
hari yang ditunggu fany pun telah tiba, kini akhirnya fany bisa berjumpa dengan aldo, kini fany telah menyusun rencana untuk merebut aldo, fany sudah mengatur rencananya dengan sedemikan matangnya.
perempuan yang memakai dress hitam dengan sedikit menampilkan belehan dada membuat pengunjung pria lain terpukau saat melihat fany menuju meja paling pojok untuk menunggu kedatangan aldo fany bercermin dan mempoles wajahnya dengan sedikit bedak itu pun sudah terlihat sangat cantik.
dari sebrang sana terlihat aldo memasuki cafe tersebut dengan gaya maconya, dan itu juga membaut pengunjung wanita terpukau, mereka yang melihat aldo menghampiri fany merasa iri.
"seandainya perempuan itu aku" ucap salah satu wanita disana
"mereka cocok sekali ya"
"aku iri bangat"
"siapa perempuan itu ya, aku tau itu bukanlah menantu dari aditama wijaya" ucap seoarang kakek tua yang mengetahui kalau anak dari aditama wijaya telah menikah dengan mantan pegawai rumah sakitnya.
"kamu jangan ngelantur gitu ngomongnya, mana tau mereka mempercantik menantunya, mereka kan nomor satu dikota ini, apa saja bisa diperbuat mereka" jawab nenek yang duduk disebelah kakek tua itu
"hai aldo, aku sangat merindukanmu" ucap fany sambil memeluk aldo, aldo yang merindukan fany dan pelukan fany langsung dibalas aldo dan mencium pucuk kelapa fany dengan senyumannya.
"aku baik baik saja, sekarang aku butuh penjelasanmu fany, bicaralah yang jujur" jawab aldo sambil mengambil posisi duduk berhadapan dengan fany
"aldo, saat itu aku dijebak oleh seorang laki laki lantaran aku menolak cintanya, aku diberikan obat tidur olehnya dan dia membawaku ke apartemen ku karena dia sudah mengetahui semau tentang aku, termasuk aku telah berpacaran denganmu, aku tak ada niat ungtuk menghianatimu,(pura pura menangis), apa kau tau orang tuaku sudah meninggal?" tanya fany
aldo menggelengka kepalanya
"huf, orang tua ku telah tiada, setelah kau meninggalkanku, aku mendapatkan kabar kalau orang tuaku masuk rumah sakit, dan kau tau mereka meninggalkanku selamanya setelah aku meninggalkankku, yah dialah penyebab orang tuaku meninggal"
"dia siapa fany, bicaralah yang jelas" sarkas aldo
"yah laki laki yang kau lihat tempo hari lalu, kini dia telah senang melihatku menderita, kau meninggalkanku, dan orang tuaku juga meninggalkanku, aku merasa sudah tak ada lagi arti hidupku. aku telah menjadi sebatang kara aldo, apa kau tau rasanya hidup yatim piatu?"
lagi lagi aldo hanya bisa menggelengkan kepalanya, aldo yang melihat fany menangis jadi merasa bersalah telah meninggalkan fany tanpa menedengarkan alasan dari fany, dan ditambah lagi aldo baru tau penyebab orang tua fany meninggal adalah laki laki yang mencintai fany yang artinya saingan aldo.
"hari ini aku tak tau harus pulang kemana aldo, aku minta tolong padamu aldo, aku hanya butuh tempat tinggal, aku melarikan diri dari rio, dan kini rio pasti sedang mencariku untuk disekapnya, aku gak mau aldo, apa kau masih mencintaiku aldo? apa kau tega melihatku seperti ini?" tanya fany
"baiklah, aku akan memberikan apartmen untukmu, aku harap kau bisa berubah fany, aku masih mencinatimu, apa kau tau aku telah menikah lantaran orang tuaku saat itu kritis, aku menikahinya kerna keterpaksaan saja, rumah tangga yang kami jalani pun seperti orang yang tidak saling mengenal"
"aku tau kau telah menikah, tapi apakah kita boleh menjalin hubungan seperti dulu?, aku tau kau masih mencinatiku, aku akan tunggu kau menceraikan perempuan itu."
"yasudah, mari kuantar pulang. aku sudah suruh pak mudi menyiapkan apartemen untukmu" ajak aldo dan disambut dengan senyuman kemenangan oleh fany.
yah, semua akal busuk fany hanya fany sendiri yang mengetahui itu, fany juga berasalan kalau fany dipanggil oleh kakeknya untuk melihat kakeknya dan neneknya dikampung halamannya dan itu diperbolhkan oleh rio, malah rio memeberi uang dengan jumlah yang banyak untuk simpanan fany.
kini fany telah tinggal diaparteman mewah yang diberikan aldo untuknya, dan fany akan memulai aksinya untuk mendapatkan aldo kembali.
setelah aldo mengantarkan fany aldo langsung pulang, karena dalam minggu ini aldo akan dilantik menjadi CEO dan setibanya dirumah aldo melihat anita yang tengah memasak, aldo merasa heran karena aldo tak pernah mellihat anita memasak, apalagi memasak untuknya.
