
Tidak lama saat anita mengatakan "iyah" kepada dio datanglah seorang pendeta keruangan itu dan lengkap dengan pakaian erta lata alat yang dibutuhkan saat hari pernikahan biasanya.
"malam" sapa pendeta itu kepada semuanya
aldo yang merasa aneh dengan keadaan sekarang merasakan ada hal yang mengganjal dihatinya
"malam pak pendeta" jawab brigitha
yah brigitha mengetahui alasan kedatangan pendeta itu kemari, karean saat aldo membawa anita keluar ruagan itu brigitha dan dio pun sepakat untuk menikahkan mereka dan malam ini juga, mengingat kondisi suami brigitha pun langsung menelpon pak mudi untuk mengurus semuanya
"ada apa ini mah?" tanya aldo heran
"mamah dan papah akan meminta pertanggung jawabnmu sebagai anak dan sebagai laki laki, kami memintamu untuk menikahi anita malam ini, mengingat kondisi papahmu yang semakin buruk nak" jawab brigitha,
anita yang mendengarkan itupun sontak kaget dan memblalakkan matanya kebar sambil menatap aldo yang juga kebingungan. brigitha yang menyadari anita itu pun langsung membisikkna sesuatu ketelinga anita yang membuat anita jatuh tersadarkan
"anita tante ingin balas budimu sekarang, kamu tidak perlu lagi untuk membayar hutang hutang itu" bisik brigitha pada anita
anita hanyaa diam dan tak lama menganggukkan kepalanya, sontak membuat aldo bingung dan brigitha yang melihatnya senyum puas.
sebenarnya brigitha tak tega melakukan itu, tapi ia juga tak tega melihat suaminya seperti ini, dan lagi dia juga baru mendapatkan kabar kalau aldo dan kekasinya baru saja putus, bagaimana mungkin aldo bisa mendapatkan pasangan hidup yang baik dengan cepat, maka langkah satu satunya jatuh pada anita
aldo yang melihat kondisi yang papah mau tak mau harus menikahi anita malam ini juga
acara pernikahan pun dimulai hingga saat pengucapan janji aldo dan anita dihadapan Tuhan yang akan menjadi saksi pernikah suci ini. setelah suara pendet terdengar, mereka langsung mengucapkan janji sakral yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan.
"saya aldo aditama wijaya, berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendakNya saya menerima anita brata sebagai isrti yang sah dan satu satunya mulai saat ini dan seterusnya akan mulai mengasihi dan melayaninya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, dan akan menjaganya dengan setia hingga maut memisiahkan" ucap aldo
setelah aldo mengucapkan janji itu kini gilaran aniita yang mengucapkan janji itu. ia terliha memejamkan matanya dan menghembuskan nafas beratnya. anita terlihat sangat gugup, mungkin bukan gugup sekedar gugup tapi dirinya takut mengucapkan janji suci itu hanya untuk kebohongan belaka yang telah mereka sepakati beberapa menit lalu
"maafin anita Tuhan" lirihnya dalam hati, sejenak mereka memandang anita karena menunggu anita untuk mengucapkan janji sakral itu, aldo meliriknya dan menyentuh tanganya dan sontak saja anita tersadar, kemabli menghembuska napasnya dan mulai mengucapkan janji itu
"saya anita brata, berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendakNya saya menerima aldo aditama wijaya sebagai suami yang sah dan satu satunya mulai saat ini dan seterusnya akan mulai mengasihi dan melayaninya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit dan akan menjaganya dengan setia hingga maut memisahkan" ucap anita
keduanya mengucapkan janji itu dengan lancar.
"demi nama Tuhan, hari ini kalian telah resmi menjadi suami istri yang sah, dan akan hidup bersama dalam keadaan senang maupun susah" ujar sang pendeta meresmikan pernikah mereka.
setelah itu Dio yang sedari tadi menyaksikan pernikahan anaknya itupun merasa terharu dan bangga melihat anaknya telah menyandang status baru dan sudah menjadi suami dari menantunya dan sudah menikah dihadapannya, meski tak menikah di atas altar namun pernikahan dalam rumah sakit ini berjalan khitmat.
setelah selesai acara pernikahan itu, brigitha membuka cincin pemeberian mertuamnya itu kepada anita, dan menyuruh aldo memasangkannya ke jari anita
"sayang, nak, ini adalah cincin pemberian nenekmu, sekarang kamu berikan pada anita, sematkan kejari manis anita" pintang sang mamah pada aldo
aldo yang melihat anita gugup pun langsung mengiyakan permintaan sang mamah, saat aldo menyematkan cincin itu kejari anita, ia melihat wajah anita dengan seksama, wajah yang penuh dengan ketakutan dan rasa gugup serta mata yang sedari tadi sudah berkaca kaca. setelah menyematkan cincin itu aldo masih memegang tanga anita dan membawanya keluar untuk berbicara pada anita.
