
''siapa sebenarnya kau Edgar''
Edgar menghentikan aktivitasnya, itu bukan sebuah pertanyaan tapi sebuah kalimat yang membutuhkan kejelasan tanpa bantahan.
''apa maksudmu''
Entah kenapa semakin hari Ellina semakin dirundu ketakutan dan kemarahan luar biasa tanpa bisa tau apa alasannya.
''aku sudah kenyang, aku akan istirahat, jangan terlalu lelah Ed, jika pekerjaanmu sudah selesai langsung tidur''
Ellina beranjak dan lebih memilih untuk tidur dan menenangkan pikirannya yang beberapa hari ini membuatnya pusing.
Setelah membuang jauh jauh pikiran buruk Edgar memilih untuk tidur, mungkin besok dia akan jauh lebih baik.
Matahari sudah tidak malu lagi untuk menyebarkan sinar jingganya, menyinari bumi dan melakukan tuganya Edgar bangun dan menemukan Ellina sudah tidak ada disampingnya, jelas saja sekarang sudah jam delapan lebih dan pasti istrinya itu sedang menyiapkan sarapan.
''sebaiknya aku mandi''
''apa niatmu mendekatiku tuan?''
''tidak ada, hanya melindungi kekasihku saja''
''huft...dengar tuan Edgar, apa mudah bagimu langsung jatuh cinta pada seseorang yang baru beberapa hari kau temui?''
''love at firt sight''
''apa?jangan bodoh itu hanya omong kosong''
'tidak, dulu aku memang tidak percaya tapi saat pertama kali melihatmu yang akan bunuh diri entah apa yang membuatku ingin melindungimu''
Edgar terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, seperti orang kerasukan dengan telpon yang terus dia coba untuk menyambungkannya.
''brengsek''
Kembali mendial nomor lain yang mungkin bisa membuat dirinya lega.
''kau sudah menemukannya''
''masih dalam pencarian tuan''
''cari terus Will, jangan berani menemuiku sebelum kau menemukannya''
''kami sedang berusaha'''
Masih terus mengemudikan mobilnya, menuju tempat yang dia yakini bisa menemukannya.
''dimana dia''
Seorang wanita dengan afron ditubuhnya dan wajah kebingungan membuka pintu setelah tadi ada seorang tamu yang menggebrak pintu tanpa menekan bel.
''tuan Switlog?''
''aku tidak ada urusan dengan kau Mesya, dimana suamimu''
''dia...''
''ada apa ini''
Edgar masuk tanpa permisi setelah dia mendengar suara yang dia inginkan.
Bugh
''dimana Ellina''
Daren berdiri setelah terjatuh kelantai karena pukulan keras dirahangnya.
''masuk kekamarmu Mesya''
''tapi...''
Kini mereka berdua sedang adu pandang dengan tatapan membunuh.
''kau kemari dan menanyakan dimana Ellina, kau suaminya bukan?''
''berhenti berbasa basi, aku tau Ellina disini''
''ck, laki laki bodoh, aku tau kau tidak bisa menjaga Ellina''
''brengsek''
Sebelum Edgar melayangkan bogeman lagi Daren tidak lagi diam dan dia langsung memukul Edgar sebelum dia memukulnya lagi.
''Ellina tidak ada disini, asal kau tau Ellina tidak tau rumahku yang baru setelah kau, suaminya yang melarang kami untuk bertemu, memenjarakannya seakan dia tawanan dimasion megahmu itu''
''apa maksudmu''
''pergilah''
''Ellina menghilang dan kau tidak mengkhawatirkannya''
''jangan bodoh tuan Switlog, setiap hari aku mengkhawatirkan sahabatku, sahabat yang aku anggap adikku yang kau nikahi itu, aku selalu mengkhawatirkannya, apa kau membuatnya bahagia, apa dia senang disana, apa kau memberinya kebebasan, apa dia tidak mencoba bunuh diri lagi, apa dia makan dengan teratur, apa dia tertawa lagi dan masih banyak lagi, aku terus mengkhawatirkannya...dan kau...kau datang dan mengatakan Ellina menghilang?''
Daren terdiam begitupun Edgar yang masih menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Daren.
''sekarang aku tidak perlu khawatir lagi, dia menghilang sudah menjawab semua pertanyaanku jika dia tidak bahagia bersamamu, dengan perginya Ellina aku yakin dia bisa mencari kebahagiaannya sendiri dengan pergi dari hidupmu''
''aku mohon...bantu aku mencari Ellina, aku...aku mencintainya''
''jika kau mencintainya mana mungkin Ellina meninggalaknmu bodoh jika bukan karena kau yang sudah membuat Ellina menderita, aku tidak tau kehidupan kalian setelah menikah tapi satu hal yang aku yakini jika Ellina tidak akan meninggalkan apa yang mencintainya dan membuatnya bahagia dan dengan menghilangnya dia sudah menjawab semuanya''
''bantu aku...aku mohon''
Persetan dengan harga diri yang selalu Edgar jaga dan kini dia memohon kepada Daren untuk membantunya, yang terpenting baginya Ellinanya kembali.
''istirahatkan dirimu, kau tidak mungkin mencari Ellina dengan keadaan kacau seperti itu, dan aku akan membantumu tapi jika Ellina ditemukan dan dia tidak mau bersamamu lagi, kau jangan pernah berharap lebih dan segera lepaskan Ellina, dia juga berhak bahagia''
Edgar pergi dan membenarkan semua perkataan Daren, menjernihkan pikirannya dan kembali mencari cara untuk mencari Ellina.
''maafkan aku Ell, aku mohon kembali''
Masih menggenggam kertas yang dia temukan dikaca wastafel kamar mandinya, menemukannya dan mencari Ellina dibawah tapi nyatanya para pembantunya tidak melihat Ellina.
Ternyata hidupku tidak seperti apa yang aku bayangkan selama ini
Aku ucapkan termakasih atas semua yang kau berikan selama ini
Mungkin aku tidak cukup baik untuk bahagia, tapi aku berhak bahagia bukan?
Aku tau Ed
Aku sudah mengingat semuanya
Aku tidak menyalahkanmu atas semua sikapmu
Dan kepergianku kali ini bukan karena aku marah tapi lebih kepada rasa sayangku kepadamu Ed.
Hiduplah bahagia dan lupakan masa lalumu
Sekarang saatnya kau berdamai dengan masa lalumu Ed
Maafkan aku dan terimakasih.
Aku pergi
Edgar menangis, dia benar benar menangis hanya karena Ellinanya yang pergi, dia memang laki laki brengsek, pengecut, bodoh, egois dan tidak termaafkan tapi dia ingin bahagia dan kebahagiaannya telah pergi bersama wanita yang begitu dia cintai, tapi nyatanya dia sudah terlambat untuk mengakuinya.
''aku mencintaimu Ellina, dan selamanya akan begitu''