
tidak terasa kini pernikahan aldo dan anita sudah memasuki bulan ke enam, tetapi kehidupan anita masih sama seperti sebelumnya, anita masih saja takut dan gemetar saat bertemu aldo, karena semakin lama aldo melihat anita kebencian aldo semakin bertambah pada anita.
"bik, aldo mana bik" tanya angga
"masih diatas tuan, biar bibik panggilkan sebentar tuan" jawab bik lia
"baik bik"
tidak berapa lama aldo turun dan langsung kemeja makan dan berbincang dengan angga
"ngga, apa jadwal hari ini?, rasanya aku rindu sekali dengan fany" ucap aldo santai
"kaykanya tidak ada yang penting, hanya saja dua minngu lagi kiita ada pertemuan di jerman" jawab angga
"baiklah, setelaj jam makan siang, kau boleh pulang"
"baik bos, oia aku udah lama gak jumpa dengan istrimu, kemana dia?" tanya angga yang asik memakan nasi goreng
aldo pun terdiam, udah lama juga aldo tidak melihat wajah anita, sudah hamper lima bulan lebih lamanya, aldo pun teringat kata katanya sewaktu aldo memarahinya.
"bik, anita kemana ya bik?" tanya angga karrena tak meneukan jawaban dari aldo
"non anita sudah berangkat tuan, tapi sepertinya non anita sedang sakit karena tadi pas mau berangkat wajah non anita pucat tuan"jawab bik minah
aldo terdiam mendengar jawaban bik minah
"apa anita tidak sarapan ya bik?" tanya angga lagi
"tidak tuan, katanya sedang puasa, tapi setiap kali bibik aja sarapan non anita bilang selalu bilang sedang puasa"
"udah berapa lama bik?" kini bukan angga yang bertanya melainkah aldo
"sudah lama tuan, sekitar lima bulan lalu"
"APA?" tanya keduanya kaget. yah aldo dan angga
"yang benar saja bik, jadi anita tidak pernah sarapan dirumah ini bik?" tanya angga dan dijawab gelengan kepala saja oleh bik minah.
aldo merasa muak dengan pembahasan ini,, aldo langsung mengajak angga ke kantor
"udah siap tanya tanya nya?" tanya aldo
"apa tugasmu kesini untuk mengintrogasi orang?, lalu apa kau lupa aku ini siapa?" tanya aldo lagi
"hehehe. ayok kita berangkat bos ku" ucap angga dengan senyumannya
setelah sampai kantor angga langsung mengambil data data yang perlu ditanda tangani oleh bosnya itu.
tok tok tok
"masuk" sahut aldo
"pak ini data yang harus bapak tanda tangani"
aldo langsung membaca dengan teliti setiap berkas yang akan dia tanda tangani, agar nantinnya dia tidak kecolongan.
sembari aldo menaanda tangani berkas, angga memberi pertanyaan yang membuat aldo bingung
"do, apa lu gak kepikiran tentang anita? selama lima bulan ini dia puasa, apa lu gak tanya gitu, kan dia istri lu"
tidak dijawab olehh aldo, angga malah semakin menumpukkan pertanyaannya
"do"
"hmm" hanya dijawab deheman doang
"do, apa lu gak ada niat punya anak sama anita?, anita kan juga manusia do, selama ini lu kan gak pernah anggap anita itu istrinye lu, apa dia pernah minta cerai sama lu do?" tanya angga
"aku jijik sama perempuan Kotor, bahkan karena dia papahku meninggal, yah kalua cerai aku sih belum bias, aku ingin dia merasakan siksaan yang sakit dariku, karena itu tidak sebanding dengan sakit yang kurasa" jawab aldo Panjang lebar dengan air muka yang sulit diartikan
"apa? jadi lu belum nyentuh dia dong?" tanya angga memelototkan matanya
"hmm"
"jadi benar do, lu belum nyentuh istri lu yang udah enam bulan menikah?"
