Set Me Free

Set Me Free
Episode 27



''tidak Ell, kau pernah melakukan hal itu dan itu sudah sering kau lakukan sebelum bertemu denganku dan aku semakin memperparah kehidupanmu Ell''


''sayang back to eart, sekarang kau yang melamun''


''eh...o...tidak''


''kau beralasan''


''sebaiknya kau tidur, aku masih ada kerjaan''


''berhenti membawa pekerjaan kerumah sayang, kau harus ingat tubuhmu''


''kau mulai cerewet rupanya''


Ellina mengalah dan lebih memilih untuk kembali kekamar dan tidur walaupun dia yakin tidak akan langsung tertidur mengingat dia sudah tidur sangat lama tadi siang.


''seperti apa aku yang dulu?''


Jam bahkan sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi laki laki itu masih belum masuk kekamarnya, Ellina tidak tau jika Edgar bukan menyelesaikan pekerjaannya tapi dia merenung akan kehidupannya.


''bisakah aku berharap ingatan Ellina tidak pernah kembali lagi''


Jangan egois Ed


''ya, aku memang egois, menginginkan Ellina yang terus seperti sekerang sedangkan aku sudah pernah menghancurkan hidupnya''


''Ed?''


''Ed tolong aku Ed...aw''


''kunci dia didalam kamar''


Ellina semakin gelisan, tubuhnya sudah bergetar hebat dan kepalanya terasa pening.


''stop...Ed apa yang terjadi, lepaskan aku''


''tidak...pergi...ini tidak mungkin...''


Ceklek


''Ell''


Masih menatap laki laki yang kini berjalan semakin mendekat, berusaha membuang ingatan yang baru saja datang tiba tiba, pusing dikepalanya berangsur hilang.


''ada apa?''


''ah tidak''


''kau tidak tidur?''


''sepertinya aku akan sulit tidur mengingat tadi aku tidur terlalu lama''


''tapi kau harus tetap tidur, aku akan ganti baju dulu setelah itu kita tidur''


''hmm oke''


Menatap punggung Edgar yang menjauh lalu masuk kedalam bilik kamar mandi dan masih terus mengingat tentang hal itu, laki laki yang sama saat ingatan itu datang, laki laki dengan tatapan dingin mengintimidasi.


''kunci dia didalam kamar''


''Ell kau melamun lagi''


''ah...kau sudah selesai''


''ada apa, belakangan ini kau sering melamun''


'tidak, mungkin hanya beberapa ingatan yang muncul''


Edgar membeku, inilah yang dia takuti, ingatan Ellina yang datang dan mungkin akan membuat wanita ini mengingat semuanya, semuanya.


''jangan terlalu memaksa Ell, kau baru sembuh''


''hmm''


''haruskan besok kita kedokter?''


''tidak perlu sayang, aku baik baik saja''


''baiklah, ayo tidur''


''Ed, seperti apa aku yang dulu?''


''apa maksudmu?''


''aku, aku seperti apa dulu''


''seperti...seperti ini''


''benarkah?''


''apa ingatanmu mengganggumu''


''tidak, sebaiknya kita tidur''


Ellina tidak tau jika apa yang baru saja ditanyakan dirinya membuat saat ini Edgar tidak bisa tidur, menatap Ellina yang tertidur sangat damai.


''aku tidak bisa Ell, aku tidak bisa menerima dirimu yang dulu...aku takut''


Sudah hampir sebulan Ellina yang baru dengan ingatan yang hilang, belakangan ini juga teka teki ingatan itu semakin jarang datang dan sekali datang itu langsung membuat Ellina pusing dan tubuh yang bergetar hebat. Ingatannya memang tidak datang dengan berurutan dan terkesan acak acakan tapi Ellina yakin hidupnya ada yang aneh.


''Daren?''


Entah kenapa nama itu seolah keluar langsung dari mulut Ellina, dia pernah mengingat hal hal tentang laki laki lain selain Edgar dan yang dia tau dari ingatan itu sebuah nama yang tidak terlalu asing bagi dirinya. Ellina bahkan pernah menanyakan tentang nama itu kepada suaminya.


''dia sahabatmu Ell dan sekarang dia sudah menikah dan bahagia sama seperti kita''


Tapi seolah ada yang aneh dari jawaban itu, jika benar Daren sahabatnya kenapa dia tidak pernah mendengar kabarnya?dan waktu dia kecelakaan kenapa sahabatnya itu tidak datang dan menyiratkan kekhawatiran?kenapa mereka tidak pernah bertemu setelah Ellina pulang dari rumah sakit?sesibuk itukah sahabatnya itu?atau dia terlalu repot dengan keluarga barunya?


Seolah pertanyaan itu tidak pernah ada habisnya dan jawabannnya seolah aneh dan tidak membuat Ellina merasa puas.


''nona tuan sudah menunggu anda dimeja makan''


''baiklah''


Ellina langsung menuju ruang makan, melihat laki laki itu yang sibuk dengan ipadnya.


''sayang''


''kau sudah datang, duduklah dan kita makan''


Ellina sudah siap makan tapi tidak memakan makanannya, hanya mengaduknya.


''makan makananmu Ell''


''sebenarnya aku tidak lapar sayang''


''makan''


''makan!''


''aku tidak lapar''


''makan makananmu Ellina!''


''Ed apa yang....''


''berhenti berbicara dan makan makananmu!''


''Ellina...ada apa?''


Kembali pada kenyataan, Ellina kembali melamun dan melihat laki laki itu duduk didepannya.


''tidak...aku baik''


''habiskan makananmu''


''hmm''


Ellina memakan makanannya dengan tidak nafsu, apakah suaminya yang dulu sering memaksa Ellina untuk makan?apa dirinya yang dulu sangat sulit untuk makan sampai Edgar membentak dan memaksanya untuk makan?


Entah apa yang mengganggu pikiran Ellina hingga dia menjatuhkan sendok dan garpu makannya, air matanya menetes tanpa alasan.


''Ell kenapa kau menangis?''


''aku tidak butuh air matamu jalang''


Menatap dalam laki laki yang kini berjongkok dihadapannya untuk menghapus air matanya, meneliti setiap lekuk wajahnya.


''siapa sebenarnya kau Edgar?''