
‘’Edgar?’’
Menoleh dan mendapatkan sosok yang tidak asing lagi baginya, tersenyum dan mendekat.
‘’Iros?’’
‘’sedang apa disini?’’
‘’aku ada pertemuan bisnis dan peninjauan lokasi hotel baruku, kau lama tidak terdengar dikalangan pebisnis, kemana selama ini dan siapa anak ini?’’
‘’aku sedang mencari kehidupan yang baru dan damai, dia…dia anakku’’
‘’kau sudah menikah?’’
‘’Gev temui mamamu dan jangan kemana mana, tunggu hingga papa kembali’’
‘’baik pa’’
Anak laki laki itu pergi, berlari dengan lucu dan menemui Ellina yang menunggu tidak jauh dari toko.
‘’seperti yang kau lihat?’’
‘’seriously?? siapa wanita beruntung itu’’
‘’wanita yang kau kenal’’
‘’aku mengenalnya?’’
‘’hm…aku memesan cake dengan rasa yang manis 3 dan satu ice cream rasa vanilla’’Iros mengalihkan pembicaraan setelah pelayan datang dan menanyakan pesanannya.
‘’*hmm…mungkin cake dengan rasa yang manis’’
‘’mungkin…cake dengan rasa yang manis, tadi aku melihat beberapa cake dimeja buffet dan aku menginginkannya, bisakah*?’’
Ya, Ellinanya selalu suka dengan cake dengan rasa yang manis, dan Iros kembali mengingatkan semuanya.
‘’dimana istrimu, aku ingin…’’
‘’behenti Gev, jangan berlari papa nan…’’
‘’Ellina?’’
Waktu seakan berhenti dan semua orang sekan menghilang, hanya ada 2 orang ini yang saling menatap tidak percaya, Iros memang tidak mau menyembunyikan semuanya, dia tau jika selama ini Edgar mati matian mencari Ellina dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali menyatukan serpihan yang pecah ini.
‘’Ed?’’
Mundur dengan mata yang tidak bisa menyembunyikan semuanya, kerinduan, kemarahan, kekecewaan, kebahagiaan dan semuanya tercurah dalam linangan air mata itu, Edgar maju dan dengan ekspresi yang sama dan air mata yang tidak bisa lagi mereka bendung dan semuanya medominasi sebuah kerinduan yang teramat sangat.
***
Disinilah mereka berakhir, Edgar, Ellina dan Iros duduk dengan canggung tanpa mengatakan apapun, awalanya Iros tidak mau ikut campur tapi Ellina mengancam tidak mau berbicara dengan Edgar jika dia tidak menemaninya dan Gevo sedang bermain dengan temannya.
‘’terimakasih, terimakasih Iros sudah menjaga Ellina’’
‘’bukankah sebaiknya aku…’’
‘’aku akan pergi jika kau juga pergi Ir’’
Iros mengalah, Ellina benar benar kelemahannya ditambah dia sedang hamil tidak mungkin baginya untuk meninggalkannya.
‘’bagaimana kabarmu Ell?’’
Diam cukup lama hingga Ellina sudah memperoleh kekuatannya untuk menjawab, menatappun Ellina enggan.
‘’seperti yang kau lihat’’
‘’apa kalian sudah menikah?’’
‘’Ed…’’
‘’jika tidak ada lagi yang ingin anda katakan saya akan pergi, permisi’’Ellina memotong perkataan Iros.
‘’jangan munafik Lin, aku tau kalian saling menyalahkan dan masih menyimpan perasaan, tapi aku mohon Lina ini untuk kebaikanmu’’
Ellina memandang Iros tajam.
‘’jika anak yang ada dalam kandunganku yang kau khawatirkan Ir aku akan dengan yakin tidak perlu khawatir akan hal itu karena saat ini dia sudah mempunya papa dan itu kau’’
‘’hiduplah bahagia Ed, permisi’’
Ellina berdiri, dia tidak akan pernah bisa tahan untuk berlama lama ditempat itu ditambah tatapan laki laki itu seolah menyiratkan kesedihan dan kerinduan luar biasa.
