Set Me Free

Set Me Free
Episode 8



Minggu depan aku menikah, aku harap kau bisa datang Ellina


Tes


Tes


Ellina tidak munafik dengan berpura pura terlihat baik baik saja, pesan terakhir yang diterimanya dari Daren membuatnya semakin terlihat bodoh selama ini menunggu laki laki itu.


Akan aku usahakan Ren


Itu balasan terakhir Ellina hingga dia mendengar suara bel apartementnya, melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00 tepat membuat Ellina yakin jika itu kekasihnya, Edgar. Mengusap matanya yang sepat basah dan hidungnya yang memerah mencoba memolesnya lagi dengan bedak.


''hai''


''kau sudah si...babe kau habis menangis?''


Huft...sepertinya menyembunyikan sesuatu pada laki laki ini sia sia.


''barusan aku menonton film sedih''


''benarkah?''


''kita berangkat atau...''


''kita berangkat, kau selalu saja mengancam dan...kau terlihat cantik babe''


''berhenti menggodaku tuan''


Mereka berangkat dengan Edgar yang terus bercerita tentang Mark, teman masa kecilnya, Ellina mendengarkan hanya saja jiwa dirinya tidak disamping Edgar tapi dilain tempat yang terus memikirkan pesan terakhir yang dikirim Daren.


''babe kau tidak disini, back to eart babe''


''hah?''


''kau melamun, ada apa''


''tidak''


''itu bukan alasan babe''


''aku tidak apa Daren''


''Daren?''


Ellina terlonjak, dia salah berbicara dengan mengucap nama Daren, laki laki yang sedari tadi memenuhi pikirannya.


''kau memikirkan Daren?''


''maaf Ed''


''ada apa dengan Daren?''


Menutupi kebenaranpun Edgar tidak akan percaya.


''dia...dia akan menikah, minggu depan dan dia mengharapkan aku datang dihari bahagianya''


Edgar tersenyum, bukan tidak mengerti malah dia sangat mengerti tentang kekasihnya itu.


''Ed''


''aku tau, aku sedang berusaha membuatmu mencintaiku karena aku sudah mencintaimu babe''


''terimakasih sudah mau berusaha untukku''


''your welcome''


Mereka sampai disebuah restaurant mewah bergaya klasik, beruntung Ellina menggunakan dress bukan celana jeans atau kaos kebesaran kesukaannya.


Mereka makan malam dengan canda tawa terlebih Edgar yang banyak bicara membuat Ellina yang jarang tertawa kini bisa kembali merasakan apa itu kebahagiaan.


Ddrrtt...


Handphone milik laki laki itu bergetar yang membuat sang pemilik merogohnya didalam kantong celananya.


''tunggu sebentar babe''


''oke''


Edgar sedikit menjauh dan mengangkat panggilan ditelephonennya.


''ada apa Will''


Edgar yang berdiri tidak jauh dari Ellina membuat Ellina sedikit mendengar apa yang dikatakan Edgar, bukan menguping hanya saja Ellina merasa Edgar tidak seperti apa yang dia ketahui selama ini, nada yang dingin, bentakan, nada yang tinggi dan raut wajah yang menyiratkan sebuah kemarahan yang mendalam.


''katakan dimana gadis jalang itu!''


Ellina semakin bingung, siapa sebenarnya kekasihnya itu dan siapa yang menelvonennya hingga membuat amarahnya naik seketika.


''apartement Lucio?''


Ellina langsung menghentikan suapan cakenya ketika mendengar tempat yan tidak asing baginya, benar saja itu gedung apartement Ellina dan siapa yang Edgar cari di gedung apartement yang sama dengan Ellina.


''siapa nama gadis itu!''


Ellina melihat Edga yang terdiam dengan raut yang tidak bisa Ellina baca dan detik kemudian Edgar menatap Ellina tajam.


''jangan bercanda Will!!''


''baik kirimkan semua informasi tentang gadis itu''


Edgar kembali setelah yakin urusannya dengan sang penelvone selesai, nafasnya berat dan dia duduk dengan tidak tenang seakan ada fikiran yang berkecamuk diotaknya.


''Ed?''


Edgar langsung menatap gadis didepannya itu, menampikan raut kebingungan dari wajah Edgar yang membuat Ellina juga bingung ditambah Edgar seakan berfikir dengan keras.


''benarkan?''


''ada apa?apanya yang benar?''


''Groug, nama akhirmu Groug kan''