
derrt derrt. getar handphone aldo menghilangkan kesunyian aldo dan anita, aldo melihat ada pesan dari mamahnya,
"sayang, mama dan papa akan ke kota B hari ini, tolong kamu suruh pak mudi untuk menjemput papah daan mamah di bandara jam tujuh malam ya sayang" isi pesan Brigitha,
"nanti aldo saja yang jemput mama sama papah yah" balas aldo
"baiklah sayang, jangan lupa ya," balas brigitha
"iyah, mah." balas aldo lagi
yah, brigitha adalah mamah aldo yang selama ini menetap dijerman karena Dio sibuk mengurus perusahaannya, dan kali Brigitha dan Dio pulang untuk melihat putra semata wayang mereka, dan sekalian mau lihat perkembangan perusahaan mereka dikota B ini.
Dio dan Brigitha adalah keluarga yang kaya raya, perusahaan yang maju dan jaya. siapapun pasti kenal dengan keluarga Dio Aditama Wijya, mereka adalah keluarga yang sangat disegani dan sangat banyak orang digemari karena paras mereka yang tampan dan cantik.
Aldo sengaja mengambil kuliah kedokteran karena aldo bertekad untuk menjaga kesehatan orang tuannya hingga maut memisahkan mereka, Aldo bekerja di rumah sakit yang dia diririkan selama dia berkuliah, namun rumah sakit itu masih dalam alih mamahnya, karena tanpa bantuan mamahnya rumah sakit ini mungkin tidak bisa berdiri, dan waktu kuliah juga usia aldo belum bisa untuk menanggung jawabkan seberat itu, namun aldo sendiri rela turun tangan untuk memeriksa pasien yang datang.
tak tersa jam sudah menunjukkan pukul enam, aldo mengambil kunci mmobilnya dan pergi meninggalkan anita dikamar seorang diri, namun sebelum aldo pergi aldo telah menitipkan pesan pada suster vinny untuk mejaga anita.
***
Dibandara aldo meunggu kedatangan orang yang dia cintai, siapa lagi kalau buka mamah dan papahnya. satu jam berlalu aldo pun mendengar ada seorang wanita tua memanggil namanya.
"aldo" panggil brigitha
"maah, papah" sahut aldo sambil mencium tangan brigitha dan dio
"ih, kok kamu kayak gak mandi sih, dekil gitu, apa kamui tidak lagi bisa jaga kesehatanmu? tanya brigitha
"iyah mah, akhir akhir ini aku lembur jadi kadang ketiduran di rumah sakit." jawab aldo berbohong
"kamu gak rindu papah?" tanya dio
"hehehe, aldo rindu papah sama mamah, sudah yol mah, pah kita pulang" ajak aldo
"aldo, kamu kapan menikah?" tanyak brigitha sesekali melirik suaminya
"nanti akan ada waktunya mah, tunggu saja" jawab aldo
diperjalanan mereka sibuk bersenda gurau sampai mereka tak sadar kalau mereka telah sampai dikediaman mereka,
"mah, pah, kita udahin dulu ya cerita ceritanya, kita turun dulu, kita udah sampai di rumah, apa mamah sama papah mau bermalam dimobil aldo? tanya aldo sekaligus menyindir kedua orang tuanya karena dari tadi gak sadar sadar kalau mereka udah sampai dirumah.
"eh iyah ya pah, mamah kok ngerasa kita msih dijalan gitu" jawab brigitha sambil senyum
"eh, iya yah, padahal kita baru jalan lima menit yang lalu kan mah" ucap dio namun tak turun ari mobil
"oh jadi mamah sama papah gak mau turun nih ceritanya, yaudah aldo aja yang kerumah, bye mamah, bye papah" jawab aldo sambil meninggalkan dio dan brigitha
"aldo?"panggil brigitha
"iyah mah" jawab aldo sambil membalikkan badanya
"bantuin mamah sama papah bawa kopernya dong, masa kamu jadi anak gak berbakti sih, hmm" ucap brigitha
"yeee, dari tadi tuh mamah sama papah asik cerita sampe gak tau koper udah di depan pintu aldo buat, ih mamah mah kurang minum air tuh kayaknya" ledek aldo
"wkwkwkw, ada aqua?" ucap dio sambil tertawa
"ih kan papah, papah gak cinta lagi sama mamah, masak anak ledek mama gak dibelain sih, amalhh diledek pula, hmm jadi sebel sama dua laki laki ini" jawab brigitha
"jadi sebel nih ceritanya?" tanya dio
"hmmm, untung tampan, kalau enggak udah ku remas remas tuh muka" jawab brigitha
"pah, mah, apa masih mau berdiri disitu?" tanya aldo
"eh iya yah mah, ayok ma, kkita kalau udah lihat anak bisa lupa apa apa ya mah" jawab dio
"yok pah" sambil menggandeng tangan suaminya.
saat brigitha masuk hal yang pertama dia lihat itu adalah kamar putranya. terlihat rapi dan bersih, yah dia melihat itu karean yang dia tau aldo tak mengizinkan siapapun membersihkan kamar itu kecuali dirinya.
