
''aku Deveros Westy Switlog''
Ellina langsung tersentak setelah tau apa yang sebenarnya terjadi.
''dia...ma, apa dia laki laki itu dan kini anaknya akan...''
''baik Will, urus itu secepatnya dan pelayan pastikan dia menghabiskan sarapannya''
Ellina langsung berdiri melihat Edgar beranjak dari tempatnya, entah keberanian dari mana tapi dia yakin jika dia hanya sebuah objek balas dendam.
''bagaimana?''
Edgar berhenti berjalan saat dia tidak salah mendengar suara Ellina yang terkesan dingin.
''bagaimana rasanya sebentar lagi dendammu akan terlaksana, seseorang yang menjadi satu satunya keluarga yang masih hidup normal kau jadikan objek balas dendammu, kau bahkan sudah menggenggam nyawanya yang kapan saja bisa kau buang jika kau sudah merasa puas. Benar, tidak salah lagi kau Edgar Devo Switlog seorang anak laki laki dari Deveros Westy Switlog, seorang suami yang mengkhianati istrinya dengan selingkuh dengan seorang jalang bernama Jenny Groug''
Edgar membalikkan badannya, membuktikan jika apa yang baru saja didengarnya benar berasal dari gadis yang selama 2 hari dia kurung dimasion mewahnya.
''Ellina...''
Rahang Edgar mengeras dengan mata yang memerah menahan amarah yang Ellina yakini sebentar lagi akan meledak dan berakibat pada dirinya.
''aku bahkan tidak tau apa apa, tapi akibat aku tidak beruntung lahir dari rahim seorang jalang aku terkena imbasnya, bukankah itu terdengar lucu''
Ellina bukan hanya membangunkan singa liar tapi dia sudah mengganggu rumahnya yang sebentar lagi akan bersiap menerkam Ellina kapan saja.
Plakk
''ikut aku''
Pipinya terasa perih dan detik berikutnya laki laki ini langsung mencengkram lengan Ellina dan menariknya.
Edgar mendorong kuat tubuh Ellina hingga tersungkur dilantai, mencengkram kuat rahang Ellina, menatap Ellina dengan tatapan kemarahan yang hebat.
''benar, memang benar aku menjadikanmu objek balas dendamku setelah apa yang seorang wanita yang melahirkanmu merusak keluargaku!!''
''kau fikir hanya keluargamu yang hancur, keluargaku juga, brengsek!''
Plakk
''jaga mulutmu jalang!''
''aku bukan jalang''
''benar, kau bukan jalang tapi sebentar lagi akan aku pastikan kau menjadi jalangku''
Edgar kembali menarik Ellina masuk kedalam kamar mandi, mengguyur Ellina dengan air dan menguncinya seorang diri dalam kamar mandi, membiarkan Ellina kedinginan didalam sana.
''maaf tuan, nona Ellina akan kedinginan''
Pelayan itu tau jika mengungkapkan pendapatnya adalah kesalahan ditambah saat ini tuannya itu sedang marah tapi melihat gadis tidak berdosa itu membuatnya tidak tega.
''dia milikku dan itu bukan urusanmu, jangan mencoba mengeluarkannya dari kamar mandi sebelum aku yang menyuruhnya''
Edgar pergi untuk mengurus urusan pekerjaannya, mencoba kembali focus pada urusannya dan tidak mengurus gadis itu.
Pelayan itu terus menggenggam telephone rumah berharap tuannya menelvonennya untuk mengeluarkan Ellina sedangkan gadis itu sedari tadi memohon untuk dikeluarkan namun semakin lama suaranya semakin mengecil dan bergetar...ya, Ellina pasti kedinginan didalam sana.
''aku mohon...buka pintunya...dingin''
Hari sudah menjelang sore seorang pelayan langsung berlari tergopoh gopoh setelah menerima telephone dari tuannya untuk mengeluarkan Ellina yang sudah tidak bersuara lagi, pelayan itu yakin jika Ellina tidak dalam kondisi yang baik baik saja.
Beberapa pelayan datang untuk membantu kepala pelayan itu.
