
''Ed?''
Ellina berusaha percaya dengan apa yang dilihatnya, laki laki itu berdiri tegap tanpa merasa bersalah sedikitpun.
''Ed tolong aku Ed...aw''
Ellina berusaha berdiri meraih Edgar tapi kakinya tidak bisa membantunya.
''kunci dia didalam kamar''
''baik''
Ellina tersentak, semenjak kapan Edgar berubah dingin dengan tatapan intimidasi itu terlebih dia akan mengurung Ellina dikamar.
''stop...Ed apa yang terjadi, lepaskan aku''
Bruk
Ini akan bertambah buruk, dia terkunci disebuah kamar yang luas dan mewah, tapi bukan ini yang Ellina mau.
Dilain tempat Edgar berusaha memenangkan egonya dari pada hatinya, rasa cintanya dan sayangnya pada gadis itu seakan hilang tak tersisa saat dia tau jika seseorang yang dia cari selama 8 tahun ini adalah gadis yang dia cintainya.
''pastikan dia tidak terluka didalam sana dan jangan sampai dia kabur''
''baik tuan''
Edgar berusaha untuk tidak mempercayai ini semua, tapi bukti yang Willy seseorang yang dia percayai dan tangan kanannya selama ini membuatnya percaya jika gadis itu memang Ellina, Ellina Wetzel Groug anak dari Jenny Groug.
''nona makanlah dulu''
Hari memang sudah petang tapi percayalah Ellina benar benar dikurung dalam kamar ini dan ini sudah ketiga kalinya pelayan itu masuk kedalam kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan tapi Ellina masih terus berfikir apa yang membuat kekasihnya yang penuh kehangatan dan kebahagiaan berubah menjadi sosok yang tidak pernah Ellina kenal.
''dia...dia siapa?''
''maksud nona''
''tuan rumah dimasion ini, dia...siapa?''
''dia tuan Switlog''
''lalu laki laki disampingnya itu?''
''dia tuan Willy Vous, orang kepercayaan tuan Switlog''
''apa kau tau kenapa aku dikurung dalam kamar ini?''
''maaf nona itu bukan urusan saya, dan saya tidak memiliki wewenang untuk hal itu, sebaiknya anda makan nona karena dari pagi anda tidak makan''
''pergilah''
Pelayan itu menyerah, mungkin sebentar lagi dia akan mengadu pada tuannya akibat tingkah Ellina.
Ceklek
''maaf nona anda harus turun sekarang karena tuan sudah menunggu anda dimeja makan''
''aku tidak lapar''
''tapi nona sebaiknya anda segera turun sebelum tuan benar benar akan marah''
Ellina menyerah, dia memilih untuk menemui Edgar dan menanyakan apa maksud dari semua ini.
''duduk!''
Nada suara yang dingin menyiratkan sebuah perintah tanpa bantahan ditambah Edgar yang masih melihat Ellina dengan tatapan mencemo'ohnya.
''makan!''
''aku tidak lapar''
''makan makananmu Ellina!''
''Ed apa yang....''
brakk
''berhenti berbicara dan makan makananmu!''
Tes
Tes
Pukulan meja itu membuat Ellina sangat terkejut ditambah Edgar yang berdiri dari kursinya seakan Ellina membuatnya sangat marah. Ellina memilih memegang sendok yang bahkan sangat sulit untuk membuatnya mengangkat sendok seringan itu, tubuhnya bergetar hebat dan...satu suapa berhasil dia masukkan kedalam mulutnya.
''aku tidak butuh air matamu jalang''
''pastikan dia menghabiskan makan malamnya''
''baik tuan''
Bahkan pelayan tersebut seakan sudah kebal dengan sikap tuannya itu.
''aku sudah selesai''
Ellina memastikan makan malamnya benar benar habis dari pada pelayan rumah ini kembali mengadu pada tuan rumah mereka yang akan berdampak pada Ellina, sungguh Ellina tidak bisa menikmati makan malamnya.
