Raffles

Raffles
Ke pantai



Hari ini pagi pagi sekali Ditra sudah menunggu kami di halaman depan balai. Aku, Ayu, Aldi, Yusuf, Nuril dan Rika serta Bella akan ke pantai bersama Ditra. Tadi malam dia memang mengajak kami berburu sunset sekaligus mengamati burung di pantai. Ditra kemarin sore pergi bersama Mas Adul untuk memotret burung burung air ke sebuah hutan bakau yang lumayan jauh dari balai.


Sepulang dari bakau itu mereka melewati pantai dan banyak burung burung air disana.Tapi karena sudah hampir malam mereka tidak jadi mampir ke pantai tersebut. Jadilah tadi malam dia mengajakku dan yang lain untuk ke pantai pagi ini. Menurutnya akan sangat pas jika kami bisa melihat matahari terbit disana. Makanya pagi pagi sekali hari masih gelap dia sudah bangun dan membangunkan kami melalui telepon. Ditra dan Aldi sudah menunggu di depan.


Buru buru setelah membasuh wajah dan menggosok gigi aku dan Nuril, Rika juga Bella langsung keluar menghampiri mereka. Mana Yusuf tanyaku. Masih di dalam ngambil kameranya jawab Aldi. Setelah Yusuf datang kami segera keluar dari balai.


Pantainya lumayan jauh, jika jalan kaki menurut Ditra kami tidak akan sempat melihat sunset. Sepagi itu sudah ada becak yang menarik. Uniknya disini adalah adanya becak motor sebagai kendaraan umum. Kami akhirnya naik becak motor menuju pantai. Karena satu becak hanya muat empat orang maka kami diantar oleh dua becak motor.


Setelah sampai di pantai yang kami tuju segera kami turun dan membayar ongkos becak yang tadi kami tumpangi. Mahal juga ya ongkosnya gerutu Yusuf. Ngga apalah yang penting kita udah sampai disini balas Rika. Benar saja kami masih bisa melihat sunset setibanya di pantai. Wah indah sekali pemandangan pagi itu. Akhirnya aku bisa melihat sunset di pantai. Satu lagi list di buku lapangku sebentar lagi akan tercontreng.


Udara dan matahari pagi ditambah dengan pemandangan pantai yang terlihat bersih bisa jadi cuci mata tanpa bayar mahal. Pantai ini belum resmi dijadikan tempat wisata secara resmi, maka pengelolaanya pum juga belum maksimal. Akses masuk ke pantai bebas dan tidak perlu membayar apapun seperti karcis atau tiket masuk. Sayang sekali padahal bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang menguntungkan jika dikelola dengan baik. Tapi meski belum memiliki sistem pengelolaan secara resmi pantai ini tergolong bersih.


Kami menikmati udara dan sinar matahari pagi sambil berjemur di tepi pantai. Duduk diatas pasir putih yang bersih. Burung burung air terlihat banyak bergerombol terbang diatas kami. Ditra dan Yusuf segera mengabadikan momen tersebut dengan kamera masing masing. Keren pemandangan pagi itu.


****


Kami betah berlama lama di pantai.Udara terasa sejuk disini. Tiba tiba ponselku berbunyi. Ternyata yang menelepon adalah Raffles. Ah sudah sejak tiba di balai aku tidak pernah menelepon mereka begitu juga sebaliknya.


Halo


Iya halo,yang menjawab telepon di seberang sana ternyata memei.


Apa kabar mei, sehat kah?


Iya puji Tuhan baik baik saja, bagaimana deng Ira dan kawan kawan disana?


Baik baik juga mei


Kapan kembali ke jakarta?


Dua hari lagi


Oh begitu didoakan semoga selamat ya sampai di Jakarta, ini tadi memei menelepon karena Raffles katanya rindu. Tadi telepon yang lain trada yang angkat. Baru Ira saja yang angkat ini, memei bicara panjang lebar dari seberang.


Saya juga rindu deng Raffles, dimana dia mei


Dia sedang pakai sepatu mau pigi sekolah ini


Halo kakak, sudah pulang kah?


Belum, Raffles rindu deng kaka e?


Oke baik baik sekolah e nanti ke jawa ketemu kaka ira.


Iya, lalu kembali lagi memei yang berbicara.


Lagi dimana kah?


Main di pantai deng kawan kawan mei


Yang lain belum bangun tidur tadi jadi kami ke pantai sedikit saja orang.


Oh begitu, baiklah jangan kesehatan e jangan lupa deng memei, bapa raffles deng kawan kawan lain kalau su kembali nanti. Berkabar e kalau su mau pulang ke jakarta.


Iya mei siap nanti saya kabari ya


Iya sudah kalau begitu sudah dulu, memei antar sebentar Raffles ke sekolah dulu.


Sambungan telepon sudah terputus. Aku kembali bergabung bersama teman teman yang sedang berfoto foto ria. Sayang jika tidak ikut berfoto. Kapan lagi bisa kesini kan? Kami mengambil banyak foto dengan berbagai gaya.


Ada sebuah kapal karam di tepi pantai. Sepertinya kapal itu sudah lama dibiarkan begitu saja disana. Hanya tulisan Haleluya saja yang masih terlihat jelas di badan kapal. Kayu kayunya juga sudah mulai lapuk tapi bentuk kapal masih utuh. Aku sempat mengambil foto kapal tersebut di ponselku.


Kami juga sempat berfoto dengan kapal karam itu sebagai backgroundnya. Sepertinya kami masih betah berlama lama di pantai hingga seseorang menelepon Aldi.


Aldi : Halo


Di telepon : dimana kalian?


Aldi : Lagi di pantai emang kenapa?


di telepon :ngga apa apa sih cuma cepat balik aja udah mau sarapan nanti keburu habis


Aldi : iya iya sok duluan aja kita mah bisa makan di jalan


Sambungan telepon Aldi terputus. Ternyata yang meneleponnya Firman. Kami tidak langsung bergegas pulang seusai Firman menelepon Aldi tadi tapi masih asik berfoto foto ria dengn berbagai macam gaya. Setelahnya baru kami berjalan pulang. Karena tadi ongkos becak lumayan mahal akhirnya kami memutuskan untuk pulang jalan kaki saja. Hemat uang.


Lagipula masih pagi, udara masih segar. Anggap saja sekalian jogging. Kami melewati rumah rumah dan jalanan yang mulai dipadati orang yang ingin berangkat kerja dan sekolah. Setiap berpapasan dengan penduduk kami selalu mendapat pertanyaan yang sama "dari mana? lagi jalan jalan di Maluku ya? Wajah kami memang tidak ada yang bisa dibilang seperti wajah timur makanya orang mudah mengenali kami sebagai pendatang.


Jawaban yang kami berikan untuk setiap yang bertanya pun sama "dari Jawa tadi habis main ke pantai".Dan jawaban setelahnya pun hampir sama "Oh pantas seperti terlihat baru disini" .Iyalah kan kami memang baru kesini sekali ini, ingin rasanya kujawab seperti itu lagi tapi hanya kukatakan di dalam hati saja.


Matahari sudah mulai meninggi dan terasa panas. Kami membeli minuman di pinggir jalan yang ternyata harganya hampir sama dengan ongkos becak tadi. Ini sih sama saja,niatnya mau hemat malah makin menambah pengeluaran. Belum lagi capek jalan sampai ke balai. Tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur dipesan minuman itu tidak mungkin kami kembalikan lagi pada penjualnya. Jadi habiskan saja.