Set Me Free

Set Me Free
Episode 4



''Ellina, jadilah kekasihku''


Menatap kedalam bola mata indah itu mencari sesuatu yang bisa membuat Ellina mungkin menampar laki laki asing yang tidak punya sopan santun ini, tapi yang dia lihat hanya sebuah kehangatan dan ketulusan.


''mom apa terlambat jika aku mengatakan aku akan menyusulmu nanti dan sekarang aku akan mencoba untuk hidup dengan bahagia?dia...laki laki ini...apa mom mengirimnya?''


''apa?''


''jadilah pacarku, please''


Ellina melepas cengkraman laki laki ini, mencoba mentralkan dirinya agar terlihat seperti biasa, menunduk agar tidak bertemu pada manic mata itu.


''apa kamu gila?''


''tidak aku sadar''


''pergilah dan leluconmu itu tidak lucu''


''tatap aku dan katakan kamu nolak cinta aku''


''cinta?''


Masih menundukkan kepalanya tidak berani menatap manic mata itu.


''tatap aku Ellina!''


Dan detik kemudian Ellina menatap mata laki laki ini dengan berderai air mata, Ellina menatap lebih dalam, terlihat kenyamanan dan keteduhan dari dalam manic mata itu.


''hey kenapa nangis?''


''dad can you help me please, I am afraid to falling in love with her and make me broken heart...again''


''hey jangan nangis El, everything is gonna be okay''


Laki laki ini membawa Ellina kedalam dekapannya, tidak peduli para pengunjung café yang memperhatikan mereka berdua, yang ada dalam pikiran laki laki ini jika Ellina membutuhkan seseorang untuk memberi bahunya dan dekapan hangat.


''kita pulang oke''


Ellina hanya mengangguk, dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya untuk tetap menjadi Ellina yang dingin, sedangkan laki laki ini mengeluarkan uang dan meletakkannya dimeja dan pergi bersama Ellina yang terus berada disampingnya.


Dalam mobil suasana hening seketika, Ellina masih dalam dekapan laki laki asing ini yang masih berderai air mata, mobil tidak melaju dan masih terparkir dipelataran café.


''menghilanglah''


Laki laki ini melepas pelukan dan menatap Ellina terkejut.


''apa maksudmu''


''menghilanglah, pergilah seperti angin dan jangan pernah kembali''


''Ell...''


''PERGI!!hiks...hiks...belum cukupkah...berhenti sampai disini, aku mohon...pergilah''


''what's wrong?''


''hiks...hiks...''


''hey look at me, Ellina...please, don't say you want me to leave you''


''please stop, go away from me, please...''


''aku mohon pergilah...aku tidak mau kembali jatuh terlalu dalam dan kembali aku akan kehilangan orang yang aku sayangi, cukup...cukup hanya mom, dad dan Daren...jangan lagi aku mohon...pergilah''


''kita pulang''


Laki laki ini tidak menghiraukan apa yang diperintahkan Ellina, yang dia lakukan hanya membelah jalanan dan membawa gadis ini selamat sampai apartementnya.


''masuklah dan tenangkan pikiranmu, oke''


Ellina masih terdiam, klise memang menyayangi seseorang yang baru saja dikenalnya, bukan Ellina yang asli. Ellina keluar dari mobil laki laki ini dengan lesu dan pikiran yang berkecamuk.


''tunggu''


''aku Edgar, lucu memang aku baru memperkenalkan diriku setelah aku menyatakan perasaanku padamu, masuklah''


Ellina mengangguk dan turun dari mobil laki laki bernama Edgar itu.


''terimakasih''


Ellina tidak tau nafasnya detik ini berguna atau tidak, yang ia tau adalah hidupnya seakan tidak berpengaruh pada siapapun, bahkan sudah terhitung 26 jam atau 1560 menit atau 93600 detik laki laki bernama Daren itu tidak memberinya kabar apapun, laki laki yang hampir menghabiskan 3 tahun hidup bersama Ellina kini meninggalkan Ellina dan memilih gadis lain yang jauh lebih baik, jangan bodoh...kehidupan memang begitu, tinggalkan yang buruk dan menghambat mimpimu dan beralih pada masa depan yang cerah dan seseorang yang selalu mendukungmu.


