
setelah kejadian itu anita semakin diam kepada orang orang, terlebih lagi pada orang orang yang tinggal dikediaman aldo.
"non, sudah pagi, apa non mau sarapan?" itulah yang diucapkan bik minah tiap pagi untuk anita, dan anita menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"non, apa non sakit?" tanya bik minah yang melihat wajah anita pucat dan mata sembabnya itu
"tidak bik. anita berangkat ya bik"
"baik non, hati hati dijalan non"
"makasih bik"
anita pun berangkat menuju cafe tempatnya bekerja, dan aldo pun baru terlihat setelah anita keluar
"apa angga belum dating bik?" tanya aldo
"belum tuan"
"hei bro" ucap angga dari sebrang pintu
"bik tolong masukin ini ke mobil ya bik, dan aldo dua hari ini akan ke kota S jadi tidak usah masak untuk aldo" ucap aldo
"baik tuan"
"bro tadi gue lihat istri lu, kayaknya dia benar benar sakit deh. dan tadi matanya agak sembab gitu, kayaknya dia nangis sepanjang hari" ucap angga
"dimana?" tanya aldo
"tadi diluar waktu gue mau masuk gerbang, dia keluar menggunakan syal dan naik ojek" jawab angga dan dijalah oh ria doang oelh aldo
****
sesampainya anita di cafe anita menukar pakaiannya dengan seragam pelayan yang telah disediakan oleh pemiloik cafe itu.
"nit, muka lu pucat, apa kamu baik baik saja?" tanya tika
"aku baik baik saja tika" jawab anita tersenyum
"tika ini sudah waktunya kerja, kamu disini dibayar untuk bekerja bukan untuk ngobrol dengan orang ini" sahut yuni
selama anita bekerja dicafe itu anita memang banyak digemari oleh pelanggan pria, karena paras cantiknya anita dan sikap lembutnya banyak pria yang ingin memilikinya, apalagi saat anita menghibur pelanggannya dengan memainkan alat music dan suara menrdunya. anita sering bernyanyi dipanggung.
dan dijam makan siang anita kali ini disuruh oleh yudis untuk bernyanyi, anita pun mengiyakannya
"selamat siang semuanya" sapa anita kepengunjung cafe tersebut dan dibalasan oleh senyuman oleh pelanggan
"baiklah kali ini saya akan membawakan lagu yang berjudul teruskanlah dari Agnez mo"
semua mata memandang anita
pernakah kau bicara
tapi tak didengar
tak dianggap sama sekali
pernakah kau tak salah
tapi disalahkan
tak diberi kesempatan
kuhidup dengan siapa
ku tak tahu kau siapa
kau kekasihku tapi orang lain bagiku
kau dengan dirimu saja
kau dengan duniamu saja
teruskanlah
teruskanlah
kau tak butuh diriku
aku patung bagimu
cinta bukan kebutuhanmu
kuhidup dengan siapa
ku tak tahu kau siapa
kau kekasihku tapi orang lain bagiku
kau dengan dirimu saja
kau dengan duniamu saja
teruskanlah
teruskanlah
kau dengan dirimu sjaa
kau dengan duniamu saja
teruskanlah
teruskanlah
kau...
teruskalah
teruskanlah
tak terasa air mata anita jatuh, secepat kilat anita menghapus air matanya, dan para pengunjung memberi tepuk tangan dan banyak yang memuji anita, dan ada juga yang memvideokan anita dan mengshare itu ke akun media sosialnya, dan itu juga tak lepas dari pandangan Samuel.
Samuel yang melihat anita semakin jatuh cinta dan ingin memiliki anita, setelah anita pamit, ia berlalu ke toilet untuk menengakan hatinya, dan saat anita menuju toilet lukman melihat anita menangis
"ada apa denganya?" batin lukman
samuel menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang anita, karena yang samuel tahu anita telah menikah dengan aldo, dan aldo juga bukan orang sembarangan, tapi kanapa anita bekerja jadi pelayan, dan sebelumnya juga anita bekerja di perusahaannya.
