
setelah kejadian rio diperjalan itu, rio masih mau membawa fany kerumahnya karena rio telah berjanji dan dia juga mencintai fany, saat sampai pintu gerbang, fany membuka suaranyya
"rio, apa kamu akan meninggalkanku?" tanya fany dengan gerakan manjanya
"untuk apa bertanya seperti itu fany, aku sayang padamu" ucap rio
tidak lama mereka sampai didepan rumah itu, fany yang melihat rumah mewah rio dalam hati menyusun rencana bagaimana agar dirinya bisa berkuasa akan kemewahan yang rio punya
"sayang, apa aku bisa tinggal disini selamaya bersamamu?" tanya fany sambil memeluk rio dari belakang,
"sudah pasti sayang" jawab rio sambil memutar posisi fany sampai kehadapannya
"bi, panggilkan mamah dan sofie sekarang" pinta rio ARTnya
"baik tuan" jawab ART itu
setelah melly dan sofie sampai diposisi rio dan fany. mamah melly langsung bertanya pada rio dengan sejuta pertayaan dalam hati, namun hanya bisa terucap beberapa pertanyaan saja, karena melly tahu sifat anaknya yang satu ini, semenjak rio telah ambil alih perusahaan brata rio jadi semakin pembangkang pada melly dan menjadi sosok kakak yang kejam pada sofie, karena hasutan hasutan dari fany tentunya.
"rio, siapa dia? tanya melly sambil duduk disofa yang berhadapan dengan fany, fany yang mendengarkan itu langsung memeluk rio dengan manjanya
"dia fany, sekarang fany akan tingggal disini, karena fany sedang mengandung anakku" ucapnya tegas
"APA" jawab sofie dan melly bersamaan
"kenapa?" tanya rio dengan tatapan tak suka
"dia akan menjadi ibu dari anak anakku, jadi apapun akan aku lakukan untuknya, sekarang aku dan fany akan istirahat, jadi jangan ganggu kami, paham" ucap rio seraya meninggalkan melly dan sofie
"mah. apa lagi yang akan terjadi pada kita mah, mengapa kak rio malah membawah kekasihya kerumah ini?" tanya soffie sambil menghela nafas beratnya
"entalah, mamah jadi bingung dengan sikap kakakmu itu, semenjak dai kenal perempuan sialan itu" jawab melly dengan kesalnya
"mah, apa kak rio akan melakukan kita sebagai budaknya, atau perempuan sialan itu akan berkuasa dirumah in?" tanya sofie lagi
"mamah gak akan biarkan perempuan sialan itu berkuasa dirumah ini, kita lihat aja nanti apa yang akan perempuan itu buat" jawab melly dengan percaya diri
"mah seandainya kita tidak jual rumah yang ada dikota B itu pasti kita tidak seperti sekarang, kita malah ditindas sama kak rio sekarang,. hmmm" ucap sofie
melly yang mendengarkan ocehan anak perempuannya itupun tersadar, iya juga menyesali perbuatannya itu, tapi tidak dengan perbuatannya yang menyiksan anita. itu sisi kejamnya melly dan sofie
"mah, kenapa bengong sih mah, sofie dari tadi bicara loh mah" ucap sofie yang mulai kesal
"eh iyah iyah," jawab melly, sofie yang mendengar jawaban mamahnya pun semakin kesal dan akhirnya sofie pergi meninggalkan mamahnya.
melly yang merasa hidupnya sudah banyak berubah semenjak ia tinggal bersama dengan rio dan menyadari kalau sudah hampir sebulan ini dia tak menginjakkan kakinya di mall untuk shoping, dan itu menjadi kegalauannya saat ini.
sofie yang berada dikamarnya saat ini merasa muak dengan kehidupannya saat ini, dimana dia tidak bisa lagi untuk bersenang senang, tidak bisa lagi untuk bersantai santai dan mengahamburkan uang yang dulu pernah ia lakukan, semenjak dai berada dalam rumah ini dia merasa dirinya terpenjara tidak sebebas dulu, kemana pun dia mau pasti terlaksanakantapi tiadk untuk sekarang.
