa dibilang ngidam gitu. tapi anita belum bisa bilang mengenai kehamilannya ini pada aldo, karena anita takut aldo marah
"baiklah" ucap aldo yang tidak mendapatkan jawaban dari anita
sesamapinya mereka ditempat bakso itu, anita melihat sekelilingnya, dia merasa ini mimpi, dengan rasa giurnya anita mendekati tukang baksonya,
"apa aku boleh nambah cukanya?" tanya anita serius
"tentu" jawab tukang baksonya
anita kembali duduk dibangku tepat dihadapan aldo.
"apa mas mau?" tanya anita
"tidak, kau makan saja, aku masih kenyang"
anita menundukkan kepalanya sambil mengelus perutnya yang masih rata
"apa kau senang sayang, kini papahmu menemani kita makan bakso, mamah harap kau tak membenci papahmu karena mamah yakin papah hanya kasihan melihat kita makan nasi basi" batin anita
aldo melihat perubahan anita yang jadi pendiam
"apa kau baik baik saja" tanya aldo membuka suara
"hmm"
"maaf neng, tadi neng minta tambah apa ya neng?, akang lupa neng," tanya tukang bakso
"ah itu pak, minta tambah cukanya ya pak, dan agak sedikit asin yah pak" pinta anita
"baik neng" seraya pergi meninggalkan anita dan aldo,
"apa rasanya?" tanya aldo
"entalah, aku merasa ingin makan yang begitu"
kemudian tukang baksonya dating
"maaf neng jadi nunggu lama, semoga bayinya suka ya neng, karena kayaknya neng sedang ngidam ya neng" ucap tukang bakso
anita pun tersedak saat memasukkan kuah bakso ke dalam mulutnya. aldo melihat anita dan langsung memberi air minum pada anita, anita menerimanya dan menundukkan kepalanya.
anita memakan baksonya dengan diam, tak ada perckapan yang terjadi, samapi mereka dirumah pun mereka masih diam saja.
"istirahatlah" ucap aldo membuka percakapan, anita mendengarnya dan berlalu meninggalkan aldo. aldo menaiki anak tangga sambil memikirkan perkataan tukang bakso tadi
*****
pagi harinya samuel sengaja ke cafe swiss untuk melihat anita, karena samuel dapat informasi dari anak buahnya anita selama ini tinggaln Bersama aldo dan aldo memiliki kekasih itu artinya mereka menikah karena terpaksa, mulai dari pagi samuel duduk dicafe itu dan menyuruh yudis untuk mengarahkan anita melayani samuel, anita hanya bisa menurut saja.
anita menemani samuel makan dan minum, kini mereka mulai dekat layaknya pertemanan biasa,
"apa aku boleh meminta nomor ponselmu?" tanya samuel
"tentu, kemarikan ponselmu" lalu anita menekan tombol nomor dan menyimpannya.
"terimakasih" ucap samuel
"apa kau tidak Lelah bekerja sepanjang hari disini? tanya aldo
"sejak kapan anita dekat dengan pria itu?"batin lukman
"sedang apa kau disini" tanya yuni, lalu yuni mengikuti arah pandang mata lukman dan mendapati anita sedang berduaan Bersama seorang pria dijam kerja, yuni mmerasa senang karena anita telah mendapatkan pria lain, dan merasa saingannya kini berkurang satu per satu,
"pasti dia ingat perkataanku kemarin" batin yuni sambil memasang senyum liciknya
tidak terasa sudah sore, samuel mendapat pesan dari assistennya untuk dating kekantor kerana ada berkas yang harus ditanda tangani sekarang juga
"sepertinya aku harus kekantor dulu anita"
"oke"
"setelah itu aku akan kesini lagi, tunggulah aku, oke"
"hmm"
samuel pun pergi meninggalkan cafe swiss itu dan menuju kantornya dan mengirim pesan kepada rio,
"aku sekarang lagi dekatin adek kamu, tenang saja, setelah aku mendapatkannya aku akan beri bantuan keperusahaannmu" pesan samuel ke rio
"segeralah nikahin dia" jawab rio
samuel langsung memrikas pkerjaannya dan ingin segera mempercepat pekerjaannya untuk bisa bertemu dengan anita, samuel juga ingin menarik perhatian anita agar bisa menikahinya.
