Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
Tangisan Itu



PLAAK


Yah tamparan itu pun mendarat dipipi anita, tamparan yang meninggalkan bekas merah dan yang membuat tubuh anita seketika tumbang, dan mereka masih asik dengan menyiksa anita dengan menendang tubuh anita dan bukan hanya sekali anmun berulang ulang, itu yang membuat mata aldo tidak tahan dan langsung keluar dari mobil langsung menuju tempat anita dan tanpa minta persetujuan anita, aldo langsung membawa anita prgi dari rumah itu, dan terdengar ocehan mama tirinya dan sofie.


"dasar anak kurang aja, pergi seharian ternya Bersama laki laki, apa bagusnya tubuhmu itu, *******" ucap melly


sofie yang geram melihat kepergian anita Bersama aldo langsung mengumbar kata kata yang kasar


"anita, apa kamu tidak bisa bekerja yang halal sampe rela menjual tubuhmu dengan pria itu" ceplos sofie


"dasar orang tua tidak beretika" gumam aldo dan langsung melihat wajah anita yang semakin membiru.


dengan cepat aldo membawa anita keruma sakit itu dan menangani anita sendiri, ia melihat pipi anita yang memerah dan bibir yang berdarah akibat tmparan keras melly


"wanita yang malang" batin aldo seraya meinggalkan anita sendiri dikamar itu.


***


dirumah melly dan sofie sedang terbalut emosi, sebenarnya mereka tidak peduli anita pulang atau tidak, yang membuat meli geram adalah melihat anita keluar dari mobil mewah, sementara sofie tidak memiliki kekasih yang kaya seperti anita.. itulah yang membuat melly tidak suka


****


cahaya matahari kini membangunkan fany dan rio,


"huaam" fany menggerakkan tubuhnya namun saat itu juga rio memeluk fany seolah olah tidak ingin fany kemana mana


"ada apa rio, aku mau mandi tolong lepasin aku" ucap fany


"biarkan seperti ini fany, aku masih ingin memelukmu, sebelum kita akan pisah" jawab rio


"pisah?" tanya fany dengan muka bingungnya


"iyah" jawab rio


"kamu jangan macam macam ya rio, kamu udah tidur denganku lalu kamu mencampakkan aku begitu saja, bagaimana jika aku hamil rio?" tanya fany dengan rasa kalutnya


"hei, kita pisaah hanya karen aku ingin mempercepat rencana ku ini, aku ingin anita mempercayaiku untuk mengambil alih perusaan ini, aku tidak ada niat untuk meninggalkanmu sayyang" jawab rio dengan senyum manisnya


"aku pikir kamu akan meninggalkan aku. aku takut itu terjadi rio" ucap fany sambil memeluk rio dengan semangat.


"itu tidak akan terjadi saying" jawab rio sambil menciu, pucuk kepala fany"


Anita telah sadar namun masih merasakan sakit disekujur tubuhnya dan lagi dai merasa perih sekali di bibir bawahnya, yah bibirnya terluka akibat tamparan keras melly, anita menangis mengingat itu semua, tanpa disadari aldo melihat anita dari ablik pintu kamar itu.


"mah, pah, apa kalian tidak saying sama anita, anita sangat saying sama kalian, tolong bawa anita Bersama kalian, anita rasa anita tidak cukup kuat untuk semua ini, mama melly dan sofie sering menyiksaku, dan mangancamku untuk menjual rumah itu jika anita membantah perintah mereka, mah pah, tolong anita, anita sedang sakit saat ini, tidak ada satupun yang merawatku ma, pah, apa tuhan saying sama anita, kalua tuhan sayang sama anita, kenap tuhan begitu kejam samaku? kenapa tuhan? apa yang aku harus perbuat? aku tidak tau, pikiranku buntu, tolong aku" ucap anita sambil melihat kesembarang tempat dan anita melihat ada pisau buah dimeja, dan anita langsung meuju meja itu dann menngambil pisau itu.


