
''kau tidak diharapkan, gadis bodoh...pergi dari dunia ini, kau tidak pantas...PERGI!!DAS....''
''huh..huh...''
Ellina bangun dengan nafas tersenggal senggal, keringat yang bercucuran dengan deras padahal suhu ruangan didalam kamarnya sangat dingin belum lagi tubuh yang bergetar hebat.
''mimpi itu lagi''
Ellina tidak pernah merasakan hal seperti ini tapi entah beberapa minggu ini dia sering mengalami mimpi yang sering berulang dan itu menakutkan. Jam bahkan masih menunjukkan pukul 3 pagi tapi Ellina tidak mau kembali tidur yang membuat mimpi itu akan kembali muncul.
Hush...
Terpaan angin dipagi hari memang menyejukkan tapi itu tidak berefek apapun bagi gadis ini.
Bahkan Ellina sangat betah berdiri dibalkon kamarnya dari pukul 3 pagi tadi hingga kini matahari menyinari wajahnya, menyesapi tiap sinar yang mulai masuk kedalam pori pori wajahnya hingga melebar ketubuh dan kakinya.
Ddrrtt...
babe kau tidak berniat untuk bunuh diri kan?
Satu pesan itu membuat kening Ellina mengkerut.
Aku tau kau belum mandi babe, pergilah mandi dan kita sarapan bersama
Dari mana laki laki ini tau jika Ellina belum mandi dan masih menggunakan piyama kesayangannya, batin Ellina.
Kau...
Ellina berhenti mengetik balasan pesan untuk kekasihnya itu sebelum dia mulai sadar dan langsung melihat kebawah. Tepat. Laki laki itu kini melambaikan tangannya sambil tersenyum kearah Ellina.
Pergilah Ed ini masih pagi
Ellina memgirim pesan kepada Edgar dan sedetik kemudian laki laki itu merogoh handphoennya dan kembali menengadah keatas.
Aku tau babe, cepatlah mandi dan kita sarapan bersama, aku sudah lapar, cepat sebelum aku yang memandikanmu.
Ellina masih berusaha mencerna perkataan vulgar laki laki itu, bahkan kini dia tidak segan segan untuk berkata vulgar kepada Ellina
Dasar mesum!
Ellina tidak menggubris lagi balasan kekasihnya itu dan memilih untuk masuk kedalam kamarnya, mandi dan segera turun sebelum laki laki itu melakukan apa yang dikatakannya lagi, tapi itu mustahil dan memikirkan itu Ellina bergidik ngeri.
''ini masih pagi Ed dan kau merusak pagiku, jika kau lapar kenapa tidak sarapan sendiri''
Bahkan Ellina baru berdiri didepan laki laki itu tapi langsung menyambar dengan rentetan kekesalannya pagi ini.
''hey calm down babe, bukankah aku kemarin sudah bilang akan menjemputmu''
''tapi ini masih pagi''
''dan ingatkan aku untuk membuat janji denganmu beserta jamnya''
Shitt!!Ellina lupa kemarin memang Edgar berjanji akan menjemputnya tapi tidak bilang jam berapa.
''ya ya ya terserah kau saja''
''baiklah aku menang dan sebaiknya kita harus segera berangkat dan sarapan''
Entah apa pekerjaan Edgar membuat Ellina memandang penuh tanya, bagaimana tidak sekarang ia dan Edgar pergi kesebuah restaurant mewah mengendarai mobil yang harganya tidak main main yang dikendarai oleh supir pribadinya.
Ingin sekali bertanya mengenai pekerjaan laki laki ini tapi Ellina berfikir apakah sopan bertanya pekerjaan kekasihnya yang mungkin akan berfikir jika Ellina gadis matrealistis, tidak Ellina tidak mau itu terjadi.
''babe kau mau sarapan apa''
''sereal dan fresh milk''
''just it?''
''ya''
''kau tidak akan gendut jika menambah omellete atau roti gandum''
''tidak''
''oh ayolah...baiklah kami pesan 2 porsi vegetable omellete, 1 fresh milk, 1 green tea dan satu cornflake cereal''
''kau pemaksa Ed''
''yes I am''
''dan mengesalkan''
''yes I am''
Ellina memutar bola matanya kesal, dia tidak menyangkan seorang laki laki dengan sejuta pesonanya dan karisma yang tinggi bisa bersikap begitu menyebalkannya.
''kau menginginkan sesuatu yang lainnya?''
''hmm...mungkin cake dengan rasa yang manis''
''kau suka manis?''
Ellina hanya mengangguk kepalanya.
''kau bisa gendut jika terus mengonsumsi makanan manis babe''
''kau sendiri yang bilang jika aku tidak akan gendut jika makan makanan yang lebih berat''
''baiklah kau menang''
''Mr. Switlog?''
Seorang laki laki paruh baya datang dengan wajah berbinar.
''oh tuan Reskov''
''senang anda bisa menikmati sarapan direstauran kami''
''ah..jadi dia pemilik restaurant ini?''batin Ellina.
''anda bersama gadis cantik rupanya''
''ya dan sebentar lagi dia akan menjadi Mrs.Switlog''
''wah, berita yang menggembirakan''
Sepertinya Ellina memang harus mengajarkan kekasihnya apa yang dimaksud hak cipta, mana mungkin dia bisa seenaknya saja mengatakan jika Ellina calon istrinya bukankah mereka hanya sebatas sepasang kekasih yang tinggal menunggu waktu kapan berakhirnya?
''ya, doakan saja semuanya lancar''
''tentu, kami akan menunggu undangan dari anda''
''tentu ruang Riskov''
''baiklah, saya tidak ingin menganggu kalian berdua, selamat menikmati sarapan kalian, jika ada sesuatu bisa langsung kalian tanyakan pada waiters terbaik kami''
''terimakasih''
Laki laki paruh baya itu pergi dan kini Ellina menatap tajam laki laki yang duduk didepannya itu.
''oh ayolah babe, apa salahnya aku mengatakan hal itu''
Ellina masih menatap dengan tatapan tajam bak samurai pada laki laki didepannya ini.
''sepertinya kau harus aku ajarkan apa itu hak cipta dan meminta ijin pemilik''
Edgar hanya tersenyum manis.
''hak ciptamu adalah aku dan aku tidak butuh ijin pemilik mu babe, you're mine, right''
''jangan bercanda Ed''
''baiklah baiklah, maafkan aku''
Makanan datang dan mereka berdua makan dalam diam dan tenang, bukan karena tidak ada sesuatu yang ingin dibicarakan hanya saja Ellina terbiasa makan dalam diam dan sepertinya Edgar juga begitu.
''babe menikahlah denganku''