Sincerity And Faith

Sincerity And Faith
Keputusan



aldo yang masih memikirkan permintaan sang papah membuatnya bingung, dan diapun lagsung menlfon fany, namun sampai lima kali dia menghubungi fany namun tak ada jawaban juga yang membuat aldo jadi cemas, aldo takut kalau fany dijodohkan orang tuanya.


tapi tidak berapa lama fany menghubungi aldo kembali


"sayang ada apa menghubungiku sebanyak itu?"tanya fany


"fany apa kabarmu? apa kau baik baik saja?" bukannnya menjawab pertanyaan fany, aldo malah balik bertanya pada fany.


"aku baik baik saja sayang, ada apa menelfonku tadi samapi sebanyak itu?" tanya fany


"aku ingin kita mengakhiri hubungan pacaran kita dan aku ingin memulai hidup baru denganmu, kita bangun rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang, kau mau kan fany?" tanya aldo


fany yang mendengar hal tersebut kaget dan fany coba mencari alasan agar dia tak terjebak dalam ppermainannya selama ini, fany hanya butuh harta aldo, hanya itu doang.


"sayang apa ini tidak terlalu cepat" tanya fany sekalian mengalihkan pembicaraan


"aku rasa tidak, kita, kau taukan sayang papah dan mamah sudah tua dan ingin segera melihatku menikah dan segera menimang cucu, apa kamu tidak ingin mewujudkan itu?" tanya aldo


" sayang aku rasa ini adalah permintaan yang konyol, dan lagi aku masih ingin berkarir supaya bisa sederajat denganmu" jawab fany


"aku tidak memandang itu semua fany, aku mencintaimu tulus fany" jawab aldo


" tapi aku tidak bisa aldo" jawab fany


" apa kau tak sayang padauk fany" tanya aldo


" aku sayang samamu aldo, aku tulus padamu juga" ucap fany berbohong


"maukah kamu minkah denganku?" tanya aldo ketiga kalinya


"iyah" jawab fany, namun hanya kebohongan doang yang dia ucapkan


"terimakasih sayang" ucap aldo bahagia


"sama sama sayang, oh iya, aku harus pergi mengantarkan orang tuaku kerumah sakit jadi aku tidak bisa telfonan lama lama, maaf akan aku sayang" jawab fany berbohong lagi


"iyah sayang, tak mengapa, hati hati sayang, aku mencintaimu fany" jawab aldo


****


ditempat lain anita didatangi oleh rio, yah rio adalah saudara tiri anita, dan hari rio mendatangi anita untuk meminta tanda tangan anita agar surat ahli waris pindah ke rio.


rio yang sudah pesan minuman itu dan telah memberi obat bius untuk membuat kesadaran anita setengah menghilang dan itupun terjadi, setelah anita meminum minuman itu anita merasa kepalanya pusing dan sedikit demi sedikit kesadarannya mulai menurun dan saat itulah rio memanfaatkan tanda tangan anita untuk surat ahli waris itu.


akhirnya yang diimpikan rio pun terwujud, perusahan itupun akhirnya jatuh ketangannya.


dan anita telah rio tingggalakn direstoran tempat meraka bertemu. sampai larut malam anita masih stay direstoran itu. anita tersadar setelah pelayan tersebut membangunkannya dan memberikannya segelas air. anitapun mengucapkan terimakasih dan berlalu pergi.


***


ado yang merasa bahagia langsung mengabarkan pernikahannya kepada mamah dan papahnya


" mah, pah, aldo akan menikah" ucap aldo dengan senyuman yang tak pernah pudar


"pah, apa mamah tak salah dengar pah?" tanya brigitha pada dio


"enggak mah, anak kita akan menikah dan memberikan kita cucu mah" ucap dio


"mah, pah, aldo akan memperkenalkan kekasih aldo pada papah dan mamah" tambah aldo lagi


"pah, mamah merasa kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia pah, anak kita telah tumbuh menjadi sosok yang sangat membangkan pah, dan dia akan menikah pah, kita akan punya menantu cantik dan cucu pah, mamah merasa beban mamah telah hilang pah" ucap brigitha


"iyah mah, terimakasih aldo, papah senang mendengarkan hal ini, papah sangat sayang padamu, setelah kamu menikah papah akan serahkan padamu asset papah terutama kamu akan papah angkat menjadi CEO di Aditama Wijaya" imbuh dio dengan rasa senang dan harunya


***


TING..


