
''Groug, nama akhirmu Groug kan''
''bagaimana kau bisa tau?''
''kita pulang!''
Edgar langsung menarik tangan Ellina, bukan ganggaman yang hangat seperti biasanya tapi ini cengkraman yang membuat Ellina meringis karena Edgar terlalu keras mengenggam pergelangan tangannya.
''ada apa Ed''
''diam!!''
Ellina tersentak, dia masih tidak yakin laki laki didepannya ini adalah kekasihnya, Edgar. Mereka pulang dalam diam dan Edgar yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi membuat Ellina harus berpegangan pada seltbeltnya dan memejamkan matanya.
''turunkan kecepatan Ed, aku takut''
''jangan banyak bicara''
Suara yang terkesan tidak bisa dibantah dan nada yang dingin membuat Ellina susah bernafas ditambah tubuhnya yang bergetar hebat.
''masuklah dan besok jangan pergi bekerja''
Nada suaranya masih dingin dan tidak menatap Ellina sedikitpun seakan Ellina sebuah bakteri yang menjijikan.
''ada apa?''
''jangan banyak bicara, masuklah dan besok jangan pergi kemana mana dan jangan coba coba untuk kabur''
Ellina langsung turun dan masuk kedalam gedung apatementnya, suara deru mobil Edgar sudah melaju dengan cepat, Ellina masih bingung dengan perubahan kekasihnya itu, sepertinya sang penelvone yang membuat Ellina terkena dampaknya.
Tes
Tes
Bukan cengeng, hanya saja Ellina masih terkejut dengan kejadian yang baru saja membuat Ellina tertawa bahagia namun sedetik kemudian berubah menjadi sesuatu yang menakuti dirinya, dimana Edgar yang penuh kehangatan?dimana Edgar yang penuh dengan kelembutan dan senyum manisnya?
''pergilah sayang, mama mohon, maafkan mama...ini semua karena mama...pergi sebelum terlambat. Pergi nak....''
''huh..huh''
Dor...dor...
Siapa pagi pagi ini sudah menganggunya dan bukannya menekan bel tapi menggedor pintu tanpa kesabaran.
''sebentar''
Ceklek
''mencari si....kalian siapa?''
''ikut kami''
''tidak..lepaskan...tolong....''
Bagaimana mungkin 3 orang laki laki yang bertubuh besar menyeret tubuh mungilnya dan seorang laki laki tampan yang hanya diam menyaksikan hal itu tanpa berniat membantu Ellina sedikitpun.
''bawa dia''ucap laki laki tampan itu.
''baik tuan''
3 orang ini langsung memasukkan Ellina kedalam mobil dengan paksa setelah laki laki tampan tadi memberinya perintah.
''kalian akan membawaku kemana, lepaskan brengsek!!''
''diam!!''
Tubuh Ellina seakan remuk saat laki laki ini terus mencoba membuat Ellina diam ditambah cengkraman pada lengan Ellina membuatnya meringis.
Mobil ini berhenti disebuah rumah...tidak ini sebuah masion mewah dengan pengawal disetiap sisinya dan pelayan yang tidak sedikit jumlahnya.
''masuk!''
''aw..''
Ellina terdorong hingga membuat tubuhnya langsung jatuh, lengannya yang sakit ditambah kakinya yang terkilir yang pastinya akan membengkak dan akan sembuh dalam beberapa hari.
''Ed?''