"aldo apa kamu tidak ingin memiliki istri?" tanya brigitha
"pah, mah, nanti kalau aldo sudah siap, aldo akan menikah," jawab aldo
****
dikota S fany menghubungi aldo, sambil memeluk rio
"sayang, aku sekarang butuh uang untuk membangun butik, jadi aku butuh modal sangat besar, apa kamu bisa bantu aku?" tanya fany
"kamu butuh berapa fany?" tanya aldo
"aku butuh tiga ratus juta sayang, kalau aku tidak bisa buka butik, aku merasa tidak pantas untuk bersanding denganmu, aku ingin membuat kita sama sayang" jawab fany
"sebanyak itukah sayang" tanaya aldo
"iyah, apa kamu bsia bantu aku, kalau kamu tidak bisa maka orang tuaku akan menikahkanku dengan lelaki tua bangka sayang. aku telah berjanji dengan orang tuaku akan membuat butik agar aku terlepas dari perjodohan itu" jawab fany berbohong, pasalnya orang tau fany tak pernah menjodohkan dia, namun kenyataannya adalah fany yang sering hilang komunikasi dengan orang tuanhya meskipun dikota yang sama.
" baiklah sayang, aku akan kirim sekarang, jaga hubungan kita ini, aku mencintaimu" jawab aldo yang merasa dirinya harus berjuang untuk cintanya
TING
bunyi pesan di handphone fany, dan fany teriak kesenangan.
"sayang hari ini kita bisa senang senang, aldo yang bodoh itu udah transfer uangnya" ucap fany kesenangan dan memeluk rio kuat
"baikalh sayang mari kita rayakan malam ini" ucap rio sambil mengecup bibir fany
dan tidak butuh waktu lama mereka melalui malam Panjang diatas Kasur yang sama.
***
dikasur itu anita merenungi nasibnya dan pagi ini anita telah dibolehkan pulang, yah dia pulang untuk pergi kekampus untuk gladi resik wisudanya.
setelah sampai dirumah anita tidka mendapati sipapun dirumah itu yang dia lihat hanya ART saja, anita langsung bergegas kekamarnya membersihkan dirinya dan langsung pergi kekampus, sampai dikampus anita melihat sekumpulan para sahabatnya yang sudah sibuk ngobrol masa depannya
"hei anita, mari gabung"ajak ayu
"ok, tapi aku harus ngaterin ini" jawab abita sambil menjukkan tumpukan buku yang ia pegang
"oke, jangan lupa mampir kekita ya, udah lama gak ada komunikasi" jawab dika
"iyah nih,, apa lahi aku rindu makan makan bareng kalian semua sahabatku" sahut rere
"oke. tunggu aku disitu sepuluh menitan," jawab anita dan langsung pergi menjuju perpus.
setelah anita mengembalikan buku ia kumpul dengan para sahabat sahabatnya yang telah lama tak jumpa.
"berapa gaji lo anita sampe lupa kasih kabar kekita, sangkin sibuknya bekerja lupa sahabat" ucap ayu sambil memeluk anita
"aku gak mau liahta kau kecapean bekerja anita, lihatlah badanmu jadi kurus begini," sahut rere
"apa mereka menyakitimu lagi anita" tanya dika
yah mereka bertiga adalah sahabat anita dan mereka mengetahui kehidupan anita semenjak mereka mulai ngampus.
mereka lupa waktu kalau udah kumpul, anita menyadiri kalau sekarang waktunnya anita masuk kerja, anita pamit pada sahabatnya untuk pergi kerja, dan rere langsung memeluk anita karena rere kasihan melihat tubuh anita yang semakin kurus akibat kerja, dan mereka berjanji akan berkumpul lagi saat mereka punya waktu luang.
***
diparkiran aldo mengambil jasnya dan masuk kerumah tanpa basa basi dia langsung masuk kamar dan membersihkan dirinya. setelah itu dia membaringkan badannya dan melamun saat itupula ketukan pintu mengagetkannya.
"tuan sudah ditunngu nyonya dan tuan dio untuk makan dibawah" ucap bik minah
"iyah bik, makasih bik" jawab aldo dan langsung turun menuju meja makan
"aldo, mari makan sayang" ajak brigitha
"iyah mah," jawab aldo sambil menggeser kursinya
"aldo, papah minta kamu menikah, sakit papah minggu minggu ini sering kambuh, papah takut sekali kalau papah meninggalkanmu dan papah tidak bisa ikut serta dalam acara pernikahanmu" pinta sang dio aditama wijaya.