Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
Kehidupan Baru Anita



malam setelah acara pernikahan aldo dan anita selesai brigitha menyuruh aldo membawa anita pulang kerumah mereka, yah karena anita telah menjadi istri dari aldo. aldo pun menuruti permintaan sang mamah, krena aldo juga sudah merasa muak dengan yang terjadi sekarang.


setelah sampai dirumah kediaman aldo, ada kecanggungan di wajah anita saat masuk kerumah itu, karena ini adalah pertama kali anita menginjakkan kakinya dirumah ini, aldo yang melihatnya langsung mengeluarkan suara dengan ekspresi dinginya.


"masuklah, tidak perlu seperti itu" ucap aldo


"iyah" jawab anita


"bik, tolong antarkan anita kekamar ya, dan tolong nanti setelah terima pakaian dari pak mudi langsung diantar keatas, saya mau ke ruang kerja dulu, sediakan kopi ya bik" pintah aldo kepada bik minah


"iyah tuan" jawab minah


"mari saya antar nyonya" ajak bik minah kepada anita yang berdiri diruang tamu


"eh iyah bik, panggil anita saja bik" jawab anita sambil menundukkan kepalanya dan memberika senyuman manisnya.


setelah dikamar anita memandangi kamar itu, dengan nuansa putih dan abu abu itu menjadikan kamar itu sejuk dan damai, setelah beberapa menit bik minah pun mengantarkan pakaian itu pada anaita dan anita yang menerimanya pun langsung pergi untuk mandi karena dia merasa sudah lengket dan gerah.


lima belas menit berlalu anita telah selesai mandi dan anita memandangi tubuhnya yang dibaluti piyama mewah itu pun merasa tidak enak, dia melihat sekitar kamar untuk mencari keberadaan aldo, yah aldo ternyata tidak masuk kekamar semenjak mereka sampai dirumah, lama menunggu aldo hingga mata ngantuk anita mulai mengganggunya, anita yang melihat jam dinding sudah jam dua belas kurang pegi kearah ranjang dan mengambil bantal dan selimut dari lemari untuk dibawanya kesofa. ya anita memang sedang bingung dia akan tidur dimana, dia menunggu aldo untuk menanyakan akan tidur dimana, alhasil anita memilih untuk tidur disofa.


sebelum anita tidur anita menyempatkan dirinya untuk membaca alkitab dan berdoa, belum lagi semenenit anita selesai berdoa anita sudah tertidur pulas di sofa, kerana merasa lelah yang sangat berat.


aldo masuk kekamar sudah sangat larut malam sekita jam satu kurang, ia melihat anita tidur disofa dengan selimut tipis,  ia menatap anita yang tertidur pulas, aldo langsung menyegarkan dirinya dengan mandi dan langsung memakai piyama.


aldo sungguh tidak menyangka akan terjebak dengan situasi seperti ini, mungkin karena lelahnya dan juga mengantuknya aldo akhirnya tertidur pulas diatas kasur.


***


suara alaram HP membangnunkan anita dari tidurnya, segera ia bangun dari sofa, ia melihat aldo masih tertidur di ranjangnya, tapi sebelum anita mandi anita menyempatkan dirinya untuk saat teduh dan berdoa, anita juga membaca alkitab dari sambbungan ayat alkitab yang dibacanya. setyelah itu anita langsung bergegas mandi.


anita menghampiri bik minah yang lebih dulu tiba didapur. anita menyapa bik minah


"pagi bik" sapa anita


"eh nyonya" jawab bik minah


"lagi bikin sarapan apa bik, boleh abita bantu bik, anita hanya pengen masak aja bik" ucap anita


"gak usah nya, biar bibik aja, nyonya duduk aja" jawab bik minah


"bik, biarkan kali ini anita masak untuk suami anita bik, bibik bisa kerjakan yang lain" jawab anita


"nanti saya dimarah sama tuan aldo nya, biar bibik saja" jawab bik minah


lama berdebat akhirnya anita dibolehkan memasak, dan bik minah mengerjakan yang lain.


kali ini anita menyiapkan sarapan untuk suaminya dan ini adalah masakan pertma yang ia sajikan untuk suaminya, pasalnya mereka baru menikah semalam. 


setelah anita telah selesai memasaka anita kembali kekamar untuk membangunkan aldo, namun anita tak mendapati aldo dikamar, karena tak melihat aldo anita hendak keluar saat itu pula anita mendenggara suara air dari kamar madi, ia menyadari kalau aldo sedang mandi. 


ceklek. suara pintu kamar madi, yah aldo keluar dari kamar mandi dengan badan telanjang, dan dia hanya memakai handuk separuh badan, anita yang melihat langsunga menjerit


"aaaaa.. apa yang kau lakukan, kau menodai mataku yang suci ini" teriak anita


aldo yang mendengarkan itu tersenyum dan berjalan mendekat ke arah anita, anita yang merasa aldo sudah menghampiri dirinya mulai salah tingkah, saat aldo menundukkan badannya anita memukul dada aldo, aldo yang merasa dipukul pun tersenyum geli


anita sontak saja kaget dan sedih, lalu anita berniat keluar agar tak menunjukkan wajah sedihnya kepada aldo.