"rio aku pengen makan tapi yang dimasakin mamah kamu sama sofie" ucap fany sambil bergelayut manja dipergelangan rio, rio yang mendengar langsung meminta melly dan sofie untuk memasaknya
"MAHH.. SOFIEE.." teriak rio dari atas tangga
"iya kak" jawab sofie
"ada apa nak sampe berteriak gitu, apa yang terjadi" jawab melly
"tolong kalian masak apa saja karena fany mau makan yang kalian masak, sekarang" jawab rio dingin dan berlalu pergi meninggalkan melly dan sofie, hingga suara keras pintu menyadarkan melly dan sofie
"mau nunggu apa lagi?" tanya rio kepada mamah dan sofie karena memang tidak ada pergerakan apapun dari mereka
"hhmm, oh iyah nak, bentar ya" jawab melly sambil menarik tangan sofie menuju dapur.
saat sampai didapur mereka menyuruh ART nya memasak untuk dibawakan ke rio dan perempuan sialan itu siapa lagi kalau bukan fany.
"bik, tolong masakin masakan aapa aja ya karena rio dan temannya itu akan makan, kasih tau saya kalau sudah masak" ucap melly
"baik nya" jawab art nya itu
"mah, aku lama lama tidak tahan begini, aku kepengen tuh kita kayak dulu lagi sewaktu ita dikota B, bisa ngapa ngapain, bosan tau mah dirumah terus" sofie mulai mengoceh dan ocehan itupun didenarkan oleh melly, melly yang mendengarkan lagi lagi memikirkan bagaimana caranya dia bisa kembali ke rumah itu, emetara kemari dia telah menjual itu kepada anita..
setelah makanan itu siap melly dan sofie membawa makanan itu kekamar rio dimana didalmanya da fany yang sedang bermanja manja dengan rio.
saat sofie membuka pintu terlihatlah kelakuan kakaknya iitu bersama sang kekasihnya itu, yang membuat melly terkejut dan menjatuhkan makanan itu yang akirnya membuat rio semakin marah kepada mamahnya dan adiknya itu.
"apa yang klaian lihat, segera bersihkan dan ulang lagi memasaknya" kara rio dengan nada tinggi
sofei yang mendengarkan itu langsung membalas perkataan rio
"kakak kenapa jadi kejam kepada kami, apa salah kami kak?" tanya sofie dengan nada tinggi pula
rio langsung menpar pipi sofie saat itu juga
"apa yang kau lakukan, meneriakiku haa? sudah mending aku mau menerima kalian dirumah ini, memberi kalian makan geratis, memberi kamar yang bagus, apa salahnya jika kalian menolongku untuk mengabulkan permintaan kekasihku, apa kalian lupa kalau fany sekaraang sedang mengandung anaku?" jawab rio
melly yang tak kuasa melihat tingkah anaknya itu langsung menangis saat melihat mereka bertengkar, pasalnya melly tak pernah melihat mereka bertengkar, ini adalah pertama kalinya untyk kedua orang tersebut, karena mereka dulunya adalaah kakak beradik yang sling menyayangi.
"sudah cukup ... cukup.. apa kalian akan bertengkar dihapdan mamah, apa kalian tidak melihatku disini? mengapa kalian seerti ini? apa aku salah mendidik kalian? apa yang tidak aku lakukan untuk kalian berdua, bahkan mamah rela menikah lagi untuk kehidupan kalian" ucap melly dengan suara tangisannya yang pilu
sofie yang melihat mamahnya menangis langsung meminta maaf pada melly, ri jugfa yang mendengarnya langsung meminta maaf tapi belum sempat rio meminta maaf fany sudah datang dan memeluk rio dari belakang
"sayang aku lapar, sepertinya bayi kita kelaparan sekarang, aku mau makan, aku mau makan direstoran seafood" pinta manja fany kepada rio, karena fany tau, kalau lama lama rio dibiarkan dekat dengan mamahnya bakalan menurut apa yyang akan dikatakian mamahnya, bahkan untuk saaat ini fany takut ditinggalkan oleh rio, sebelum fany bisa mneguasi kekayaan rio, dia selalu saja beralaskan bayinya itu, semenjak dia ditinggal oleh aldo fany merasa pundi pundi uangnya mulai menipis, makannya dia juga akan mempertahakan rio bersamanya, setelah apa yang dia dapat dia akan merebut aldo kembali padanya.
alhasil rio menyetujui keinginan fany. dan itu adalah kesan pertama yang ditunjukkan fany kepada melly dan sofie saat memasuki rumahnya, bahkan melly yng melihatnya sangat jijik begitu pula dengan sofie, sofie sangat membenci pacar kakaknya itu. entah apa yang akan terjadi dihari hari berikutanya, hanya Tuhanlah yang tau itu.