Set Me Free

Set Me Free
Episode 26



''ELLINA WAKE UP''


''huh...huh...''


''what's wrong?''


''hanya mimpi''


Ellina yakin itu bukan mimpi tapi mungkin kilasan tentang ingatannya, tapi entah kenapa semuanya terasa berbeda.


''bernafaslah dengan teratur, jangan mengingatnya lagi''


Ellina menatap Edgar, laki laki yang sama seperti dalam mimpinya, bukan Edgar yang dia curigai tapi tentang kehidupannya.


''mama?''


Ellina beru menyadari jika tubuhnya masih polos tanpa pakaian sedangkan selimutnya sudah melorot dipingganya, reflek dia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya wajah yang sudah merona karena malu, melihat itu Edgar langsung menaikkan satu alisnya dan senyum misteriusnya.


''aku bahkan sudah melihat semuanya''


Jam memang sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan mereka baru tidur sekitar pukul 3 pagi, salahkan Ellina yang memiliki tubuh sempurna dan Edgar yang terus menginginkannya. Padahal mereka berniat bangun siang tapi melihat Ellina yang bermimpi buruk membuat Edgar bangun.


''jangan menggodaku''


''hmm...bagaimana jika aku mengambil sarapanku sekarang''


''baiklah aku mandi dulu''


''tidak Ell''


''maksudmu?''


Oh tidak, Ellina tau apa maksud dari senyuman misterius itu.


''sepertinya jika kita melakukannya sekali aku tidak akan terlambat bekerja''


Dan terjadilah lagi seperti malam hari, entah kenapa Edgar tidak bisa menahannya dan Ellina tidak mungkin menolak keinginan suaminya itu.


Ellina masih terus memasang wajah cemberut setelah apa yang terjadi.


''apa istriku masih merajuk?''


''berhentilah Ed, kau bilang hanya sekali dan lihat ulahmu itu sekarang kau sangat terlambat''


Benar saja, bukan sekali yang dijanjikan Edgar pagi tadi tapi entah berapa kali hingga mereka baru sarapan pukul 11 pagi.


''dimana panggilan sayangku''


Ellina memutar bola matanya kesal, bahkan Edgar masih menggodanya.


''apa sebaiknya aku tidak perlu masuk kerja dan kita akan...''


''stop!!kau membuatku kesal, pergilah bekerja''


''itu perusahaanku Ell, jadi tidak apa jika aku libur sehari dan karyawanku akan mengerti''


Setelah pertarungan sengit akhirnya Edgar kekantor, Ellina sebenarnya tidak merajuk hanya saja dia sedang menggoda suaminya itu da mungkin sedikit kesal.


''babe kau mau sarapan apa''


''sereal dan fresh milk''


''just it?''


''ya''


''kau tidak akan gendut jika menambah omellete atau roti gandum''


''tidak''


''oh ayolah...baiklah kami pesan 2 porsi vegetable omellete, 2 fresh milk dan satu cornflake cereal''


''baik, kami akan segera mengantar pesanan anda''ucap ramah waiter itu lalu pergi.


''kau pemaksa Ed''


''yes I am''


''dan mengesalkan''


''yes I am''


Ellina memegang pelipisnya, dia berfikir mungkin itu kilasan tentang saat dimana mereka tengah berpacara.


''nona anda baik baik saja''


Pelayan itu datang dan memutus semua ingatannya akan masa lalunya.


''aku tak apa''


''tidak, aku akan istirahat''


''baik''


Ellina memilih untuk istirahat, pusing dikepalanya sudah tidak bisa dia tahan.


''sereal dan fresh milk?''


Ellina masih ingat dengan jelas jika dulu saat dia dirumah sakit Edgar pernah menawarkannya sereal dan fresh milk, apa Ellina yang dulu menyukai hal kekanakan itu?


''lebih baik aku tidur''


Padahal Ellina bermaksud tidur siang untuk mendapatkan mimpi tentang ingatannya dulu, tapi nyatanya dia malah tidak bermimpi apapun.


''kau tidak menungguku pulang Ell''


Ellina melotot membuka matanya, melihat kesamping dan benar saja jika suaminya sudah pulang dan tidur disampingnya, memeluknya dari samping dengan masih menggunakan baju kantornya.


''sepertinya aku tidur terlalu lama''


''tentu saja, ini sudah hampir jam makan malam''


''benarkan?sebaiknya aku siapkan makan malam''


''tidak perlu, pelayan sudah menyiapkannya''


''huft...tidak seharusnya aku tidur terlalu lama''


Edgar masih dalam posisinya dan masih memejamkan matanya walau dia masih menjawab pertanyaan Ellina.


''sudahlah, kau memang butuh istirahat''


''kau harus mandi Ed''


''kau juga''


''mandilah dulu, aku akan siapkan bajumu''


''itu membuang waktu Ell, kita mandi bersama sama''


Dan setelahnya Edgar menggendong Ellina menuju kamar mandi, bukan mandi dengan arti sesungguhnya bahkan mereka menghabiskan waktu 'mandi' hampir 3 jam.


''kau terus membuatku kesal Ed''


''benarkan?tapi aku menyukainya''


''dan berhenti membuat tanda kemerahan diseluruh tubuhku''


Mendengar itu pelayan hanya terkikik geli, mereka tidak menyangkan tuannya bisa berubah akibat Ellina yang lupa ingatan.


''habiskan makan malammu Ell''


''ck''


''sepertinya kau harus aku ajarkan apa itu hak cipta dan meminta ijin pemilik''


''hak ciptamu adalah aku dan aku tidak butuh ijin pemilik mu babe, you're mine, right''


''jangan bercanda Ed''


''baiklah baiklah, maafkan aku''


''babe menikahlah denganku''


Cetar...


Ellina tersentak, bangun dari melamun dan bayangan bayangan yang datang entah dari mana, melihat gelas yang tidak sengaja dia jatuhkan.


''kau tak apa''


''ah..aku...aku tidak apa''


''kenapa malah melamun''


''maaf sayang, a...aku...''


''bangunlah, biar pelayan yang bersihkan''


Ellina menurut dan Edgar membawanya keruang keluarga, mendudukannya disofa dan meneliti tubuh Ellina yang mungkin terluka, dia tidak pernah merasa khawatir pada seorang wanita hanya sebuah masalah sepele.


''aku tidak apa sayang''


''jangan ceroboh Ell, kau hampir melukai dirimu sendiri''


''aku tidak bodoh Ed dengan melukai diriku sendiri''


''tidak Ell, kau pernah melakukan hal itu dan itu sudah sering kau lakukan sebelum bertemu denganku dan aku semakin memperparah kehidupanmu Ell''