
sesampainya fany dan rio di apartemen fany mereka pun menyusun rencana baru untuk terus memdapatkan harta aldo.
"apa lagi yang akan kita lakukan setelah ini yo" tanya fany
"tenang saja sayang, kita akan membuat aldo dan anita tersiksa dulu, tidak usah buru buru, kita nikmati saja dulu" sambil memeluk erat fany
"aku merasa gerah yo, aku mandi dulu ya"
"kita mandi sama ya sayang, sudah lama kita tak mandi sama" ajak rio
yang aturannya mandi hanya sekita lima belas menit kini mereka menghabiskan mandi mereka dengan bergulat yang amat penuh gairah, setelah bergulat mereka baruu mandi, fany yang merasa lelah langsung tertidur pulas dikasur.
"apa kau masih mencintai aldo?" gumam rio pelan
"lihat saja jika kau berpaling dengan ku akan kupastika kau tak akan pernah melihat aldo lagi, jangan coba coba melawanku fany, aku tidak akan membiarkan kau pergi" batin rio memandangi fany yang sedang tertidur itu.
*****
"mah aku bosan disini, aku pengen main main mah" ucap sofie pada melly
"hmm, menurutmu, kita akan kemana sayang? mama pikir kita kebali saja ya sayang, rasanya mamah sudah lama tak main juga" ucap melly dengan senyum manisnya pada sofie
"mah, aku rasa kita ke london saja mah, disana pasti banyak cowok ganteng dan bule bule gitu mah, aku pengen lihat orang bule mah" jawab sofie antusias
"begitukah?" tanya melly
"yah, kalau bisa besok pagi kita sudah berangkat yah mah, udah gak sabar mah" jawab sofie
"baiklah, biar mamah nanti yang minta sama rio yah sayang, kan kamu tau sekarang mamah sudah dekat dengan rio lagi, biar kita dikasih uang banyak sayang"
"baiklha ma, aku ikut saja, asal kita kelondon yah mah"
"hhmmm"
*****
melly masih berbincang bincang dengan rio perihal keberangkatanya besok ke london, dan melly sungguh sungguh beejuang untuk mendapatkan perhatian dari rio, agar riio mau memberi mereka uang yang banyak biar mereka bisa berbelanja disana dan memamerkan kepada teman teman mereka
"sayang, mamah dan sofie sudah sangat bosan disini sayang, tolong ijinkan kami pergi berlibur ya, hanya seminggu saja, kami akan belik lagi" ucap melly
"mamah mau berlibur kemana?"
"kami akan ke london, karena sofie merasa itulah tempat yang pas untuk kami berlibur sayang"
"baiklah mah"
"sayang, bisakah kau membri mamahmu ini uang untuk berlibur"
"sudah kuduga, kalian pasti akan memperas aku, hmm, untung kalian keluargaku" batin rio
"bagaimana sayang?" tanya melly ulang
"baiklah mah, nanti akan aku transfer uangnya"
"terimakasih sayang, kau memang anak yang berbakti"
"kalau begini baru kau bilang aku anak mu, dulu saat kau menikmati rumah megah itu apa kau mengingat aku?" batin rio
setelah selesai mereka berbincang, ada notifikasi di ponsel melly, melly yang melihatnya sngat senang, yah kenapa tidak, baru saja melly mendapatkan transefan uang dari rio sebanyak lima ratus juta
*****
"sofie, cepatlah sedikit, kenapa lama, kita nanti bisa telat" teriak melly diluar rumah, yah kini mereka akan berangkat ke london pagi ini
"iyah mah, sebentar, sabar" jawab sofie yang baru saja keluar dari rumah itu
mereka merasa tak sabar ingin menikmati suasana disana.
TING
"mamah sudah berangkat?, jaga sofie mah" itu adalah pesan yang masuk ke ponsel milik melly, yah rio lah pengirim pesan itu, bagaimana pun rio masih sayang kepada ibu dan adiknya itu, karena hanya mereka saja yang rio punya.