''ya...mungkin aku memang hanya sebuah pelarian untukmu Ren, aku tidak lagi menjadi seseorang yang kau jadikan prioritas dalam hidupmu, aku kini hanya menjadi opsi, opsi terburuk yang akan kau pilih terakhir''


Gadis ini tidak tau jika ditempat lain seorang laki laki tengah berperang dengan perasaan dan keinginan orang yang disayanginya.


''berhenti mengurusi gadis bodoh itu Daren, kamu sama sekali tidak pantas untuk gadis seperti dia, sudah beruntung dia hidup sekarang, apa dia masih ingin mengklaim hidup kamu dengan tidak membiarkan kamu bahagia, iya!!''


''stop mom, mom tidak akan pernah mengerti, Daren sudah menganggap Ellina saudara kandung Daren mom, Daren sangat menyayangi dia mom''


''mom dan dad mu sudah memilihkan gadis yang baik untukmu dan minggu depan kamu sudah akan menikah Daren''


''I know mom, I know, aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Mesya, gadis yang mom dan dad pilihkan, aku bersedia menikah dengan gadis yang tidak aku cintai mom, tapi please, jangan menjauhkan aku dengan Ellina mom, sudah cukup hidupnya dulu menderita''


''menderita?kamu lebih mengutamakan gadis menderita seperti Ellina dan mengorbankan kebahagiaan kamu Daren, sudah cukup kamu membiayai hidupnya dan sikap foya foyanya, cukup sampai disini mom bersabar untuk gadis tidak tau diri itu''


''berhenti mengatakan Ellina tidak tau diri mom, Ellina tidak pernah memaksa Daren melakukan hal itu''


''cukup!!kamu tinggal pilih mom atau gadis tidak tau diri itu''


''mom...''


''cukup pilih Daren, pilih mom yang sudah mengandung kamu selama 9 bulan dan membesarkan kamu hingga sebesar ini atau gadis yang selalu menyusahkan kamu dan menghabiskan uang kamu itu!!''


''jangan membuat pilihan yang sulit mom, aku tidak akan meninggalkan mom ataupun Ellina''


''kalian bukan pilihan, tapi nyawa dan hidupku''


Daren meninggalkan wanita paruh baya itu, Daren mengutuk dirinya yang tidak bisa menjadikan Ellina sebagai sesuatu yang utama dan tidak terpisahkan, nyatanya Daren sadar jika Ellina bukan siapa siapa dan hanya seseorang yang dia sayangi.


Ellina beranjak dari kasurnya, mandi dan selanjutnya dia akan kembali pergi dari apartemen itu, menghirup udara segar tapi terasa menyesakkan baginya.


''Ellina?''


Ellina menoleh, melihat laki laki yang kini berdiri dihadapannya dengan wajah yang tidak seperti biasanya tapi tetap dengan senyum tampannya.


''Daren?''


''kamu datang Daren...aku kangen''


''maaf''


''untuk?''


''tidak mengunjungimu''lanjutnya dengan wajah lesu.


''any problem?''


''no, everything is fine''


''hey, kamu enggak bisa bohong sama aku Daren''


''jangan memaksa aku untuk memilih diantara kalian''


Ellina memejamkan matanya, dia tau Daren pasti bertengkar lagi dengan momnya, Ellina pernah menjadi korban amarah wanita paruh baya itu dan Daren pernah menceritakan tentang masalah Daren dengan momnya karena dirinya itupun Daren menceritakannya karena Ellina yang memaksa.


''listen, choose one or loss of both, jangan egois Ren, pilih salah satu atau kamu akan kehilangan keduanya, keluarga kamu bukan pilihan Daren, tapi prioritas''


''aku enggak bisa El''


''kamu bisa''


''I can't''