Suara bel berbunyi dan fany sangat senang mendengar bunyi itu, fany mengharpkan itu adalah rio


fany langsung membuka pintu dengan semangat empat lima.


"sayang, akhirnya kamu datang" ucap fany dan langsung memeluk rio dengan erat seolah oalh tidak menizinkan rio pergi.


"aduh fany aku nanti bisa mati kalau kamu peluknya erat erat, tolong kasih aku ruang biar ku bisa bernafas." ucap rio dengan sesak


" eh iya iyah, aku sungnguh sangat senang kau datang rio. aku merindukanmu rio" ucap fany dengan wajah genitnya


"aku juga rindu kamu fany, aku rindu sentuhanmu fany, kau pasti mengerti itu" jawab rio sambil membawa fany ke ranjang.


dan terjadilah adegan ranjang dan sampai kepagi hari pun mereka melakukan adegan panas itu.


***


sofie dan melly menunggu kedatangan anita, karena mereka sudah dua hari tidak melihat anita pulang, dan kali ini rencana melly dan sofie adalah mengusir fany dari rumah itu, karena rio telah memberitahukan pada melly dan sofie bahwa perusahaan brata telah menjadi milik rio.


akhirnya anita sampai dirumah yang dirindukannya.


"hei dari aman aja anak yang satu ini, apa dia belum puas tidur dengan laki laki kemarin sampai dia harus nginap dihotel Bersama laki laki lain" ucap sofie


"sofie jaga ucapanmu" jawab anita sedikit meinggikan nada bicaranya


PLAKK... melly menampar anita dengan keras


"anita siapa yang menyuruhmu berteriak pada sofie?" ucap melly setelah menapar anita.


"itu didikan dari orangtuanya kali mah, yang gak becus mendidik anak, sampai harus jadi *******' imbuh sofie


anita yang tidak terima orang Tuanya dihina bahkan untuk soal didikan orangtuanyalah yang mendidik anita agar tidak dendam dan selalu sabar.


"maaf mah, anita yang salah. tapi tolong mah, jangan hina orang tua anita mah, mereka sangat baik mah,'' ucap anita


"udah berani sekarang yah, kamu sekarang pergi dari rumah ini" ucap mellyy


anita langsung membulatkan matanya sambil berkata


" mah, anita tidak bisa mah, rumah ini banyak kenangan Bersama papah dan mamah, anita tidak bisa pergi mah, tolong izinkan anita tinggal disini mah" ucap anita dengan mata berkaca kaca


"apa kamu pikir rumah ini tempat penampungan gelandanga


, haa?" tanya melly


"udah mah, usir aja dia, dia ittu pembawa sial sama kita mah, gak sudih lah mah tinggal serumah dengan ******* murahan mah," ucap sofie


"mah tolong izinkan anita tinggal disini mah, anita akan lakukan apapun agar anita dirumah ini mah, apapun yang mamah suruh akan anita laksanakan mah," ucap anita dengan penuh permohonan


setelah dipikir pikir, melly mengizinkan anita tinggal dirumah itu, hanay sebagai pembantu untuk mereka tanpa digaji, lumayan tidak mengurangi uang mereka.


"baiklah tapi akmu harus lakukan semua pekerjaan dirumah ini, tidak boleh ada yang teertinggal satu pun, kamu paham!" ucap melly.


"terimkasih mah" ucap anita sambil menundukkan kepalanya' dan langsung di Tarik sofie untuk menyuruhnya membersihkan kamarnya yang telah banyak kotoran sampah cemilan.


"ba..baik sofie" ucap anita dengan sedikit merasakan sakit dibagian kepalanya karena sofie dengan kuat menjambak rambut anita sampai dikamar sofie baru dilepaskan oleh sofie.


sofie yang melihat anita merasakan sakit itu langsung senyum bahagia, sofie membenci anita karena anita dari kecil hidup penuh kemewahan. sementara sofie hidup sebagai anak miskin yang pergi kekota untuk mekukan aksi mereka, yaitu melly yang menikahi orang kaya dan membuat suaminya itu dengan cepat meninggal agar melly bisa menguasi harta kekayaannya, dan itu sudah mereka rasakan sekarang, semua asset brata telah jatuh ketangan melly dan rio.