''cepat panggil dokter Frans''
''baik''
Benar saja, terkunci didalam kamar mandi selama berjam jam dengan pakaian yang basah membuat tubuh Ellina melemah, kedinginan dan pucat yang berakhir dia jatuh pingsan.
''siapa sebenarnya gadis ini, kenapa tuan begitu membencinya?''
Hari sudah sore, setelah mendapat kabar dari pelayan dirumahnya Edgar langsung pulang, tapi ada kecelakaan dijalan yang menyebabkan macetnya jalan dan dia baru pulang 2 jam kemudian.
''apa dokter Frans mengatakan hal yang lain selain kondisi tubuhnya?''
''tidak tuan, nona Ellina hanya kedinginan dan kelelahan''
''pergilah''
''baik tuan''
Bagaimana mungkin seorang Edgar Devo Switlog yang berhati baik dan seseorang yang hangat bisa berubah menjadi seorang monster hanya karena tau gadis yang kini tidur dengan lemah dan wajah yang pucat, belum lagi jarum infuse yang menancap punggung tangannya anak dari seorang selingkuhan papanya dan kenapa dunia begitu sempit mempertemukan mereka dengan baik hingga menumbuhkan benih benih cinta.
''Will kapan pernikahan Daren Alvaros''
''besok lusa tuan''
''siapkan perlengkapannya, aku akan datang bersama Ellina''
''maaf tuan apa...''
''dia tidak akan kabur jika itu yang ada diotakmu''
''baik tuan''
Entah apa rencana Daren dengan datang bersama Ellina dipernikahan sahabatnya itu yang Willy yakin pasti tuannya akan membuat Ellina menderita dengan melihat orang yang dicintainya menikah dengan orang lain.
''bagaimana dengan persiapan pernikahanku''
''90% sudah siap tuan''
''walaupun dia hanya jalangku tapi pastikan pesta pernikahan sangat mewah, apa salahnya memberikan hadiah yang mewah untuk gadis jalang ini, aku yakin dia sama seperti ibunya yang menyukai kemewahan''
''baik tuan''
Ellina tidak tau sudah berapa hari dia berada ditempat terkutuk ini yang dia rasakan dia sudah bertahun tahun lamanya, setelah beberapa hari yang lalu dia tidak sadarkan diri karena kedinginan dan setelah itu Ellina memutuskan untuk mengurung dikamar tapi tidak biasanya Edgar diam saja, biasanya laki laki itu memaksanya untuk makan bersama.
''tuan sudah menunggu nona dibawah''
Dan malam ini laki laki bak dewa penjabut nyawa itu mengajak Ellina untuk datang keacara pernikahan Daren, Ellina sadar pasti laki laki itu mau membuat Ellina sakit hati dengan melihat seseorang yang dicintainya tidak dapat dimilikinya, bahkan Edgar tidak takut Ellina akan kabur atau mengadu pada sahabatnya itu.
''silahkan nona''
Sebuah mobil mewah ini membelah jalan dengan sangat lancar, Ellina yang duduk dibelakang bersama Edgar yang sibuk dengan ipadnya yang dia yakini adalah pekerjaan, seorang supir pribadi dan tidak lupa orang kepercayaan Edgar. Penampilan Ellina yang menawan dengan menggunakan dress selutut berwarna hitam dengan belahan dari pangkal pahanya hingga mata kaki berlengan panjang hingga dibawah sikunya, sepatu berhak tinggi berwarna hitam dengan hiasan gliter disisinya dan rambutnya yang dia gelung menampilkan leher putih bersih itu, sedangkan laki laki itu menggunakan setelah formal berwarna hitam dan putih, terlihat tampan dan menawan hingga siapapun yang melihatnya tidak akan menyangka jika dia seorang dewa penjabut nyawa.
''silahkan''
Siapapun tidak akan menyangka jika melihat pasangan ini, bagaimana tidak sedari tadi mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian bak sepasang kekasih yang sangat cocok.
''tapi ngomong ngomong kau terlihat cantik Ellina, terlihat cantik seperti jalang''