‘’apa itu anakku, dalam rahimmu’’
Entah keyakinan dari mana Edgar bisa mencurahkan kalimat itu tanpa keraguan sama sekali.
‘’jangan iri, bukankah sebentar lagi kita akan menikah tapi mungkin perbedaannya kau akan aku pastikan tidak akan pernah bahagia saat menjadi budak nafsuku dan aku tidak mau seorang anak dari rahim menjijikanmu itu’’
‘’dia anakku dan selamanya akan begitu’’
Tidak bisa membendung lagi, air matanya tumpah saat itu juga, kesakitan dan kebahagiaan datang dengan waktu yang sama, saling mendominasi hingga dadanya terasa sesak.
‘’aku menyesal Ell, sungguh’’
Ellina berhenti, kembali mengumpul kekuatan disela tangisannya.
‘’bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu kau akan menyesal atas apa yang kau lakukan dan kau akan menyesal kehilangan sesuatu yang kau miliki dengan tidak menjaganya’’
‘’maafkan aku’’
‘’1000 kata maafmu tidak akan bisa menebus semuanya dan semua perlakuanmu padaku tidak akan bisa membuat aku bisa membalas semua yang mamaku lakukan’’
‘’aku mohon, kembalilah Ell’’
‘’kau terlambat Ed, amat sangat terlambat walau aku menginginkannya’’
Dia tau kehidupan Ellina akan bahagia jika dia memutuskan bersama laki laki ini tapi siapa yang akan menjamin jika semua masa lalunya bersama laki laki itu tidak akan terulang, hatinya terlalu sakit walau dalam hati terdalamnya Ellina masih mencintai laki laki itu tapi baginya terlalu sulit untuk kembali, hatinya benar benar berada dalam laki laki itu tapi tidak dalam kondisi yang baik, hatinya hancur teramat hancur.
Mengumpulkan kekuatan dan keyakian hingga dia dengan pasti dan tidak akan menyesal untuk mengatakannya.
‘’ini memang anakmu, maaf aku tidak bisa kembali padamu dan jangan mengkhawatirkan bayi ini, jika kau mau, jika sudah lahir aku berjanji akan pertemukan dirinya bersama ayah kandungnya walaupun tidak pernah dia inginkan, aku akan menceritakan padanya jika ayahnya laki laki yang hebat bernama Edgar Devo Switlog’’
Menoleh dan menatap laki laki itu lebih dalam.
‘’lebih baik kau tidak tau kebenaran dari mulutku, kau harus mencaritahunya sendiri Ed tentang kebenaran kedua orang tua kita, aku tidak mau mengungkapkan yang pada akhirnya membuatmu merasa bersalah kembali, aku berharap hidupmu bahagia Ed’’
Tidak semua hal akan berakhir happy ending, percayalah jika semua kehidupan masih memiliki cerita tanpa akhir, walaupun semua cerita berakhir happy ending tapi ingatlah jika dari happy ending itu akan masih ada cerita selanjutnya yang mungkin akan kembali terjadi konflik dan akhiran yang tidak dapat dipastikan.
Terimakasih Ed
Kau akan selamanya ada dalam kenanganku
Tersimpan dalam tempat yang tepat dan tertutup rapat
Kau akan selamanya menjadi ayah dari anak kita
Fernandes Elldivo Switlog
Nama yang aku berikan tanpa persetujuanmu, maaf
Aku tau tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya
Kau pasti akan menyayangi anakmu yang sempat tidak kau inginkan
Tapi saat ini, aku bahagia kau begitu menyangi anak kita walau dia tidak bisa memiliki orang tua kandung yang tinggal bersama
Berbahagialah Ed begitupun denganku
Aku akan bahagia dengan keluarga baruku dan kau harus melakukan hal yang sama
Tetap cintai aku dihati kecilmu untuk masa lalumu dan cintai wanita lain untuk masa depanmu.
Terimakasih.
Ellina Wetzel Groug akan selalu menjadi masalalu seorang Edgar Devo Switlog.
END