"eh mas, batu pulang ya?" tanya anita dengan senyum manisnya
"hmm"
"sudah makan mas, kalau belum mari sini makan mas" ajak anita
aldo memang belum makan dari sore tadi, karena fany mengajaknya ketemu di cafe tanpa makan dan minum, dan dia kini merasa perutnya lapar, jadi tidak ada salahnya dong makan masakan anita yang menurutnya ini adalah masakan anita yang pertama kali baginya, padahal anita sudah lama memasak untuk dirinya namun bik iman dan yang lainnya menutupi itu dari aldo
"oh iyah mas, aku ingin memberikan undangan wisuda saya hari kamis, jika mas tidak sibuk aku mengudang mas untuk menghadiri wisudaku" ucap anita menyerahkan undangannya
"maaf, sepertinya aku tidak bisa datang kerana urusan kantor sangat banyak belum lagi aku akan dilantik jadi CEO, aku harap kita saling mengerti"
"oh ya tidak apa apa mas, saya sudah lancang meminta mas untuk menghadiri wisuda saya, sedangkan saya hanya istri tumpangan saja, sekali lagi saya minta maaf mas"
aldo merasa tidak enak langsung menolak undangan anita, tapi dia melakukan itu agar dirinya tidak terbuai akan pernikahan paksaan ini, karna aldo masih mengharapkan fanylah yang jadi istrinya.
anita pun bergegas meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamarnya, sesampainya dikamar anita langsung menjatuhkan diata kasur, anita merenungi nasibnya yang begitu malang.
****
keesokan hatinya anita menemui bik iman dan bik lia
"selamat pagi bik"
"selamat pagi nyah"
"bik anita pamit yah, ada acara kampus mungkin pulangnya agak kesingan, anita belum sempat pamit sama mas aldo, karena mas aldo juga belum bangun, anita pamit yah bik"
"baik nyah, nyah gak sarapan dulu gitu?" tanya bik lia
"udah gak sempat bik, nanti aja dikampus" jawab anita sembari pergi meninggalkan kediaman itu dan berjalan menuju halte bus, karena anita tau kalau dia berjalan kaki akan membuat dia terlambat dan itu tidak mungkin anita lakukan.
sebelumnya anita telah membuat surat izin beberapa hari untuk acara wisudanya dan acara resepsi pernikahan serta pengangkatan suaminya menjadi CEO itu kepada atasanya, dan samuel mengijinkannya.
saat anita membuat surat izin itu, anita hanya beralaskan acara wisuda saja, anita takut kalau anita membuat izin lama juga karena suaminya dan resepsi pernikahannya, dan itu akan membuat siapa saja memandangnya akan curiga, apalagi anita hatus bekerja, sementara dengan anita tidak bekerja saja uang suaminya cukup menghidupinya.
anita telah sampai dikampu anita terlihat lebih fress karena anita tengah kumpul bersama para sahabatnya.
"anita apa kabar?" tanya ketiganya
"aku baik baik saja, kalian?" tanya anita
"anita, sepertinya aku akan dijodohkan oleh orang tuaku, tapi aku suka dan kami akan menetap di jerman," jawab ayu
"aku akan pergi anita, dan mungkin kita akan bertemu 3 tahun lagi aku juga akan menetap dilondon" jawan dika
"aku akan menikah anita, karena riko udah melamarku, tapi aku akan tetap disini, kau tenag saja, masih ada aku bersamamu, keran mereka juga akan melanjutkan kehidupan mereka bukan?" jawab rere
"lalu bagaimana denganmu nita" tanya dika.
"aku sudah menikah" jawab anita menunduk
"APA?" serentak bertiganya merasa kaget
"yang benar saja anita, kapan? sama siapa? kenapa tidak mengundang kami? apa mamah tirimu menjualmu?" tanya ayu
"nanti aku jelaskan, kita kesini bukan untuk ngobrol aja kan?, ayolah, kita masih ada kerjaan" ajak anita
setelah itu mereka langsung masuk kekampus dan lama didalam setelah pengambilan baju itu mereka akhirnya mengajak anita ketempat tongkrongan, akhirnya mereka tau apa sebabnya anita menikah tanpa mengabari mereka, anita menceritakan semuanya pada sahabatnya itu, ayu, rere, dika merasa kasihan apada anita. belum sembuh luka lama kini anita harus menerima luka baru, mereka hanya berharap pada yang kuasa agar anita mendapatkan kehidupan yang bahagia, damai dan selalu dalam lindungan Tuhan. semoga apa yang anita rasakan saat ini akan membuahkan hasil yang manis. itulah yang mereka harapkan untuk kehidupan anita yang begitu kelam saat ini.