"apa yang mau dia perbuat dengan pisau itu" gumam aldo


"jangan jangan?" pikir aldo lagi


anita menuju kamar mandi dan melepas selang bius yang ada ditangan kanannya dengan secara paksa, dan itupun masih dipantau oleh aldo, saat anita membanting pintu kamar mandi, aldo pun berlari mengikuti anita dan langsung membuka pintun itu dengan secara paksa.


"apa yang akan kamu lakukan? apa kamu mau mencoba bunuh diri disi?" tanya aldo


anita tak menjawab, anita hanya bisa menangis dan menangis, lalu menjatuhkan dirinya dilantai, aldo yang melihatnya merasa kasihan.. tapi saat aldo mau membantu anita berdiri


"bapak tidak usah membantu saya, saya tidak pantas untuk semua itu, saya tidak sanggup untuk membalas budi kebaikan bapak, dan saya tidak ada uang untuk membayar uang bapak, terimakasih untuk kebaikan bapak, saya masih bisa berdiri pak, bapak tinggalkan saja saya sendiri, saya masih sanggup pak, pergilah pak, saya ingin sendiri dulu, pergilah pak, saya mohon" ucap anita dengan tangisan yang terhisak isak.


namun aldo masih berdiri dihadapan anita, lalu aldo melirik pisau buah yang ada digenggaman anita dan langsung mengambilnya baru aldo pergi dari kamar madi itu, aldo juga tidak sepenuhnya keluar dari kamr itu, aldo malah duduk di sofa depan ranjang anita.


aldo dapat mendengarkan tangisan anita dan sempat kata kata anita membuat hati aldo sakit.


"mamah, papah kenapa? kenapa semua penderitaan ini anita tanggung? apa salah anita, jika anita punya salah sebesar apakah kesalahan anita sampai semua orang membenci anita, anita tidak ada teman, anita tidak bisa seperti ini ma, pah. jawab anita mah, jawab anita pah. kenapa kalian membisu? kenapa? anita kecewa sama kalian, kalian pergi disaat aku sedang jatuh sejatuh jatuhnya, aku butuh uluran tangan untuk membangkitkanku, aku butuh peluk sayang kalian, selama ini anita coba bekerja untuk penuhi keinginan kalian, pah, mah, kalian sering lihat aku dari langit sana, aku kelparan, aku kedinginan, aku kesepian, aku butuh tempat curhat, kalian tega meninggalkanku sendirian Bersama keluarga yang membenciku, mereka melakukanku seperti babu seolah olah aku adalah pembantu tanpa bayaran, rumah itu adalah rumah kita, aku tak akan meningglakannya meskipun aku harus meninggal untuk tetap disitu, mah, pah, sebentar lagi aku wisuda, impian kalian akan terwujud, dan setelah itu izinkan aku untuk meyusul kalian kesana, ku moho" ucap anita dengan tangisan pecah dan suara yang sudah mulai mengihilang, karena lelahnya mengis anita tertidur dikamar mandi,


sementara itu aldo yang tengah mendengarkan isi hati anita yang ke dua kalinya, langsung menuju kamar amndi untuk melihat keadaan anita,.


"anita, anita, bangun anita," ucap aldo sambil mengoyangkan bahu anita


"kenapa bapak masih disini?" tanya anita


"saya kesini untuk mengecek keadaanmu?jawab aldo berbohong, aldo takut untuk mengatakan kebenarannya kalua aldo sedari tadi duduk dan mendengarkan anita menangis, takut karena tidak enak telah mendegarkan tangisan serta ucapan anita.


"baiklah pak, bapak boleh peri karena saya baik baik saja" jawab anita


"mari saya bantu, sekalian saya pasang infusnya kembali" ucap lado sambil memapah anita ke Kasur.


"terimkasih pak, saya tidak tau harus membalasnya seperti apa" ucap anita


"jika waktu mengizinkan maka kamu akan membalasnya" jawab aldo