"tunggu aku anita, kau akan menjadi milikku" batin samuel dengan senyum liciknya
*****
aldo yang telah sampai dihotel itupun langsung menghempaskan tubuhnya dan seketika bayangan anita muncul
"ada apa denganku, kenapa malah dia terus yang ada dipikiranku" batin aldo
aldo membuka galeri handphonenya, dan banyak kenangan dia dengan fany serta foto papah dio yang tersenyum itu membuat aldo jadi semakin benci pada anita.
TING
"do, sepertinya mamah akan kerumah kamu besok" isi pesan brigitha
aldo terkejut dan senang karena mamahnya akan tinggal dengannya, dan aldo langsung menelfon mamahnya dan sayangnya telpon aldo tak kunjung diangkat oleh mamah aldo
"baiklah mah, kalua bisa mamah teruslah dirumah aldo"balas aldo.
tak lama muncul pesan lagi.
"do, kayaknya tidak jadi, mamah akan kesana minggu depan saja ya, karena mamah harus pantau perusahaan disini dulu"
"baiklah ma, apa yang menjadi keputusan mamah, aldo ikut saja"
****
lima hari berlalu anita merasa tidak enak badan. badannya terasa meriang, kepalanya pusing dan lidahnya terasa pahit, anita memejamkan matanya sebentar, berusaha menghilangkan pusing yang melandanya. kemudian dia mengoleskan minyak kayu putih dibeberapa bagian tubuhnya.
dia tidak boleh sakit, anita harus berangkat kerja, anita tidak ingin bolos kerja, karena kalau anita sampai bolos itu artinya sama saja anita mendapatkan potongan gaj.
setelah anita berberes beres dan saat bik minah mengajaknya makan, anita merasa mual, dan berlari ke kamar mandi
"hoeeek.hooeeekkk.hoeeeek" beberapa kali anita muntah, namun perutnya juga tidak kunjung membaik, anita menyandarkan tubuhnya yang lemah di dinding kamar mandi dan berusaha menghela nafas dalam dalam, wajahnya begitu pucat dan keringat dinging mulai bermunculan didahinya.
bik minah merasa kasihan pada anita, dan bik minah menolonga anita kembali kekamarnya dan membaringkan anita, bik minah ingin memberi tahukan aldo mengenai anita, tapi bik minah takut aldo akan memarahi anita.
"apa mungkin non anita hamil?" batin bik minah lalu keluar dari kamar anita
"yanti, saya keluar sebentar ya" ucap bik minah
"iyah"
minah pergi ke supermarket membeli test pack dan berencana ingin memberi pada anita, Karena menurut pengalaman bik minah, sepertinya anita tengah hamil.
sesampainya bik minah dirumah itu, bik minah langsung menuju kamar anita, dan dilihatnya anita tengah menyandarkan kepalanya didinding, dan bik minah langsung memberi test pack itu pada anita
"non, dicoa dulu non" ucap bik minah
anita yang tahu arah pembicaraan bik minah itu langsung menuju toilet dan mencobanya, setelah menunggu lama akhirnya anita keluar, tapi anita masih belum percaya dengan hasil yang dia lihat
"bik" ucap anita sedih dan air matanya mengalir begitu saja sambal memberi test pack itu, bik minah melihatnya dan langsung memeluk anita seraya berkata
"selamat non. kini non akan menjadi ibu" ucap bik minah
"makasih bik, tapi anita takut bik, anita takut mas aldo tidak bisa menerima bayi ini bik" ucapnya sambal mengelus perutnya
"apa non tidak ingin memberitahukan tuan mengenai kehamilan non anita?" tanya bik minah dan anita menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan tangisnya kini pun pecah.
"bik, anita mohon jangan kasih tau mas aldo bik, anita takut kalau mas aldo akan membenci anita lebih dalam lagi bik, aku takut mas aldo menceraikan aku, aku takut bik"
"aku takut kalau mas aldo tidak menginginkan bayi ini bik, anita bingung harus bagaimana bik, tolong anita bik" ucap anita sambal terhisak, bik minah yang melihatnya merasa iba atas apa yang dirasakan anita selama ini, bik minah tidak pernah melihat aldo memberi perhatian bahkan tidak pernah memberi nafkah. bik minah memeluk anita dan mengusap punggung anita, anita merasa rindu akan ibunya, anita sudah lama hidup sendiri, meskipun anita telah menikah tapi anita masih merasakan kesepian, pasalnya suami anita tak pernah menganggap anita ada dalam hidupnya.