
Memasuki hari ketiga berada di dalam hutan,untuk pertama kalinya pula aku mandi setelah tiga hari tidak.Hehe,jangan heran, memang begitulah kehidupan anak lapang. Dengan kegiatan yang kami lakukan bahkan disarankan jika memang sanggup tidak usah mandi selama berkegiatan terutama untuk yang kebagian pengambilan data satwa. Karena hewan dapat mencium bau tubuh manusia yang akan membuat mereka menjauh ketika mencium aroma tubuh manusia dekat dengan habitatnya. Maka sebisa mungkin buatlah aroma tubuh kita sealami mungkin dan disarankan tidak memakai wangi-wangian.
Tidak mandi selama tiga hari bukan berarti tidak ganti baju dan tidak menyentuh air sama sekali. Kami mengganti pakaian lapang dengan pakaian tidur lalu membasuh wajah kaki dan tangan. Di lapang memang hal seperti itu diperlukan, mandi seperlunya dan makan secukupnya. Tidak boleh ada yang egois sendiri karena semua yang ada adalah kepunyaan bersama.
Sore itu setelah kembali dari dalam hutan seorang teman mengajakku untuk mandi di sungai. Sebut saja dia Ayu. Ra, mandi yuk, badan udah ngga enak nih. Aku udah tiga hari belom mandi semenjak kita nyampe disini, ajaknya. Lah sama aku juga belum mandi samsek ujarku. Lalu kami memutuskan untuk mandi di sungai. Ternyata banyak orang yang mengikuti keputusan itu sehingga kami ramai ramai ke sungai. Beberapa anak laki laki sudah lebih dulu ada di sungai. Mereka bukan mandi sebenarnya, hanya ingin menyegarkan badan dengan berenang di sungai,lalu sudah. Tak perlu sabun atau odol, yang penting badannya basah.
Lalu disinilah sulitnya jika kita seorang perempuan berada di lapangan apalagi di dalam hutan seperti ini ingin mandi sedangkan regu kebanyakan adalah laki laki. Sungai di belakang camp itu ternyata lebih dalam dari dugaanku. Ketika aku masuk ke dalamnya tinggi air sungai mencapai leherku. Aduh,dasar orang pendek, seru salah seorang anak laki laki yang sedang berenang itu. Apaa lu, tantangku padanya.
Kami sudah masuk ke dalam sungai dan tentu saja masih menggunakan pakaian lengkap. Gimana caranya kita bisa mandi kalo mereka masih disini? tanya salah seorang dari rombongan kami tadi. Ya mandinya gini pake baju, kata Ayu menjawab. Kan gak enak atuh teh mandi pake baju,seru orang tadi. Abis mau gimana lagi, mereka gak bakal pergi selama kita masih disini. Keknya mereka juga sengaja lama lama kata Ayu lagi.
Memang sepertinya gerombolan cowok itu sengaja berlama lama karena kami ada di sungai. Jadilah kami para perempuan mandi dengan pakaian lengkap.Mandi di sungai ternyata menyenangkan. Bukan karena tidak pernah, hanya saja itu dulu saat masih kecil. Sudah sangat lama sejak terakhir kali mandi di sungai waktu masih SD.
Kalo baju ini besok gak kering, aku udah gak punya baju ganti lagi tau Ra, seru Ayu. Sama aku juga,wong aku cuma bawa baju 3,satu dipake ke lapang, satunya tidur dan ini. Ntar malam harus dijemur sih, jawabku. Ada jemuran tali di samping camp.Kami bisa menggantungkan pakaian disana, tapi lagi lagi masalahnya adalah gimana caranya menjemur pakaian dalam? Tidak kehilangan akal, kami menjemurnya dengan menggunakan hanger dan memasukkan pakaian dalam ke dalam baju yang akan dijemur, dengan begitu tidak akan kelihatan.
Aktivitas mandi kami ternyata lama juga. Selain mandi,diselingi juga dengan kegiatan menggosip,kami menyebutnya gibah. Memang begitulah, namanya juga perempuan. Di saat seperti ini banyak yang bisa dijadikan bahan gibahan. Seselesainya mandi kami kembali ke camp dan hari sudah gelap. Ternyata makan malam sudah dimulai dari tadi dan kami ketinggalan. Yah, hanya tinggal sedikit lauk yang tersisa, tapi yasudahlah yang penting masih ada.
Makan malam kali ini lagi-lagi indomie dan nasi. Begitu terus hampir setiap hari. Bisa-bisa keriting nih usus, kalo tiap hari. makannya beginian terus, sewot Salma. Udah syukurin aja masih baik ada yang bisa dimakan, daripada kita harus capek dulu berburu ke hutan, nyari apa aja yang bisa dimakan. Yang penting mah kenyang, udah ntar kalo udah balik dari sini kita bisa makan yang lebih enak. Ayu dengan bijak menanggapi ocehan Salma tadi. Ada benarnya juga ucapan Ayu itu, kami masih enak karena tidak perlu capek mencari ke hutan apa yang bisa dimakan untuk setiap harinya. Hanya tinggal makan saja, walaupun seadanya, tida perlu repot memasak. Terkadang memang keadaan begitu membuat kita jadi lebih banyak bersyukur.
Selama makan malam yang sudah terlambat itu, kami sambil membicarakan banyak hal. Eh, eh kalian ada yang kepikiran ngga sih buat tinggal disini? tiba-tiba Ayu bertanya saat kami sedang makan. Tinggal di hutan sini ya ngga lah, jawab kami kompak.Siapa juga yang mau tinggal di dalam hutan kayak gini zaman sekarang, ucap Salma. Bukan gitu, maksudku kalo dikasih pilihan buat tinggal di Halmahera sini kalian bakal mau ngga?jelas Ayu.
Mungkin aku mau, ucapku menjawab pertanyaan Ayu tadi. Menurutku tidak buruk juga kalau bisa tinggal di kota itu. Selain alamnya yang masih bagus dan tertata, kurasa banyak hal lain yang bisa membuat betah tinggal disana. Orang-orangnya juga ramah dan baik-baik. Aku menjelaskan maksudku kepada teman-teman.Mungkin kalau suatu saat dikasih kesempatan kerja disini aku ambil deh,ujarku lagi. Entah kenapa memang ada suatu keinginan dalam hatiku sekaligus harapan jika setelah ini aku bisa diberikan kesempatan setidaknya untuk sekedar berkunjung lagi ke kota itu.
Setelah makan malam usai, kami segera membereskan piring kotor bekas makan dan mencucinya di sungai. Malam itu lumayan gelap, karena tidak ada bulan yang tampak, mungkin tertutup pohon-pohon yang tinggi. Setelah mencuci piring dan merapikan dapur,kami beranjak untuk tidur.Besok pagi akan ada banyak kegiatan yang harus dilakukan lagi, jadi sebaiknya kami segera istirahat untuk menyimpan enenrgi buat besok. Kuambil sleeping bag berwarna hijau stabilo yang terlipat rapi di dekat tas ranselku, lalu kumasukkan badanku ke dalamnya dan sleeping bag itu membungkusku seperti kepompong. Tidak lama kemudian mataku semakin berat dan perlahan-lahan mulai menutup rapat. Aku tertidur dengan nyenyak malam itu sampai suara Hanum membangunkan satu per satu manusia di camp itu untuk sholat subuh mengusikku.
Mohon tinghalkan like dan comentnya,biar author makim semangat buat up episode selanjutnya ya. Terima kasih buat semua readers yang udah mampir dan membaca novel ini😊