"kalua lu gak mau bias kasih ke gue do, gue pasti nerima kok do" jawab angga
aldo yang sudah selesai menandatangani berkas itu langsung menatap angga
"jadi cerintaanya lu mau barang bekas gue" tanya aldo
"kan lu bilang belum nyentuh dia, berarti dia bukan bekas lu dong, gimana sih" jawab angga
"terserah lo aja" sahut aldo berlalu kekamar pribadinya
"kan fany juga sudah bekas orang do, kenapa lu masih mau sama fany, sementara anita lu bilang udah bekas" teriak angga yang ditinggal aldo
"mereka beda, dan sekarang kamu keluar, kamu boleh pulang"
"kabar gembira, terimakasih bosku" jawab angga pergi meninggalkan aldo
aldo langsung mengambil kuncinya dan pergi menuju apartement fany, aldo samapi diapartemen fany sekitar jam empat sore, namun oorang yang dirindukan pun tak kunjung dating hingga sampai jam sepuluh malam baru tiba dengan kondisi yang berbeda
ceklek
"saying, apa kau mau menemaniku tidur disini, kita akan habiskan malam ini Bersama" tanya fany
aldo yang mendegar perkataan fany langsung terbakar emosi, aldo kini mendengarkan percakapan fany dengan pria
"baiklah, tapi beri aku satu ronde lagi saying, aku tak cukup puas saat di bar tadi, mereka selalu mengganggu kita" ucap pria tersebut
"baiklah, tutup pintunya saying, nanti sibrengsek itu malam mengganggu kita" ucap fany
"baiklah," pria itu pun pergi mengunci pintu mereka dan saat berbalik dia melihat fany sudah tidak menggunakan sehelai benangpun,
"kamu sangat seksi sekali saying,, aku tak ingin berbagi dengan pria lain" ucap pria itu
"aku tidak akan mungkin membaginya saying, ini hanya untukmu"
"aku tidak ingin kau memberinya pada sibrengksek aldo itu saying, tetaplah menari ditubuhku ini"
aldo yang medengar semua percakapan itu dan aldo sampai mendengar semua desahan fany dan pria itu sampai kini emosinya sudah tidak bias lagi ditahan , aldo keluar dari kamar mandi
"oh, jadi ini perbuatanmu fany" ucap aldo
fany dan rio pun terkejut melihat kedatangan aldo, fany menutup tubuhnya dengan selimut dan rio bergegas mengutip pakaiannya dan dia hanya menggunakan boksernya saja
"aldo?" tanya fany heran
"yah, aku, kenapa?? kamu kaget?"
"kamu kenapa bisa disini?"
"aku, awalnya tadi aku kesini ingin melepas rinduku, tapi apa yang aku dapat? aku malah melihat kau dengan pria ini bersetubuh, wah wah wah, sungguh kau sangat menjijikkan" ucap aldo dengan sinis
"aldo dengarkan aku dulu"
"apa lagi yang ingin kau ucapkan fany, kau cukup hebat untuk membohongiku"
"aldo" ucap fany memelas
"kau perempuan Kotor fany, aku tak sudih lagi nelihatmu,"
"dan kau" menunjuk kearah rio
"kau pergilah jauh jangan kau pasang wajahmu dihadapanku, sekarang bereskan semua barang kalian, angkat kaki dari sini" bentak aldo
fany terkejut, dia mencoba merayu aldo dengan segala caranya dan itu tidak membuahkan hasil, aldo tetap mengusir fany dan rio
rio yng melihat keadaan fany dengan tubuh telanjang, berinisiatif memberikan pakaian kepada fany dan itu tidak lepas dari pandangan aldo
"aku tunggu lima menit, kalua kalian tidak keluar maka jangan salahkan aku akan mengusir kalian secara paksa dari tempat ini" ucap aldo lalu keluar
fany dan rio ppun meninggalkan tempat itu dan mereka memesan hotel untuk tempat istirahat mereka, dan aldo merasa dikhianati kedua kali oleh fany
dengan emosi yang tinggi aldo meninggalkan tempat itu dan menuju bar tempat mereka biasa nongkrong