setelah selesai samuel balik lagi ke cafe swiss dan melihat anita yang bekerja cekatan itu. sampai jam enam sore akhirnya anita selesai bekerja
"anita" sapa samuel
"loh, kamu kok bisa disini sih, bukannya dikantor ya?" tanya anita
"yah tadi ada urusan jadi aku pergi, tapi aku balik lagi untuk antar kamu pulang"
"ih kamu mah baik amat, padahal aku bisa pulang sendiri loh" jawab anita
"anita" sapa lukman
"ya lukman?"
"pulang bareng yok, kan kita searah" ucap lukman"
"gimana ya, aku bingung" ucapnya sambil melihat samuel
"kali ini anita pulang sama aku" ucap samuel manarik tangan anita, samuel merasa lukman adalah saingan untuknya meski tak seberat aldo.
"ada apa sam, kayaknya kamu gak suka gitu deh sama lukman" tanya anita
"bukan gitu, aku merasa terabaikan aja gitu saat aku diajak bicara oleh pria itu" jawab samuel
"ooh, apa kamu cemburu yaa" tanya anita dengan candanya
samuel langsung masuk kemobil tanpa nunggu lama mereka kini sedang dijalan, namun buka menuju rumah anita.
"kita kemana sam?"
"makan"
"haa? ini sudah mulai malam sam, aku tak pernah pulang malam sam"
"yaudah sih, kan nanti tinggal bilang kamu tadi makan sama aku, jadi pulangnya kemalaman"
"sam, jangan ngaco kamu, antar aku pulang sekarang sam"
"baiklah baiklah, apapun yang tuan putri katakana aku akan menurutinya. wkwkwwkw" jawab samuel.
samuel pun akhirnya memutar balik arah untuk menuju rumah anita, didalam mobil mereka bercanda tawa, anita menyadari kalau dia Bersama samuel bisa tertwa lepas, bahkan ini sudah lama tidak anita lakukan, bisa bercanda gurau, anita merasa nyaman dengan kehadiran samuel, tapi anita juga sadar dengan posisinya kini telah menjadi istri orang
setelah sampai digerbang, anita turun dari mobil samuel dan masuk setelah melihat mobil samuel melaju. aldo yang berdiri sambil tangganya dilipat dibawah dada seolah oleh sedang memergoki istrinya yang selingkuh, anita menyadari aldo yang berdiri di pintu, dan dia memutar arah menuju pintu belakang.
"apa kau tak punya harga diri lagi?" ucap aldo
"apa kau lupa kini kau sudah menikah? seenaknya kau pergi Bersama selingkuhanmu, lalu kau berpura pura tak melihatku dan masuk rumah lewat pintu belakang? apa kau mau mencuri?"
anita hanya bisa diam dan tubuhnya gemetaran saat melihat aldo marah dan matanya yang tajam sedang menatap anita.
"jawab aku, brengksek" bentak aldo
"dia.. bu..bukan se..selingkuhanku.. dia samuel.. temanku" jawab anita gugup
"oh jadi namanya samuel, okelah, kalian terlihat serasi, kenapa kalian tidak menikah saja"
"apa kau pernah tidur dengannya sampai kau bisa tersenyum dihadapannya?"
JLEBB
anita terkejut dengan penuturan aldo, dan hanya bisa menunduk saja
"oh berarti benar, diammu sudah menjadi jawaban, berapa banyak yang pernah tidur denganmu? ha?" tanya aldo sambil menarik anita masuk kekamar anita
"maaf bu,,bukan begitu" jawab anita
aldo langsung menciumi bibir anita dengan kasar sesekali menggigit bibir anita. melihat anita kehabisan nafasnya aldo melepaskan ciuman itu lalu keluar dan membanting pintu kamar anita.