"hmm. baiklah" ucap anita sambil keluar dari kamar itu.


aldo yang merasa ada kejanggalan pada sikap anita pun merasa heran, tapi dai tak memeperdulikan itu setelah anita keluar dari kamar. anita turun dari lantai dua menuju meja makan, tapi hatinya masih kacau balau, tak tersas air matanya menetes dan bik minah yang melihat itu kaget dan merasa aneh saja


"apa nyonya sedang sakit?, sepertinya tadi nyonya baik baik saja" tanya minah


anita langsung menghapus air matanyna


"ah gek apa apa bik, tadi mata anita kelilipan bik" jawab anita berbohong


"eh tuan, silahkan makan tuan, kali ini sarapannya dibuat sama..." belum sempat minah memberitahu anita memotong perkataannya bik minah


"bik, bisa bantu anita bik," ucap anita sambil menarik tangan minah menuju dapur, minah yang merasa ada kejanggalan diantara majikannya pun menuruti perkataan anita


"bik, jangan kasih tau mas aldo kalau anita yang masak ya bik, anita minta tolong sama bibik kali ini saja" pinta anita


anita yang hendak menuju meja makan pun heran, dia melihat aldo sudah tidak ada lagi di tempat, dan anita langsung menuju kamarnya untuk mandi, anita bertekdat untuk mencari pekerjaan karena anita tidak bisa kalau drinya hanya bersantai santai. 


"bik, anita pamit ya bik,kemungkinan anita pulang agak larut bik" ucap anita pada bik yanti yang tengah membersihkan ruang tamu


"iya nyonya" jawab yanti dengan suara yang senag, pasalnya yanti tidak suka adanya anita dirumah ini, kerana yabti berharap sarahlah yang akan menjadi istri dari aldo, yah sarah adalah anak bik yanti yang bekerja di rumah sakit syfira, anita adalah seorang perawat, anita dikuliahkan oleh aldo karena aldo dulunya merasa kasihan pada yanti yang harus membagi gajinya untuk membiyai kuliah anaknya dan pengobatan suaminya, setelah suami yanti meningggal aldolah yang meneruskan pembayaran kuliah yanti hingga lulus menjadi seorang perwat di syafira di rumah sakit robbi teman aldo.


anita berencana sebelum pergi keperusahaan yang dituju anita menuju rumah sakit untuk melihat dio, papah mertuanya yang karena permintaan dio lah mereka menikah bersama aldo


"pah,mah" ucap anita saat memasuki kamar inap papah mertuanya


"anita, apa kabar sayang? aldo mana?" tanya brigitha yang kini menjadi mamah mertuanya


"eh mas aldo sudah kekantor mah, setelah itu baru kemari mah" jawab anita gugup


"anita , papah dan mamah akan kemabli kejerman, melihat kondisi papah yang sekarang, akan lebih baik jika dirawat disana saja sayang, kemungkinan malam ini akan berangkat" ucap brigitha


"apakah mamah dan papah tidak mau tinggal untuk beberapa hari lagi?" tanya anita yang tak ingin ditinggal


"kalau tadi papahmu ini tidak sakit pasti kami akan tingggal disini sayang, mamah dan papah akan menggu kalian sampai memeberikan kami cucu, hehehe" jawab brigitha


"nanti anita kabari ke mas aldo yah mah, anita sekarang ada keperluan jadi bolehkan anita pamit mah?" tanya anita


"baiklah nak, hati htai dijalan" jawab brigitha sambil memeluk anita, anita yang dipeluk itupun merasa hatinya kini sedang rindu akan pelukan kedua orang tuanya.


"hmm, iyah mah, titip salam sama papah mah" ucap anita sambil mencium punggung tangan brigitha.


***


aldo yang mendengar kabar dari mamahnya pun heran kerana keberangkatan mereka yang terrbilang buru buru, dan tadi mamahnya bilang apa tadi" anita akan memberi kabar pada aldo, bagaimana anita bisa memberi kabar pada aldo sementra mereka saja tidak tukar nomor ponsel mereka, hmm yasudahlah.


tak teresa sudah sore, anita bergegas kembali kerumah dan setelah dia membersihkan dirinya anita pergi kerumah sakit untuk melihat papah dan mamah mertuanya, dan sekaligus mengantarkan mereka ke bandara untuk balik kejerman untuk pengobatan lanjut.


setelah melihat helikopter papahnya berangkat anita dan aldo kembali kerumah namun kali ini mereka tidak pulang bersama karena aldo memang tidak mengajak anita untuk pulang bersamanya. anita yang merasa diabaikan oleh aldo pun cukup sabar meski dihatinya sedih dan sakit.


aldo menaiki mobil sedannya hingga sampai diruang tamu aldo dikejutkan oleh minah.