''saya antar kekamar anda nona dan sebaiknya anda membersihkan diri anda dan segera tidur''
Benar, Ellina sudah berubah menjadi boneka yang menyedihkan, bahkan hidupnya lebih buruk dari sebelumnya, dia ingin kabur dari rumah terkutuk ini atau memberi kabar pada sahabatnya itu, tapi seakan Edgar lebih pandai dari dirinya.
Edgar berusaha tidak kembali memakai perasaannya, dia sudah merasa tertipu dengan pesona Ellina yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama dan kali ini dia berjanji akan membuang jauh jauh rasa cintanya itu, Edgar berusaha tidak memakai hatinya saat melihat Ellina yang menangis ketakutan padahal Edgar sangat ingin merengkuh tubuh mungil gadis itu tapi seakan rasa benci dan dendamnya lebih besar.
''aku masih tidak bisa menerima Will''
''maaf tuan sudah mengecewakan anda''
''tidak, sepertinya memang tuhan terlalu baik padaku hingga mempertemukan aku dengan gadis jalang itu, dia bahkan sangat pandai menggunakan pesonanya untuk menggoda laki laki sama seperti ibunya''
''tapi apa tidak keterlaluan membalaskan dendam pada seorang gadis yang tidak berdosa''
''tidak, dia berdosa Will, dia berdosa tidak bisa membuat ibunya tidak mengganggu suami orang''
Tidak, Edgar tidak munafik dengan mengatakan jika dia benar benar membenci gadis itu nyatanya dia masih mencintai gadis itu dan seakan dia ingin menyerah.
''tidak Will, dia sudah bersalah sudah membuat keluargaku hancur dan aku juga akan membuatnya merasakan rasanya menjadi mama''
Ya, dia sudah berjanji pada wanita paruh baya yang melahirkannya untuk membalaskan dendam pada keluarga selingkuhan papanya itu.
''sungguh aku akan membuatmu merasakan apa yang dulu keluargaku rasakan Ell, aku tidak peduli kau berdosa atau tidak, kau ada hubungannya atau tidak dengan tingkah ibu bejatmu itu dan aku akan membuatmu merasakan apa itu neraka, tunggulah ma, aku sudah menemukan gadis itu, dia akan tau seperti apa rasanya menjadi mama''
Laki laki itu memutuskan untuk pulang, tubuh dan fikirannya benar benar lelah dan dia butuh istirahat.
''dimana dia?''
''nona Ellina sudah tidur dikamarnya''
Edgar menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamar Ellina berada, masuk kedalam dan melihat gadis itu sedang tidur dengan lelap dengan nafas yang teratur tapi Edgar masih bisa melihat ada bekas air mata yang mengering diwajah cantiknya.
''kenapa harus kau Ell, tidak bisakah orang lain saja''
***
Keputusan Ellina sudah bulat, pagi ini dia akan menemui Edgar dan menanyakan dengan jelas kenapa dia dikurung ditempat ini, jujur Ellina sangat takut tapi dia juga harus tau apa yang membuat kekasihnya itu seperti ini.
''nona anda sudah ditunggu tuan dimeja makan''
''baik''
Nyali Ellina menciut saat melihat Edgar yang masih dengan tatapan dinginnya, dia tidak yakin keputusannya benar atau tidak.
''silahkan''
Pelayan pergi meninggalkan keheningan antara Edgar dan Ellina yang tengah asik dengan sarapan mereka tapi jujur saja Ellina masih gemetaran.
''Ed katakan kenapa aku kau kurung''
''makan sarapanmu''
''Ed?''
''minggu depan kita akan menikah''
''apa maksudmu, tidak...Ed aku mohon jelaskan semua ini''
''makan sarapanmu Ellina!!''
Edgar beranjak dari kursinya, dia kembali marah akibat Ellina tapi kedatangan seseorang membuat laki laki itu sedikit menurunkan amarahnya.
''maaf tuan Switlog...''
''Switlog''
''...Switlog''
Ellina tidak tau apa yang orang kepercayaan Edgar katakan, saat ini Ellina hanya terus memikirkan sebuah nama yang terus terngiang diotaknya, sebuah nama belakang yang memang sudah Ellina ketahui tapi terus berputar dan seakan memaksa Ellina untuk mengingatnya.
''aku Deveros Westy Switlog''