"ini kami menuju bandara, makasih yah sayang" balas melly
"hati hati mah"
"iyah"
***
"siapa?" tanya fany
"mamah dan sofie hari ini ke london, jadi aku kirim pesan agar mereka berhati hati"
"ouh"
"hmm"
"sayang, apa kamu tidak bekerja?" tanya fany
"aku kan pemilik perusahaan, aku bisa bekerja dari mana aja" ucap rio
"baiklah baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi, aku malas jika kau terlalu ketus jawab pertanyaanku" ucap fany
"maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku hanya takuta aja, karena mamah dan sofie baru kali ini pergi jauh"
"haa? apa kau sepanik ini?" tanya fany sambil memegang pipi rio
"iyah, aku takut mereka akan meninggalkanku" ucap rio
"kemana?"
"aku tidak punya baju yang baru, aku bosan baju ku ini ini saja"
"baiklah, tapi sebelumnya beri aku kecupan dulu"
CUP
fany mendaratkan bibirnya tepat dibibir rio yang tampak basah itu,
"oh manisnnya" ucap rio menggoda
"ayo, aku udah bosan di dalam ini, rasanya pengap sekali" ajak fany
*****
setelah sampai di mall fany langsung menuju toko baju yang brended di mall itu, yah fany emang begitu sifatnya, jika sudah menemukan mangasanya fany tidak akan mengsia siakan orang ittu, apalagi yang dompetnya tebal, huuuu rasanya ingin terbang kelangit
"sayang, aku mau ini, ini juga, ini, " ucap fany
rio yang melihat tingkah fany hanya menggeleng kepala, tapi dengan sikapnya itu rio terhibur dan rasa cintanya pada fany semakin besar.
"sudah selesai" tanya rio
"dah"
"sayang aku lapar" ucap fany
"kita kesitu aja ya" ajak rio menunjuk restoran seafood
"ayok"
mereka berjalan sambil menenteng paper bag itu, mereka terlihat pasangan serasi diantara orang orang yang ada di restoran itu.
*****
BRUKKK
"auww, sakit" ucap sofie,
"maaf, saya tidak sengaja"
"apa kau tidak melihat kami disini, sampai tubuhmu itu bisa menabrakku" tukas sofie
"baiklah, saya minta maaf"
yah, saat sofie menuju hotel yang mereka booking itu tidak sengaja seorang pria bertubuh kekar dan waja yang tampan menabrak tubuh sofie.
"mari saya bantu" ucap pria itu
"awas" jawab sofie menyingkirkan tangan pria itu
"saya akan bertanggung jawab, ambilah ini, karena saya tidak banyak waktu" ucap pria itu dan beelalu peri meninggalkan sofie dan melly
"dika pranata" ucap sofie, mereka langsung pergi menuju kamar hotel itu.
dika yang sudah pergi itu masih tersenyum mengingat wajah cemberut sofie, dan dia merasa wajah sofie itu sangat imut.
dika mengambil ponselnya dan langsung menghubungi resepsionis hotelnya itu
"please find out who the woman i hit was"
"ok. sir"
setelah menunggu lima menit akhirnya ketemu juga
"sorry sir, the woman named sofie and occupied room number 106"
"ok. thank you"
"nama yang cantik, sama seperti orangnya" gumam dika
setelah mengetahui sofie nginab di nomor 106 dika langsung memakai kamar no 107 tepat diseblah kamar sofie,
sepertinya ini dika jatuh cinta pada pandangan pertamanya
dika memasang lagu lagu cinta dikamarnya dan sengaja sedikit menguatkan volume suaranya agar sofie juga ikut mendengarkannya, tapi sayangnya sofie tidak lagi dikamarnya, karena sofie langsung pergi bersama mamanya untuk menikmati suasana malam di london
"mah, abis ini kita belanja yok, rasanya aku tak sabar lagi unytuk memposting poto diisini mah" ucap sofie
"baiklah sayang, mamah rasa juga begitu, mamah pengen melihat wajah wajah orang dulu yang suka menghina kita, mamah harap sih mereka iri kan sayang, hahaha" ucap melly
TING
"apa mamah sama sofie senang?" tanya rio
"iyah sayang, mamah sama sofie sedang menikmati kota malam ini sayang, terimakasih ya" balas melly
"siapa mah?" tanya sofie
"kakak kamu, tadi tanya kita senang apa tidak"
"oooh"
setelah mereka selesai menikmati kota malam itu, melly dan sofie pun langsung menuju toko baju yang ada di mall itu, dan langsung memborong banyak belanjaan.
setelah sampai di kamar hotel, sofie pamit kekamarnya. dengan wajah lelah sofie langsung menjatuhkan badanya di kasur itu dan tertidur lelap.