"apakah harus seperti itu?" tanya anita
"ya, kita tau pernikahan ini keterpaksaan saja, dan itu tadi kau menyetujuinya dihadapan papah dan yang lainnya" ucap aldo dingin
bagai disambar petir disiang hari, anita merasa hidupnya akan kacau balau setelah mendengarkan perkataan aldo tadi, sementara anita yang baru menyukai sikap baik dan patuh aldo sepersekian detik kini telah diragukan, tdiak mungkin aldo bisa menyukai dirinya sementara aldo baru saya mengatakan janji janji kaparat itu
"hmm" ucap anita
setelah mendengarkan jawaban anita aldo langsung pergi menuju kamar inap papahnya tanpa mengajak anita untuk kembali balik bersama
saat itu pula anita langsung menjtuhkan dirinya ditaman dan tak terasa air mata anita mengalir deras dipipihnya. setelah merasa dirinya baik baik saja anita kembali kamar inap mertuanya itu, dan didapatinya aldo yang tertidur disofa, brigitha yang melihat anita masuk langsung mengajak anita duduk disampingnya, brigitha yang meilihat wajah menantunya itu sedang tidak baik baik saja langsung membawanya kedalam pelukannya, dan entah mengapa air mata anita tidak bisa diajak kompromi dengan cepat air mata itu mengalir deras membasahi baju mamah mertuanya.
"anita, jangan seperti ini, mamah tidak sanggup melihat kamu seperti ini" ucap brigitha
"aku takut Tuhan akan mengambil orang orang ayang aku sayang, sudah cukup Tuhan mengambil papah dan mamah serta kebahagianku, tolong jangan buat aku merasa kecawa lagi, aku takut kalau tuhan akan melukai hati orang lain lagi" suara yang begitu miris untuk didengarkan dengan isakan tangis yang membuat hati brigitha tak kuat dan merasa hatinya ikut teriris iris
"sayang, sekarang tuhan memberimu kebahagiaan baru, kamu punya mamah, papah dan suamimu aldo" ucap brigitha pada anita sambil mengelus elus punggung anita
"iiyah mah" ucap anita
aldo yang merasa tidurnya tergangu pun menyadiri adanya anita diruangan itu dan memang aldo sudah sadar sejak anita mulai menangis, aldo mendengarkan semua perkataan anita, yah aldo merasa kasihan pada anita, namun dia dengan cepat mengabaikan rasa kasihan tadi dan lanjut tidur lagi.
****
dirumah baru yang rio beli dikota S itu sudah dihuni oleh melly dan sofie, saat ini juga rio telah menepati janjinya pada fany, dan hari ini rio mengajak fany tinggal bersamanya. dan saat hendak menuju rumahnya rio merasa ada satu pesan masuk ke handphonenya
"rio, apa kamu tau kalau anta telah menikah?" itulah isi pesan yang masuk di handphone rio
rio memblalakkan matanya merasa terkejut hingga tidak berfikir panjang rio langsung menguhubungi nomor yang mengirim pesan itu
"halo" jawab samuel. yah samuel telah lama menyukai anita semajak anita pernah magang di perusahaannya, yah anita mganga diperusahaannya sewaktu anita masih mengambil S1.
sedikit cerita mengenai samuel, memiliki wajah yang tampan siapa saja wanita yang melihatnya pasti akan jatuh hati, tetapi tidak dengan anita, samuel adalah seoarang CEO diperusahaan property, ia memiliki sikap yang tempramental dan egois, apa yang ia inginkan pasti dia akan mengusahakannya meskipun dengan cara yang tidak benar sekalipun.
"apa maksudmu mengirim pesan seperti itu?" tanya rio, pasalnya rio tidak senang kalau anta meikah dengan orang lain, karena rio juga menyukai anita, entah sejak kapan dia menyukai anita tapi rio sedniri sudah menyadarinya.
samuel pun menjelaskannya dengan sangat jelas, hingga diakhir penjelan samuel, rio langsung memukul setir mobilnya, fany yang melihatnya merasa heran dan takut, karena fany sendiri tidak pernah melihat rio semarah itu apalahi sampai memukul setir, dan fany malah tambha terkejut saat melilhat tangan rio yang mengelurakn darah serta rahang rio yang mulai mengeras.
"rio, apa yang terjadi, jangan membuatku ketakutan seperti ini?" tanya fany
DIAMMM